Tantangan Game Level 2 hari ke 7
Hari ini bunda sudah lebih baik, meski kepala masih pusing dan badan inginnya rebahan saja. Bunda berusaha untuk tetap menunaikan pekerjaan rumah tangga yang bisa bunda lakukan seperti menyiapkan minuman hangat untuk ayah, bebenah, menyetrika dan melipat pakaian yang baru diangkat dari jemuran. Tak lupa menu bekal untuk kakak syifa di sekolah berupa cemilan/kue-kue.
🔰Kemandirian kakak Izza dan kakak Syifa: Menjaga kesehatan dan keselamatan↔️ belajar olahraga berenang, dan belajar menyiapkan sendiri perbekalan apa saja yang perlu dibawa ke kolam renang🔰
Alhamdulillah kakak izza hari ini jadwalnya belajar berenang nanti sore. Terapi berenang ini dilakukan satu kali seminggu. Setiap hari Rabu dengan instruktur renangnya bu Rina di salah satu kolam daerah jakarta barat. Bu Rina adalah salah satu sahabat seperjuangan saya di IIP, beliau juga seorang fasilitator IIP jakarta kelas offline bunda sayang dan mengerti pembelajaran metode montesori. Semoga Allah memberikan kesehatan pada beliau, hati yang lapang dan rezeki yang banyak dan barokah karena sudah jauh-jauh mengajar anak-anak kami dengan penuh kesabaran di kolam renang.
Dari pagi kakak izza sudah antusias sekali mau belajar berenang dengan bu Rina. Sepanjang pagi kakak izza beristirahat dan belajar di ruang tengah agar bisa punya tenaga maksi di sore nanti. Sedangkan kakak syifa sepulang sekolah sudah sibuk mau membantu bunda dengan mencoba belajar kembali untuk memasak nasi di magic jar dan juga memasak menu bawaan untuk dimakan setelah berenang.
Kakak syifa hari ini akan ikut ke kolam renang menemani adiknya terapi sekaligus belajar berenang. Oiya Menu hari ini yang ingin dimakan anak-anak adalah telur goreng dan nugget ayam. Mudah bukan? Semua disiapkan anak-anak dengan didampingi bunda. Yang penting anak-anak tahu pentingnya bawa menu makanan sendiri agar tidak kelaparan dan tetap sehat.
Mereka pun menyiapkan sendiri segala perbekalan untuk disana seperti tolak angin anak, alat mandi (sabun, handuk, sisir, dll), pakaian renang, pakaian ganti yang terdiri dari pakaian dalam, satu set pakaian luar dan jilbab, tak lupa payung, alat sholat dan cemilan juga makanan berat (nasi dan laukpauk yang tadi digoreng syifa) yang bisa mengenyangkan plus minuman air putih yang menyegarkan.
Yeay..semua sudah siap. Tinggal menunggu ayah datang menjemput kami untuk bersama-sama ke kolam renang. Happy berenang anak-anak😍😍
Alhamdulillah acara berenang hari ini berjalan lancar, walau ada sedikit keterlambatan karena ayah ada meeting dan tidak memberikan kabar tentang ini. Kami cukup lama menunggu ayah untuk ke kolam renang bersama. Kakak syifa mulai bete dan meminta kejelasan pada ayahnya saat ayahnya datang. Ayah pun meminta maaf karena lupa mengabarkan kepada bunda. Alhasil kami memutuskan ayah dimaafkan saja tapi dengan catatan tidak boleh mengulangnya kembali dimasa depan. Jika ayah meeting kan syifa, izza dan bunda bisa mandiri pergi ke kolam renang tanpa ayah. Meski tentu saja anak-anak akan lebih gembira jika formasi keluarga lengkap.
Sampai ke kolam renang, bu Rina sudah menanti. Pemanasan dimulai. Saat itulah bunda merasakan badan bunda tidak enak, nafas putus-putus, mengalir keringat dingin dan yang diliha bundat tampak berputar-putar. Tapi bunda segera duduk dan tidak jadi mendokumentasikan yang sedang belajar berenang. Bunda istirahat sejenak meredakan sakit kepala dengan minyak angin yang bunda bawa. Setelah itu minta izin ayah untuk membeli bakwan baso diluar pagar kolam agar kepala tidak terlalu pusing. Ternyata itu bukan ide yang baik. Karena dalam perjalanannya bunda malah mendapatkan pandangan berkunang-kunang, badan serasa melayang dan cahaya yang masuk kemata makin lama redup sampai menghitam. Bunda menggelengkan kepala, berhenti melangkah dan segera tahu ini gejala akan pingsan. Juga ada serangan vertigo. Perut bunda terasa mual sekali. Bunda segera duduk ditangga dengan memejamkan mata, menarik nafas panjang, sementara keringat dingin terasa mengalir deras di balik baju bunda yang mulai basah. Bunda masih sempoyongan mencari spot duduk paling pinggir di pojok tangga dengan mengesotkan pantat sedikit demi sedikit ditangga lalu segera merebahkan kepala dengan tangan posisi sebagai bantal. Kepala lebih rendah agar mual dan pusingnya menghilang, kedua kaki bunda menjuntai di anak tangga.. mata bunda terpejam dan bunda berposisi diam seperti itu lamaaa sekali.
Mungkin yang melihat mengira bunda tidur tapi bunda tidak tidur, bunda hanya menunggu gejala tersebut mereda dan bunda pun berusaha tenang selagi masih ada kesadaran. Bunda tidak ingin acara berenang anak-anak rusak karena kesehatan bunda memburuk. Bunda akan bertahan.
Alhamdulillah bunda membaik. Bisa bangun dan mengangkat kepala lalu mengenali seorang anak kecil yang tadi berenang dekat di kakak syifa dan izza. Bunda memintanya memanggilkan ayahnya anak-anak ke posisi bunda sekarang. Ayah datang dan tampak cemas melihat wajah bunda pucat. Bunda menceritakan kondisi bunda dan minta ayah mengantarkan bunda istirahat dimushola sejenak agar ayah bisa balik menjaga anak-anak tanpa membuat anak-anak curiga kenapa bunda lama sekali pergi.
Setelah minum teh manis hangat dan jagung rebus, bunda kembali kepada anak-anak yang riang. Terlihat semua hampir menyelesaikan sesi terakhirnya dikolam. Bunda tersenyum lega bisa melihat anak-anak bahagia. Setelah mandi dan makan bekalnya serta menunaikan shalat maghrib berjamah di mushola, kamipun pamit dan berpisah dengan bu Rina. Sampai ketemu sesi berenang berikutnya ya bu...semoga Allah memanjangkan usia kita. Aamiin.










