_ #padasiluetkedua _ Seorang Hanum akan tetap menjadi Hanum yang tak sengaja bertemu Rio, anak lelaki berusia 8 tahun yang berprofesi sebagai tukang semir jalanan. Hanum mengambil segenggam debu, lalu di airinya sedikit, ditempelkan pada beberapa bagian sepatu yang ia kenakan. Ia mendekati Rio, meminta anak itu untuk membersihkannya kembali, sengaja katanya agar bisa berbincang lebih lama. _ "Kau tidak sekolah?" Pertanyaan pertama Hanum lontarkan. "Kau tidak belajar?" Lanjutnya. Duakali Rio menggeleng, "Bagaimana saya bisa belajar kalau saya tidak sekolah." Rio menghapus keringat yang mengucur di keningnya, mengalir hitam di permukaan pipi. Ia menatap Hanum yang sedari tadi tersenyum kepadanya. _ "Kau sendiri, apa kau pernah sekolah?" Tanya Rio. Hanum menggeleng juga, "Tapi setidaknya saya tidak mau berhenti belajar. Omong kosong dengan siapa yang jadi murid dan siapa yang jadi guru, kau harus tetap belajar." Tambah Hanum. _ Suasana hening sejenak, yang terdengar hanya suara sikat bersentuhan dengan permukaan sepatu kulit. Hanum akan tetap menjadi Hanum, ia kembali mengetes Rio, "Satu ditambah satu, dua ditambah satu, tiga dikurangi dua, berapa hey bocah?" _ "Hentikan, aku yang bodoh atau kau yang bodoh?" Jawab Rio. Hanum tertawa lepas. "Kalau begitu jika aku membagimu dua buah apel dan kau memakannya satu berapa yang tersisa?" _ "Apel?" Rio mempertegas, ia perlu beberapa menit untuk menjawab tapi Hanum cukup sabar. "Satu setengah. Ya, satu setengah." Jawab rio. "Jelaskan kepadaku." Pinta Hanum yang mulai tertarik. _ "Mudah saja ketika kau memberiku dua buah apel maka satu buah untuk ibuku. kau memintaku memakannya satu bukan? Tapi aku masih ada adik di rumah, maka aku hanya memakannya separuh, separuh lagi kusimpan baik2. Jadi apel yang tersisa sekarang satu setengah." _ "Jadi bukan satu ya? Tapi satu setengah? Benar. Kau cerdas, teruslah belajar hey bocah" Hanum tersenyum menang. Rio bungkam, sepatu itu rupanya sudah kembali seperti sebelum dilumuri debu. Belum sempat Hanum bertanya berapa? Rio sudah berkata, "Beri aku harga yang pantas." Ya selama ini Rio memasang tarif untuk pekerjaannya dengan harga yang pantas. . . . #fiksi #prosa #prosalover #berfilsafat