BMWCCI for Lombok. #prayforlombok #lombokearthquake #gempalombok #gempabumi #gempabumilombok #indonesia #bmwclub #bmwclubs #bmwcci #BMWCCI https://www.instagram.com/p/Bm2P1DFli2A/?utm_medium=tumblr
seen from Ukraine

seen from Singapore
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from France
seen from China

seen from Australia

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Russia
seen from China

seen from Germany

seen from Poland
seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from Malaysia
BMWCCI for Lombok. #prayforlombok #lombokearthquake #gempalombok #gempabumi #gempabumilombok #indonesia #bmwclub #bmwclubs #bmwcci #BMWCCI https://www.instagram.com/p/Bm2P1DFli2A/?utm_medium=tumblr
Tim Jokowi minta pencairan dana bencana tak dipolitisir
Liputanviral - Sekretaris Tim Kampanye Nasional pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan masalah bencana tidak seharusnya dipolitisir dengan muatan kampanye Pilpres dan Pileg 2019. Seharusnya, semua pihak sama-sama memberikan solusi bersama. Hal tersebut menanggapi tudingan Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid yang menyebut pemerintah Jokowi belum menyelesaikan rehabilitasi korban bencana gempa Lombok, NTB. Politisi PKS ini bahkan menyebut janji Jokowi memberikan Rp 50 juta kepada para korban yang rumahnya hancur belum terbukti hingga saat ini. "Kita bersama-sama memberikan solusi bukan hanya sekadar tekanan persoalan hukum tersebut jadi jangan politisir bencana alam. Apalagi pada saat bencana melakukan kebohongan itu lebih parah lagi," kata Hasto di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (10/9). Tidak dipungkiri ada kesulitan pencairan dana karena Pemda dan DPRD setempat berhati-hati. Mereka takut terseret kasus hukum karena dituding melakukan penyalahgunaan dana bantuan. "Ketika kondisi darurat harus mengambil tindakan darurat sementara ada yang mengatakan ini harus diperiksa," tuturnya. Wapres Jusuf Kalla juga sempat menjelaskan bahwa dana sulit cair karena masalah pendataan. Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengeluh rumitnya melakukan pendataan rumah terdampak gempa. Sehingga pihaknya masih menunggu anggaran yang tepat untuk rehabilitasi. Hasto pun mengakui hal yang sama. Hanya, dia menambahkan bahwa di lapangan terdapat kesulitan pengambilan keputusan terkait penggunaan dana negara tersebut. Karena itu butuh pemahaman landasan hukum dalam situasi tanggap darurat. "Kami sudah cek di lapangan kami tanya ke pimpinan dewan (DPRD) yang berasal dari PDIP. Mereka ragu-ragu jadinya dalam proses pencairan karena apa yang dituduhkan sebelumnya oleh salah satu kepala daerah, terkait dana bencana karena faktor ketidakpahaman kondisi tanggap darurat yang memerlukan landasan hukum untuk mengambil langkah cepat," jelasnya. Read the full article
Selain Sulteng, Lombok-Sumbawa Juga Masih Perlu Bantuan
Forbes - Indonesia dilanda sejumlah musibah dalam beberapa bulan terakhir. Saat penanganan pascagempa di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) belum sepenuhnya selesai, kini gempa-tsunami memporakporandakan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng). Semua tempat yang terkena musibah itu memerlukan bantuan. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan ada ribuan korban gempa Lombok dan Sumbawa yang masih memerlukan bantuan. Pemulihan pascagempa juga masih dilakukan. Sutopo juga menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh para korban. Kebutuhan yang diperlukan warga itu mulai dari air bersih hingga selimut. "Kebutuhan-kebutuhan mendesak: logistik permakanan (MSS); air bersih, MCK, dan sanitasi; layanan kesehatan dan trauma healing; hunian sementara berupa terpal/tenda (untuk warga yang mengungsi komunal atau mengungsi mandiri di depan rumahnya); selimut; keamanan petugas dan warga; kebutuhan bayi dan balita; tenda terpal untuk fasum dan fasos; tikar; kelambu," kata Sutopo dalam keterangannya, Senin (1/10/2018). Dia menjelaskan BNPB telah melakukan pendampingan dan sejumlah upaya lain dalam proses penanganan pascagempa di NTB. Sutopo juga memberikan sejumlah saran terkait penanganan pascagempa tersebut. "Percepatan penetapan SOP perbaikan rumah rusak, dukungan perkuatan huntara, imbauan kepada masyarakat untuk kembali ke rumah, percepatan proses verifikasi oleh Pemda," jelas dia. Adapun proses penanganan pascagempa di NTB per pukul 07.00 WIB sebagai berikut: A. Korban Jiwa (Berdasarkan data yang diterima dari Posko PDB Provinsi) 1. MD : 564 orang dengan rincian: a. Kab. Lombok Utara : 467 orang b. Kab. Lombok Barat : 44 orang c. Kab. Lombok Timur : 31 orang d. Kab. Lombok Tengah : 2 orang e. Kota Mataram : 9 orang f. Kab. Sumbawa : 6 orang g. Kab. Sumbawa Barat : 5 Orang 2. Luka - luka 1.584 orang dengan rincian: a. Kab. Lombok Utara : 829 orang b. Kab. Lombok Barat : 399 orang c. Kab. Lombok Timur : 122 orang d. Kab. Lombok Tengah : 3 orang e. Kota Mataram : 63 orang f. Kab. Sumbawa : 53 orang g. Kab. Sumbawa Barat : 115 Orang B. Dampak (Berdasarkan data yang diterima dari Posko PDB Provinsi) 1. Mengungsi 445.343 dengan rincian: a. Kab. Lombok Utara : 101.735 orang b. Kab. Lombok Barat : 116.453 orang c. Kab. Lombok Timur : 104.060 orang d. Kab. Lombok Tengah : 13.887 orang e. Kota Mataram : 18.894 orang f. Kab. Sumbawa : 49.188 orang g. Kab. Sumbawa Barat : 41.126 Orang 2. Rumah rusak 149.715 unit - Total siap dibangun kembali 22.073 unit rumah - Total rumah telah dibongkar 4.679 unit - Total terverifikasi 124.423 unit rumah - Total telah di SK kan 95.882 unit rumah - Total buku telah terbit 17.464 unit rumah - Total buku tabungan telah berisi saldo 2.623 unit - Total Pokmas terbentuk 54 TIM - Rumah Risha 348 KK - Rumah Non Risha 60 KK Rincian: a. Kab. Lombok Utara : 38.497 unit - Rumah siap dibangun kembali 13.184 unit - Rumah Terverifikasi 13.894 unit - SK 24.072 unit - Buku terbit 10.620 unit - Berisi saldo 1.478 unit - Jumlah Pokmas 24 b. Kab. Lombok Barat : 55.497 unit - Rumah siap dibangun kembali 3.301 unit - Rumah Terverifikasi 70.807 unit - SK 37.828 unit - Buku terbit 699 unit - Jumlah Pokmas 15 Tim - Berminat Risha 149 KK - Berminat Non Risha 60 KK c. Kab. Lombok Timur : 15.642 unit - Rumah siap dibangun kembali 4.066 unit - Rumah telah dibongkar 2.619 unit - Rumah Terverifikasi 17.862 unit - SK 16.938 unit d. Kab. Lombok Tengah : 11.232 unit - Rumah telah dibongkar 1.711 unit - Rumah siap di bangun kembali 300 unit - Rumah Terverifikasi 20.353 unit - SK 6.303 unit - Buku terbit 2.498 unit - Berisi saldo 799 unit - Berminat Risha 199 KK - Jumlah Pokmas 39 Tim e. Kota Mataram : 4.446 unit - Rumah siap di bangun kembali 99 unit - Rumah Terverifikasi 1.507 unit - SK 1.507 unit - Buku terbit 1.566 unit f. Kab. Sumbawa : 9.040 unit - Rumah siap dibangun kembali 513 unit - Rumah telah dibongkar 509 unit - SK 3.270 unit g. Kab. Sumbawa Barat : 15.361 unit - Rumah siap dibangun kembali 610 unit - SK 5.919 unit - Buku terbit 2.081 unit - Berisi saldo 346 unit 3. Kerusakan Fasum dan Fasos 3.818 unit - Total fasilitas Peribadatan siap dibangun kembali 145 unit - Total fasilitas Pendidikan siap dibangun kembali 68 unit - Total fasilitas Kesehatan siap dibangun kembali 2 unit - Total fasilitas Perkantoran siap dibangun kembali 8 unit Rincian a. Kab. Lombok Utara : 609 unit - Fasilitas Kesehatan 90 unit - Fasilitas Peribadatan 244 unit - Fasilitas Pendidikan 275 unit - Fasilitas Peribadatan siap dibangun kembali 44 unit - Fasilitas Pendidikan siap dibangun kembali 13 unit b. Kab. Lombok Barat : 526 unit - Fasilitas Kesehatan 84 unit - Fasilitas Peribadatan 108 unit - Fasilitas Pendidikan 294 unit - Fasilitas Perkantoran 26 unit - Fasilitas Pasar 7 unit - Fasilitas Jembatan 7 unit - Fasilitas Peribadatan siap dibangun kembali 60 unit - Fasilitas Pendidikan siap dibangun kembali 21 unit c. Kab. Lombok Timur : 1.865 unit - Fasilitas Kesehatan 35 unit - Fasilitas Peribadatan 535 unit - Fasilitas Pendidikan 1.295 unit - Fasilitas Peribadatan siap dibangun kembali 15 unit - Fasilitas Pendidikan siap dibangun kembali 4 unit - Fasilitas Perkantoran siap dibangun kembali 1 unit d. Kab. Lombok Tengah : 357 unit - Fasilitas Kesehatan 95 unit - Fasilitas Peribadatan 50 unit - Fasilitas Pendidikan 212 unit - Fasilitas pemerintahan siap dibangun kembali 1 unit - Fasilitas Pendidikan siap dibangun kembali 2 unit e. Kota Mataram : 176 unit - Fasilitas Kesehatan 21 unit - Fasilitas Peribadatan 144 unit - Fasilitas Pendidikan 11 unit - Fasilitas Pendidikan siap dibangun kembali 8 unit f. Kab. Sumbawa : 285 unit - Fasilitas Kesehatan 21 unit - Fasilitas Peribadatan 156 unit - Fasilitas Pendidikan 89 unit - Fasilitas Perkantoran 19 unit - Fasilitas Peribadatan siap dibangun kembali 6 unit - Fasilitas Pendidikan siap dibangun kembali 13 unit - Fasilitas Perkantoran siap dibangun kembali 6 unit g. Kab. Sumbawa Barat : Pendataan - Fasilitas Peribadatan siap dibangun kembali 6 unit - Fasilitas Pendidikan siap dibangun kembali 7 unit - Fasilitas Kesehatan siap dibangun kembali 2 unit Read the full article
At least 832 people were killed in the devastating earthquake and tsunami that hit the Indonesian island of Sulawesi #earthquake #indonesia #gempalombok #ntb #donasi #pemdantb #mediacenter #mediainformasi #earth #gempasumbawa #lombok #money #california #caearthquake #safety #realestate #cryptos #energy #bitcoin #ico #nature #engineering #architettura #finance #solar #safe #architecture #technology #iot #usgs https://www.instagram.com/p/BoWUnz6l_PB/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1cz3y26zdb7r6
Bank BTN siapkan 700 unit rumah rawan gempa di Lombok
Liputanviral - PT Bank Tabungan Negara (Persero) siap memberikan dukungan dalam upaya merehabilitasi rumah korban gempa di Lombok. Bersama BUMN lainnya, BTN mengaku siap untuk membangun 700 unit Rumah Rawan Gempa (RRG) yang diperuntukkan bagi warga terdampak gempa di Lombok. Sejauh ini, telah siap dibangun dan sudah selesai 100 persen sebanyak 502 unit rumah yang bisa digunakan oleh warga terdampak gempa. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 rumah sudah ditempati oleh warga. "Kita bersama BUMN lain melakukan sinergi untuk penyediaan rumah tersebut. Dalam waktu sesegera mungkin kami akan penuhi target 700 unit RRG yang menjadi tugas BTN," ucap Direktur Utama BTN, Maryono dikutip dari keterangannya di Jakarta, Minggu (30/9). Pekan lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno kembali mengunjungi Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk kedua kalinya. Dalam kunjungannya tersebut, Menteri Rini meninjau pembangunan Rumah Rawan Gempa (RRG) sebagai tempat tinggal sementara bagi para pengungsi gempa lombok serta pembangunan MCK dan sarana pendukung lainnya yang merupakan hasil sinergi BUMN. "Saya senang RRG dan MCK sudah dibangun, tercatat sudah 805 RRG dan 49 MCK . Untuk RRG sendiri sudah mencapai setengah yang kita targetkan sebanyak 1.700 RRG. Tentu ini sebuah sinergi yang luar biasa dari BUMN bagaimana pemerintah terus mendorong optimalisasi peran perusahaan negara dalam rangka percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa," ungkap Menteri Rini. Dari 15 desa yang dilanda gempa di NTB, dipilih 4 area yang menjadi pilot project dalam pembangunan RRG ini yaitu Desa Guntur Macan dan Desa Kekait di Kec. Gunung Sari, Desa Sembalun di Kec. Semablun dan Desa Terangan, Kec. Pemenang. Adapun BUMN yang turut bersinergi dalam membangun RRG di keempat desa ini yaitu PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (RRG: 700), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (RRG: 363), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (RRG: 216 / MCK : 26), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (RRG: 140/ MCK : 12) dan PT Pertamina (RRG: 86 / MCK: 11). Nantinya, setiap rumah akan ditempati 2 kepala keluarga. Menteri Rini memastikan sinergi BUMN akan terus berlanjut dan akan semakin banyak BUMN yang terlibat dalam membangun RRG dan MCK sehingga mampu mencapai target yang telah ditetapkan. "Saya akan terus memantau dan mendukung upaya-upaya penanganan pasca bencana. Apresiasi dan terima kasih saya kepada BUMN-BUMN yang sudah terlibat serta semua pihak yang sudah membantu memperlancar pembangunan rumah transisi ini," imbuh Rini. Selain pembangunan RRG dan MCK, sebelumnya BUMN-BUMN telah bersinergi menyalurkan bantuan senilai Rp 13,2 miliar bagi para korban, mendirikan 38 posko bantuan untuk mendukung penanganan gempa serta memberikan bantuan kesehatan dan tenaga medis, layanan keuangan, pelayanan telekomunikasi, bantuan 33 ton baja lapis seng untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan masyarakat hingga layanan energi. Read the full article
Gempa 4,3 SR Guncang Lombok Utara
Inanews.cc - Gempa bumi berkekuatan 4,3 Skala Richter (SR) mengguncang kawasan Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pusat gempa berada di laut. Berdasarkan informasi dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, gempa terjadi pada Rabu (19/9/2018) pukul 01.45 WIB. Gempa mempunyai kedalaman 10 kilometer. Titik gempa berada di 23 kilometer barat laut Lombok Utara. Gempa berada pada koordinat 8,31 Lintang Selatan (LS) dan 116,08 Bujur Timur (BT). Gempa juga dirasakan dengan skala MMI III hingga Mataram. Belum ada laporan soal dampak dari gempa tersebut. Read the full article
Puting Beliung Robohkan Tenda Pengungsi di Lombok
Inanews - Angin puting beliung kembali terjadi di Lombok Utara. Puluhan warga berhamburan menyelamatkan diri. Angin puting beliung berputar dan melintas di Dusun Kerujuk, Desa Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara, Selasa (11/9/2018) sekitar pukul 13.16 Wita. Kejadian itu setidaknya telah merobohkan dan menerbangkan beberapa tenda dan hunian sementara pengungsi. "Warga yang berada di dalam tenda dan huntara (hunian sementara) berhamburan keluar menyelamatkan diri," tutur Junaidi, warga di lokasi kejadian. Akibat kejadian ini, jelas Junaidi, banyak warga yang terluka dan ada yang pingsan tertimpa reruntuhan bangunan. "Huntara tujuh rusak, yang terluka tujuh orang, yang pingsan satu orang," ujarnya saat dihubungi Inanews. Sementara itu, terkait informasi angin puting beliung yang melanda warga di Lombok Utara, menurut prakirawan BMKG Stasiun Bandara Internasional Lombok Levi Ratnasari, fenomena cuaca tersebut sebelumnya terjadi juga di wilayah Lombok Utara.
Dikatakan Levi, berdasarkan hasil analisis, kejadian tersebut bukanlah puting beliung, melainkan pusaran angin secara vertikal yang berskala kecil. Pusaran angin itu biasa terjadi pada kondisi cuaca cerah yang disebabkan adanya pemanasan yang kuat di permukaan suatu tempat atau titik lokasi tertentu. Hal itu, mengakibatkan terjadinya perbedaan tekanan udara di tempat tersebut dengan wilayah sekitarnya. "Fenomena ini merupakan fenomena dalam skala kecil, maka dampak yang disebabkan juga kecil. Dampak yang ditimbulkan umumnya dapat menyapu debu atau benda-benda ringan di sekitar pusaran angin tersebut dalam waktu yang cukup singkat," jelasnya. Levi juga mengimbau masyarakat, jika melihat fenomena tersebut, segera menjauh pada jarak yang cukup aman. Read the full article
Gempa 5,3 SR Guncang Lombok Timur NTB
Inanews - Gempa berkekuatan 5,3 skala richter (SR) mengguncang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa tidak berpotensi tsunami. Berdasarkan informasi dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi Selasa (11/9/2018) pukul 03.22 WIB Lokasi gempa ada di koordinat 8.41 LS-116.52 BT, tepatnya 12 Km barat laut Lombok Timur. Gempa ada di kedalaman 10 Km. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai dampak gempa ini. Read the full article