apa benar kamu cinta dan sayang padaku...? Aku tak bisa melihatnya, tak bisa merasakannya, dan tak pernah mendengarnya
aku sedih, aku sakit, aku lelah.... tak sedikit pun kamu ingin berkorban lebih, tak membiarkan aku dalam situasi seperti ini...
aku berharap kamu memperjuangkan aku, menyuruh aku pulang dan kamu korbankan apa yang kamu miliki untuk berjuang berusaha memenuhi kebutuhan kita.. Tapi nyatanya kamu justru menunggu hasil jerih payahku
ya... aku lupa , kamu memang tak pernah memperjuangkan aku
Entah kenapa bisa seceroboh ini dalam memilih pasangan hidup yang menentukan dunia akhiratku dan masa depanku
aku masih tak faham, bagaimana sebaiknya menyikapi jalan takdir dari Allah...
Ada banyak peringatan yang membuatkau ragu namun ku terjang begitu saja...
Tapi aku selalu mensyukuri kehadiran buah hati kita, aku juga tak menyesali takdir yang menyatukan kita, aku hanya berharap cara berpikir kita lebih baik, berharap kamu kamu memperbaiki pola pikir, memperbaiki hubungan keluarga kita, menyatukan harapan-harapan masa depan kita meski dalam gambaran... berharap kamu mengakui segala kesalahan dan kekurangan yang telah mengikis rasa cintaku lalu berjanji dengan tindakan yang lebig dewasa untuk menampakkan pembuktian padaku dan keluargaku, pada diirmu sendiri bahwa kamu bisa berusaha lebih untuk lebih baik, berharap ah..... sudahlah semakin aku berharap semakin aku ukir rasa kecewa