Hiasilah Malumu dengan Aibmu
Semakin kau mengenal diri sendiri, maka kau akan sadar dimana letak aib dan kekurangan dirimu sendiri. Seketika tersembunyi, akan ada masanya kita berharap agar ia tak menampakkan dirinya pada siapapun, dimanapun, & kapanpun.
Maka biarkan ia terus terpendam seperti itu. Ini bukan tentang muna atau tidak, pun bukan tentang jaim atau tidak. Tapi ini tentang bagaimana kamu untuk menghargai dirimu sendiri atas segala aib dan kekuranganmu. Jika bukan dirimu sendiri yg menjaganya, lalu siapa yg ingin menutupinya?
Jika malu dijadikan sebagai perhiasan, maka biarkan ia untuk menghiasi aibmu. Sebagaimana kamu membiarkan tuk menutupi segala kekuranganmu :)
Birusunflower











