Takdir memaksaku untuk berani pada hal-hal yang paling menakutkan sekalipun. Dulu aku takut jauh dari orang-orang yang aku sayang. Tiba-tiba jarak setakat demi setakat membentang di sela aku dengan mereka. Jutaan kilometer, terhalang gunung, laut, bebatuan. Dulu aku takut hidup sendirian. Hingga akhirnya belajar bagaimana menyembuhkan sakit tanpa bantuan panasea terhebat; perhatian orang-orang terkasih. Dulu aku juga takut ketinggian, hingga rasa bagaimana menatap awan langsung di balik jendela. Melayang di antara kabut langit. Lalu kamu datang, menyediakan peluk paling aman dan dekapan paling nyaman. Pundak paling tangguh, telinga paling sabar, suara paling halus dan perlakuan terlembut yang belum pernah aku terima sebelumnya. Kamu bilang selagi ada kamu tidak ada lagi yang perlu aku khawatirkan. Katamu, kamu akan melindungi, menjaga, menjadi yang selalu pertama ada. Aku berharap juga begitu, namun nyatanya kamu hadir justru sebagai ketakutanku yang lain. Dengan kamu sekarang, ketakutanku bertambah satu, takut --kehilangan. Aku takut kamu tinggal aku di saat aku tengah asik menyempurnakan lakunamu dengan potongan unsur jiwaku. Dan aku belum tahu apakah aku akan seberani meninggalkan mereka, hidup sendiri, terbang tinggi, apakah aku akan seberani itu saat nanti di suatu hari harus terpaksa melepasmu untuk pergi? . . . 📝hanum #hanumenulis #prosa #prosalover #instaprosa #tumblrgirl














