Allah memperlihatkan kepadaku bagaimana Dia menggenapkan kehidupan seseorang dengan kehadiran seseorang yang lain,
Bagaimana Dia menyempurnakan kehidupan Seseorang dengan hadirnya seseorang yang lain,
Bagaimana Dia memberikan apa yang dibutuhkan oleh seseorang, dengan dihadirkanya seseorang yang lain
Orang-orang bilang ‘jodoh’
Selama 20-an tahun ini hidup bareng abi, ummi, baru akhir-akhir ini aku 'lebih’ memperhatikan perbedaan sifat, kesukaan dan karakter keduanya
Setelah aku analisis
Keduanya punya sifat, kesukaan, dan karakter,bahkan masa lalu yang amat jauuuuh berbeda
Masa kuliah ummi, ummi dikenal sebagai mahasiswi kupu-kupu (KUliah PUlang-KUliah PUlang)😁, pemalu, sedikit penakut, tak terdeteksi, tak tersentuh. Bisa dikatakan beliau ini anak akademisi.
Semasa kuliah 4 tahun di Semarang, bisa dihitung dengan jari,berapa kali ummi pergi untuk main. Pokoknya gak anak muda bangetsz. Beliau adalah mahasiswa normal dengan kelulusan tepat waktu.
Masa kuliah abi, beliau dikenal sebagai mahasiswa Kura-kura (KUliah RApat-KUliah RApat), kerjaanya sliweran di kampus buat rapat, ikut organisasi dimana mana, temenya banyak sekale, ndridis (bahasa jawanya kakean polah *eh jadi gimana ngebahasaainya -.-), saking sibuksnya jadi mahasiswa Kura-kura, kelulusan beliau tertunda hingga tahun ke tujuh *aigooo
Beberapa menit setelah abi crita ini, terbitlah pertanyaan ini ke abi
“abi dulu gimana reaksinya tau ummi punya karakter, sifat, dan kesukaan yang beda banget sama abi?”
“Awalnya sempet gimana gitu,kayak gak pas, ada takut takutnya,kok gak abi BANGETS gini, gimana nanti abi mau ajak kemana-mana kalau penakut gini. Tapi seiiring waktu abi jadi menyadari. Abi butuh ummi yang gini”
“Ngerti tho abi ndridis, lha kalok ummimu juga ndridis, siapa yang ngingetin abi buat hati hati ? ”
Dengan masa lalu yang begitu adanya
Keduanya menjelma menjadi sosok yang sekarang
Ummi dengan introvertnya, penakutnya, menenangkanya
Dan abi dengan ekstrovertnya,pemberaninya,
Setelah ini
Kamu udah siap ?
Hidup bareng orang yang gak 'KAMU BANGETS ? ’