Prinsip Hidup
Setelah menimbang-nimbang dan berpikir, sepertinya hidupku akan kujalani dengan mengikuti makna kata-kata ini, "Menjelajahi Kehidupan, Menyelami Laut Pengetahuan, Memaknai Perjalanan". Kata-kata ini kuserap dari beberapa referensi, utamanya dari Al-Quran Surah Al-Alaq ayat 1-5 dan Surah Az-Zumar ayat 21.
Dari Surah Al-Alaq ayat 1, Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk membaca. Konteks membaca di dalam surah ini pun sebenarnya luas, bukan hanya membaca teks semata. Bahkan Nabi Muhammad SAW pun ummi (tidak pandai baca tulis). Maka dari itu, kumasukkanlah kata "Menjelajahi Kehidupan" dengan arti bepergian untuk menyelidiki kehidupan. Di dalam konteks ayat ini masih berkaitan, mengingat bahwa Rasulullah SAW meskipun tidak pandai baca tulis namun sangat cerdas dalam membaca kondisi di sekitar beliau, seperti memahami kondisi masyarakat contohnya peristiwa peletakan batu hajar aswad yang batunya ditempatkan di atas kain dan semua petinggi Quraisy memegang ujung kain agar semuanya merasa berperan dalam meletakkan batu hajar aswad. Bahkan, dalam konteks strategi perang pun beliau tidak asal-asalan memilih panglima dalam setiap perang umat Islam.
Selanjutnya, "Menyelami Laut Pengetahuan", kuserap dari Surah Al-Alaq ayat 4 dan 5, dalam Tafsir Al-Manar disebutkan, "Tidak ada kata-kata yang lebih mendalam dan alasan yang lebih sempurna daripada ayat ini dalam menyatakan pentingnya membaca dan menulis ilmu pengetahuan dalam segala cabang dan bagiannya".
Dan di akhir, kumasukkan "Memaknai Perjalanan" karena serapan dari Al-Qur'an Surat Az-Zumar ayat 21, "Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal". Dari ayat tersebut bermakna bahwa semua hal yang terjadi di muka bumi merupakan peringatan bagi kita bahwa hidup ini diatur sedemikian rupa dan sedemikian detailnya oleh Allah SWT agar kita terus mengambil hikmah, memaknai dengan akal, serta meningkatkan keimanan.
Dan terakhir, salah satu inspirasi sastra terbesarku adalah Gurindam 12 yang isi-isinya penuh dengan nasihat hidup :
Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa. Jika hendak mengenal orang yang berbahagia, sangat memeliharakan yang sia-sia. Jika hendak mengenal orang mulia, lihatlah kepada kelakuan dia. Jika hendak mengenal orang yang berilmu, bertanya dan belajar tiadalah jemu. Jika hendak mengenal orang yang berakal, di dalam dunia mengambil bekal. Jika hendak mengenal orang yang baik perangai, lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai. — Gurindam 12 Pasal 5













