Hari ini di satu tahun yang lalu, tak ingatkah kamu?
Mungkin, tidak.
Desember tahun lalu, aku masih sibuk terus-terusan mengetik pesan kepada seseorang yang berbulan-bulan tidak bertegur sapa.
Desember tahun lalu, kalimat singkatmu sempat membuatku menangis, seperti bukan apa-apa yang ingin dianggap siapa.
Desember tahun lalu, aku masih keras memperjuangkanmu, walaupun waktu itu kamu sudah mengusirku secara halus.
Desember tahun lalu, dapat balasan darimu rasanya seperti bahagia yang mungkin sulit mendapatkannya.
Di mana tahun itu, aku menyukaimu, menyayangimu, lalu tepat untuk ingin selalu bercanda denganmu. Ya, dulu.
Lantas, apa kabar Desember tahun ini?
Haruskah ‘kita’ di ending yang tidak bertegur sapa padahal ingin saling menyapa?
-fr
22 Desember
selamat kembali mengenang desember dua tahun yang lalu, sayang.













