Cerita Siang Tadi
Ada seseorang menyanyikan tembang pesta sekencang-kencangnya untuk menyembunyikan lagu sedih yang tak lelah untuk melekat dalam kepalanya.
Ada seseorang berlari begitu cepat di sudut kota melewati hewan-hewan berbalut baja untuk menyembunyikan gerak hidupnya yang begitu lambat.
Ada seseorang menari begitu lincah di panggung sebuah cabaret untuk menyembunyikan kenyataan atas betapa kaku pakaian yang ia pakai ke Sekolah.
Ada seseorang menyapu dengan rajin di pelataran sebuah rumah untuk menyembunyikan kenyataan atas betapa kotor kehidupan dibelakangnya.
Ada seseorang beribadah dengan begitu khusyuk untuk menyembunyikan bangkai yang telah ia kubur di bawah gubuk sebuah rumah tua di tengah hutan.
Ada seseorang tertawa terbahak-bahak hingga menangis untuk menyembunyikan tangis sesungguhnya yang ia selalu geluti di malam sebelumnya.
Ada seseorang memanah dengan begitu lihai untuk menyembunyikan begitu banyak korban yang pernah ia jadikan kesalahan sasaran dibelakang sana.
Ada seseorang makan dengan begitu lahap untuk menyembunyikan begitu banyak yang telah ia sia-siakan di meja makan keluarganya tadi malam.
Ada seseorang berbelanja dengan begitu kalap di sebuah pasar untuk menyembunyikan rasa penasarannya yang terkubur di bawah basement sebuah gedung.
Ada seseorang berceloteh dengan penuh semangat untuk menyembunyikan kisahnya yang tak pernah didengar oleh seorangpun di lingkungan lamanya.
Seseorang itu ada.
Bukan, aku hanya menyampaikannya kepada kamu, kamu, dan kamu.





