Pada akhirnya aku juga yang harus tidak bersuara. Meniadakan rasa sakit karena cinta, mencoba bertahan walau berurai airmata, menjerit dan merota tanpa perlu kau mendengarnya. Aku terlalu setia. Terlalu setia atau terlalu bodoh?
Luka Kita
seen from Italy
seen from T1
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Germany
seen from T1
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Jamaica

seen from United States
seen from Colombia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
Pada akhirnya aku juga yang harus tidak bersuara. Meniadakan rasa sakit karena cinta, mencoba bertahan walau berurai airmata, menjerit dan merota tanpa perlu kau mendengarnya. Aku terlalu setia. Terlalu setia atau terlalu bodoh?
Luka Kita
Me: *calling her phone*
She: *rejects my call*
I should have known. I'm a fool for trying to call you, again.
Kamu yang mengajariku jatuh cinta, namun kamu juga yang membuat hancur karena cinta. Aku patah tak beraturan, hancur dan mungkin sebentar lagi akan lebur
Luka Kita
Salah Saya
Ah, saya yang salah. Seharusnya hubungan kami baik-baik saja tanpa di bumbui oleh perasaan cinta. Saya yang salah. Seharunya saya bisa bersikap dewasa, bisa menjadi pengayom, bukan penghancur hari-harinya. Saya yang bersalah. Terlalu cepat mentafsirkan itu cinta. Padahal semesta baru saja mempertemukan kami. Tak mungkin bahwa itu dikatakan cinta. Saya bersalah. Sangat bersalah. Bodoh, terlalu mudah untuk jatuh cinta. Bahkan semesta mungkin juga ikut mengutuk saya karena kebodohan ini. Saya yang sangat bersalah. Terlalu malu untuk mengakui kesalahan, terlalu angkuh dengan alasan-alasan klise yang ada di dalam otak saya. Yogyakarta, 15 September 2017
When We Together and You’ll gone with Her
pernah gak sih kamu deket sama orang yang kamu suka, dan kamu mulai sayang sama dia, tiba-tiba kamu bisa ketemu di pulau terpisah dan kamu kehilangan dia karena dia sudah bersama orang lain? ya bisa dikatakan istri sahnya?
ini ceritaku antara 2012-2013 dimana aku dan dia belum pernah bertemu, kami hanya mengenal via Facebook. aku belum pernah bertemu dengannya namun aku yakin dia anaknya baik, dia sama-sama anak Semarang aku merasa sangat nyaman dengannya. lalu saat aku kelas 1 SMA aku sering chatting dengan berbagai aplikasi dan akhirnya kami memutuskan memilih salah satu aplikasi. dia sangat perhatian, saat itu mungkin awal jatuh hati dengan seseorang, aku memberanikan diri untuk menyukainya tapi aku takut dia akan pergi menghilang seperti cowok pada umumnya dan aku putuskan untuk menyimpan perasaanku, dia juga sering chatting dengan salah satu saudaraku semisal aku gak bales chatting dari dia. hitungannya sangat dekat dengan keluargaku, walaupun belum pernah bertemu. setahun kemudian aku naik ke kelas 2 SMA, dan di SMA ku mengadakan study tour ke Bali! dan aku sangat senang sekali, aku bisa bertemu dengannya. aku juga mengatakan kepadanya tanggal berapa aku akan datang kesana, aku tak ingat tanggal berapa aku kesana.
dan akhirnya hari itupun tiba dimana aku bertemu dengannya, aku tak berhenti diperjalanan untuk membalas chatting dari dia, dan malam pun tiba tour leader bus mengatakan jam 4an akan tiba di Tanah Lot mohon bersiap-siap, dan akhirnya aku mengatakan kepadanya jam 4 aku akan tiba di Tanah Lot. dan kami tiba di Tanah Lot dan kami sangat senang sekali, dan asal kamu tahu, aku hampir menangis dan tidak sabar bertemu dengannya. kami pun kembali ke bus kami dan menuju motel tempat kami akan menginap dan persiapan karena kami semua akan melihat budidaya penyu, ya di Tanjung Benoa tempatnya, dan juga GWK. disana kami menonton tarian kecak disana dan sangat indah dan kami berfoto dengan penari yang ada disana dan besok kami akan ke Pantai Kuta dan Uluwatu, namun kami ke Uluwatu lalu ke Pantai Kuta dan besok adalah hari terakhir aku bertemu dengannya, dan aku pun bertemu dengannya dan kami bertemu kami bercerita dan kami bergandeng tangan. saat itu aku berfoto dengannya namun dia menolak dan diam-diam memotretnya dan saat itu adalah kenangan yang tidak aku lupakan dan aku akan sangat merindukannya jika aku kembali ke Tanah Jawa tempat dimana aku lahir.
ku tak bisa memelukmu erat dan mencim aroma tubuhmu lagi karena kamu bukan milikku melainkan miliknya.
Dinda Rosaline Azalia
Boleh jika kamu ingin menyapaku.
Boleh jika kamu ingin sekedar berbasa-basi.
Boleh jika kamu ingin bercanda garing seperti dulu.
Datanglah, ketok ruang rindu itu, lantas kamu akan menemukanku dengan suara yang masih sama dan tawa yang membuatmu bosan mendengarnya.
Bukan karena bersifat murahan dan mudah menerima laki-laki yang dulu menganggapku permainan.
Bukan juga karena aku masih mempunyai rasa yang sama persis di satu tahun yang lalu.
Aku sama sepertimu; berharap dekat kembali tanpa ada rasa.
Kalau ingin menanyakan kabar, tanyakan saja, ya?
Aku masih sosok yang sama yang membuatmu berpikir, perempuan mana yang lebih bodoh dariku?
Ya ... kalau kamu ingin, sih....
-fr
14 Jan 18
ingin rasanya menangis ditengah derasnya hujan