Tulis saja dulu...
Sekalipun aku tak tau apa yang ingin ku tulis 🥴😂
Lagi agak gabut.
Misplaced Lens Cap
we're not kids anymore.
Monterey Bay Aquarium
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

titsay
i don't do bad sauce passes

@theartofmadeline
No title available

shark vs the universe
Alisa U Zemlji Chuda
hello vonnie
Cosmic Funnies
wallacepolsom
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Keni
noise dept.

JBB: An Artblog!

No title available
trying on a metaphor

Kaledo Art

seen from France
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Argentina
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from France

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
@ratukamila
Tulis saja dulu...
Sekalipun aku tak tau apa yang ingin ku tulis 🥴😂
Lagi agak gabut.
Cita dan Cinta
Cinta adalah cita dan ingin
Cita adalah cinta dan angan
Yang mau jadi mampu
Mampu ada bersama mau
Untuk memulai selalu ada sekarang
Yang lewat telah jadi arang
Jangan berputus asa
Karena semua punya masa
Bagi Aku, Kamu dan Kita
Dia ataupun Mereka
_Ponorogo, 29 Maret 2019 sekitar pukul 5.53 pagi_
To me, that was everything
“do’a terbaik adalah memohon ampun dan anugerah terindah adalah ampunan”
—
“aku bertanya; “seberapa banyak aku harus membaca Al-qur’an?”. “sebanyak kebahagiaan yang ingin kau dapatkan”, Engkau menjawab.”
—
Aku Menuntutmu
Aku kayu kering mendatangi api Panas terbakar habis menjadi debu
Anak kecil tersesat dalam hutan rimba Gemetar kedingan dan takut
Saudagar kaya bertukar kotoran berbungkus emas Hancur luluh-lantak tak bersisa, merugi
Aku menuntutmu Padamkan api kayu kering tak terbakar Temukan, selimuti dan bawa pulang Sobek emas bau busuk menguar
Aku menuntut hak Nasihati aku
Enam hakku atasmu, ku menuntut yang ketiga Nasihatilah aku,
Ponorogo, 15 Februari 2019 pukul 19.08
Suatu Hari di Musim Penghujan
Menjelang petang pulang
Kadang terang menghilang, lengang
Gelombang riang menerjang
Ladang tergenang merentang
Ilalang terbang melayang
Sang siang berbaring tenang
Bolang kepalang senang berpetualang
Jangan larang!
Bolang memang senang berpetualang
Terang memang datang,
Menjelang petang pulang
Asrama PKU, 16 Februari 2019 sekitar pukul 20.30
©khairulatqiya
menempatkan kepercayaanmu.
©kurniawangunadi
Seseorang begitu tenang dalam menunggu, sebab dalam hatinya ada rasa percaya. Mengapa ada keresahan, kekhawatiran, kegelisahan? Karena tiadanya percaya. Tidak ada satu hal yang pasti memang, tapi rasa percaya mampu meredakan ketidakpastian.
Kau menunggunya, itu ketidakpastian. Kau mau percaya? Tidak ada satupun darinya yang bisa membuatmu percaya bahwa kau harus menunggu sekian lama. Jadi, meletakkan kepercayaan itu harus pada tempatnya.
Allah masih menjadi yang pertama, kan?
And I already miss you.
I already Miss you..
Half of seeming clever is keeping your mouth shut at the right times.
Patrick Rothfuss (via amortizing)
Jika kepada do'a saja kita malas-malasan, apatah lagi kepada ikhtiar yang perlu tenaga. Jika kepada do'a yang melibatkan Allah saja kita mudah putus asa, apatah lagi kepada ikhtiar yang hanya mengandalkan kekuatan sendiri.
— Taufik Aulia
Ternyata rindu juga bisa bertumbuh
Dan merambat.
Kalau kamu sih beda.
Kamu mengakar.
Sampai ke relung
Tidak perlu semua kisah diceritakan. Beri tahu temanmu cerita-cerita yang baik saja, atau cerita buruk yang ada hikmahnya.
(via beningtirta)
cukuplah kita saja yang tau :)
Sebenarnya ya, perempuan sudah punya jawabannya sendiri. Perempuan hanya butuh diyakinkan 😂
Efek abis baca-bacain ask yang masuk XD
hehehe.. rumit ya perempuan
dengan ketidakpastian tuhan meminta kita untuk selalu mempersiapkan diri dengan sebaik baik nya. Ketidakpastian juga sarana meningkatkan kapasitas kesabaran kita. karena kesabaran itu tidak ada batasnya, hanya kapasitas kesabaran kita saja yang terbatas. Dan salah satu meningkatkan nya adalah dengan menghadapi ketidakpastian
Kita Perlu Belajar
Kita perlu belajar,
Untuk menerima nasihat dan meredam rasa ingin terlihat tinggi dalam diri kita. Supaya kita tak melulu merasa direndahkan ketika ada yang menginginkan perbaikan dalam diri kita.
Untuk menerima bahwa kita masih perlu banyak belajar. Sehingga sebelum menulis kita mesti banyak membaca. Sebelum berbicara kita mesti banyak merenung.
Untuk belajar diam meski kita tahu. Saat berbicara justru memperkeruh keadaan. Untuk belajar diam meski kita yakin benar. Saat bersuara justru menjatuhkan harga diri seseorang.
Untuk belajar menerima bila dianggap bodoh, bukan siapa siapa. Agar mengajari riya tak tumbuh subur mengakar ketika ilmu telah kita miliki. Sebab pengetahuan tak memiliki arti tanpa pemahaman dan kebijaksanaan. :)
©Alizeti