The numbers game. The 1973 Kawasaki H-2 750.
seen from China

seen from United Kingdom
seen from China
seen from China
seen from China
seen from Malaysia

seen from Netherlands

seen from Netherlands

seen from Netherlands
seen from Netherlands

seen from Netherlands
seen from Netherlands

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Belarus
seen from South Korea
seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Türkiye
The numbers game. The 1973 Kawasaki H-2 750.
Healthy Quarantine Journal: Makan Malam
Salah satu waktu yang paling ku tunggu-tunggu dalam sehari semenjak swakarantina ini adalah waktu makan malam. Setelah seharian panjang dengan berbagai kegiatan, waktu makan malam biasanya menjadi waktu yang paling memberikan nuansa keakraban.
Sarapan tentu tidak. Sarapan biasanya penuh drama. Ada yang sejak habis subuh sudah pergi ke rumah depan -ini abi tentu saja, dan biasanya maghrib baru pulang. Ada yang sangat senang request menu, nggak mau makan kalau bukan telur dadar dan kecap -ini Nana, sudah pasti. Atau ada yang baru bisa makan saat jam kuliah hampir mulai, dan sarapannya dibawa ke meja belajar -ini aku, tentu saja.
Sulit untuk semua sarapan di satu tempat dan satu waktu. Kecuali weekend, mungkin. Makan siang apalagi. Ada yang tidur siang, ada yang males makan, ada yang makannya di depan. Makanya, makan malam jadi favoritku.
Biasanya, karena semuanya hadir, waktu makan malam jadi waktu paling menyenangkan buat melempar obrolan. Apa saja bisa jadi obrolan panjang. Dari yang santai seperti pamer nostalgia masa kecil ke Faqih-Nana, cerita ummi-abi jaman dulu, atau kakakku yang kepo dengan topik-topik kesehatan dan jadi konsultasi denganku. Sampai topik-topik berat yang tidak sengaja terlempar, seperti beberapa waktu lalu yang entah kenapa jadi bahas sistem kesehatan dan pendidikan Indonesia. Kalau sudah begitu, biasanya Nana ngambek karena nggak ngerti, dan minta ganti topik.
Alhamdulillaah, ini jadi satu hal yang harus disyukuri banget. Kalau kemarin-kemarin mungkin banyak alasan buat menunda-nunda menghubungi orangtua -ya sibuklah, banyak pr lah, ujianlah, dll. Kali ini semuanya sudah tersedia di depan mata 24/7, harusnya disyukuri dan dimanfaatkan sebaik mungkin.
Karena sebetulnya kunci dari menjaga hubungan yang baik dengan sesama manusia adalah dengan komunikasi yang baik, maka aku juga percaya bahwa menjaga komunikasi dengan keluarga termasuk kunci utama dalam membangun ikatan dalam keluarga. Ini tentu menjadi PR bersama, karena komunikasi yang baik satu sama lain akan menumbuhkan rasa saling percaya, dan rasa percaya akan menguatkan masing-masing pribadi di dalamnya sehingga dapat tumbuh menjadi manusia yang matang dengan optimal.
Maka, dalam rangka ikhtiar meningkatkan kualitas komunikasi dan hubungan dalam keluarga, aku dan kakakku sok-sokan ngide. emang dari dulu kayanya kita partner ngide-ngide-an gajelas di keluarga deh wkwk. Berawal dari obrolan biasa, muncul ide untuk membuat home sanlat buat adik-adik di rumah selama Ramadan nanti.
Awalnya hanya selentingan ide, tapi ternyata disambut baik jadi kita semakin seriusi. Kalau dipikir-pikir, lumayan juga, sekaligus usaha untuk semakin menghidupkan suasana Ramadan di rumah. Isinya ada amalan yaumi yang seperti amalan yaumi pada umumnya, dengan customize masing-masing pribadi tentu saja. Ditambah aktivitas-aktivitas harian lainnya, juga program-program tambahan yang melibatkan seluruh anggota keluarga.
Harapannya, quality time dengan keluarga bisa bertambah, yang tidak hanya kuantitas, tapi juga kualitasnya. Organisasi-organisasi aja selalu ada proker bonding-nya, masa kita enggak. Gitu katanya, wkwkw.
Jadi, kalau boleh merangkum, waktu itu penyusunannya berawal dari ide > tujuan dan visi misi > program > jadwal. Kita buat semua itu dulu, baru deh obrolannya dilempar di waktu paling kondusif buat melempar obrolan; makan malam:))
Ya namanya juga usaha ya kan, semoga bisa terlaksana sesuai rencana;)
Bogor, 21 April 2020
Soon avant d’aller voir Fantastic Beasts
Sick
May 8, 2017. D-2. I'm feeling sick today. Little bit dizzy and now my stomach too. I think I'm going to have my period soon. And also works. Wish I'll get better soon and my job is finish..
Disitu lagi ngejar nyelesaikan kerjaan, disitu juga ini laptop bermasalah ngadatngadat 😟😭
me: when will my album gonna arrive
other me: but it havent even released yet wyd
Anak Laki-Laki Ibu
Bu, 2 hari lagi, insyaAllah anak laki-lakimu ini akan menikah. Karena Ibu belum pernah bertemu dengannya, ijinkan aku bercerita tentang perempuan yang akan mendampingi anak laki-lakimu ini Bu. Bu, Dia mungkin bukanlah perempuan tercantik yang pernah anak laki-lakimu temui. Tapi Bu, anak laki-lakimu tidak sedang mencari yang tercantik. Apalah arti kecantikan jika karena kecantikannya justru membuat anak laki-lakimu merasa tidak tenang Bu? Dia memang bukan yang tercantik, tapi percayalah Bu, parasnya sudah cukup membuat anak laki-lakimu ini tidak tergoda dengan wanita lain. Sudah cukup membuat anak laki-lakimu merasa tenang. Bukankah itu sudah cukup Bu? Bu, perempuan yang akan mendampingi anak laki-lakimu ini tidak sepandai Ibu dalam hal memasak. Setidaknya belum Bu. Tapi tenang Bu, aku bukanlah anak laki-lakimu yang dulu. Anak laki-lakimu yang sekarang tak lagi suka milih-milih makanan Bu. Apapun yang Dia hidangkan untukku, selama itu baik, insyaAllah akan aku makan Bu. Aku juga yakin, kelak dia akan sepandai Ibu dalam memasak. Bukan tidak mungkin pula masakannya lah yang akan aku rindukan setelah masakan Ibu. Bu, perempuan yang akan anak laki-lakimu nikahi tidak mengerti bahasa krama. Bukan berarti Dia tidak memiliki unggah ungguh alias sopan santun Bu. Hanya saja dia bukan orang jawa Bu. Dia orang minang. Jadi, maklumilah Bu. Ibu juga tidak perlu takut jika nanti cucu Ibu tidak bisa bahasa krama. Aku sendiri yang akan mengajarkan padanya Bu. Meskipun engkau tentu tahu benar bahwa anak laki-lakimu ini tak pandai-pandai amat soal bahasa krama. Bu, terima kasih untuk segala doamu yang tak pernah habis untuk anak laki-laki kesayanganmu ini. Kini, giliranku untuk terus mendoakanmu Bu. Dia pun turut mendoakanmu Bu. Kami berdoa semoga Allah mengampuni segala dosa-dosamu. Bu, semoga aku bisa terus mengunjungimu :) - Rumah | 171116 -
Awkward Graduation
Everyone was in their cap and gown ready to graduate. It was so exciting. Charlie felt an urge. He said, "I have to shit."
"So?" said his friend Tracy.
"Well, I am wearing something that looks like a dress, which bathroom do I use?"
Everyone walked away with providing an answer. The question was as stupid as recent correct bathroom use discussions.