Luka dan Doa
________
Sejauh perjalanan ini, aku tidak tahu seberapa banyak perempuan yang telah singgah mengisi kekosongan hatimu setelah aku pergi. Sebagaimana ada beberapa pria yang mencoba menggantikan posisimu; di sini. Di hatiku.
_
Kini, tibalah hari di mana semesta menuntut kita untuk saling dewasa menyikapi kesalahpahaman. Saling menggenggam dalam sebuah ketidakrestuan. Juga saling menerima atas segala kekurangan.
_
Kita sama-sama telah mendewasa, dan biarlah luka-luka itu menjadi saksinya. Bukankah setiap manusia memiliki kesalahan? Dan satu-satunya obat yang paling mujarab untuk itu adalah kasih sayang.
_
Kita pernah menyatu sebab cinta. Kita pernah saling menolong sebab kasih sayang. Lantas, mengapa satu luka harus membuat kita buta akan rasa bahagia yang dulu pernah kita cipta?
_
Semoga saja kau bukan seorang yang pendendam. Sama seperti aku-yang selalu berusaha memaafkan kesalahan setiap orang.
_
Doa-doa baik selalu kulangitkan agar kau tetap dalam penjagaanNya. Agar hatimu tetap utuh untuk tidak jatuh pada siapapun selainku. Tapi, aku tak punya kuasa setelahnya. Tuhanlah penggerak alam semesta, juga penggerak hati manusia.
_
Semoga kelak, ada hari di mana aku mampu menyalurkan segala rindu yang membatu dalam peluk seorang kamu.
_
Semoga saja.
…
08 Januari '19












