Kita hidup bukan dari orang lain, dan kita takkan mati hanya karena gunjingan.
seen from Russia

seen from United Kingdom
seen from Russia

seen from Uruguay
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Russia

seen from Russia
seen from Russia
seen from China

seen from Germany

seen from Germany

seen from Germany
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Germany
seen from United States
Kita hidup bukan dari orang lain, dan kita takkan mati hanya karena gunjingan.
KEHIDUPAN PARA PENGGUNJING
Beberapa orang duduk bersama. Memasang wajah serius yg dibuat-buat. Ada yg begitu bersemangat membuka obrolan, bersemangat membicarakan keburukan orang lain. Begitu banyak keburukan yang dikarang, dibuat-buat dan dilebih-lebihkan. Tiap orang sangat antusias menambah bumbu cemburu, dengki dan benci yang semakin menjadi. Jangan sampai hanya diam saja karena bisa menjadi sasaran. Tiap orang berlomba-lomba mencari keburukan. Semakin bertambah bumbu, semakin memanas dan semakin menggunung keburukan orang yg dibicarakan. Seolah tidak ada secuil kebaikan. Dari mana asal muasal kabar keburukan orang yg dibicarakan tidaklah penting. Bertanya kabar dan mencari kebenarannya juga tidaklah penting. Kenikmatan maksiat inilah yg penting. Kenikmatan menyantap bangkai dengan tambahan bumbu-bumbu penyedap oleh para penggunjing. Saling menambah bumbu hingga sesedap mungkin. Menggelembungkan keburukan orang lain dan meyembunyikan gundukan keburukan sendiri, ditutup-tutupi seolah suci. Ditutup-tutupi mencari aman, seolah aman. Penggunjing yg tidak ada kenyangnya. Setiap saat lapar akan bangkai. Setiap saat pesta pora beringas berebut bangkai. Dijilati sampai habis tidak bersisa. Yah, kehidupan para penggunjing. (Sukoharjo, 24 Maret 2016, 21.58)