Hilang.
7.9.1438
Kehilangan sesuatu, selalu menyisakan pedih yang kadang terlalu mengaku. Menjelma menjadi rasa sakit yang butuh obat paling ampuh. Sebab telah patah apa-apa yang sedari dulu rapuh.
Hilang kadang ambigu. Maknanya tak cukup satu. Ia bisa berarti pergi dengan sungguh atau hanya lari dari waktu. Mungkin ia butuh kerelaan atau kembali dijemput tanpa rasa malu.
Kehilanganmu, membuat diri ini seakan menjadi sosok penuh ragu. Bukan tak berniat menjagamu, namun seiring waktu, detik menyita segala jenis kenangan bersamamu. Rasanya aku malu mengaku bahwa kau pergi menyisakan jejak yang tak lagi utuh, padahal hadirmu tak cukup separuh. Lantas apa yang bisa kukenang kalau begitu?
Mungkin benar, aku tak bisa menjagamu. Hingga waktu dengan sadarnya merenggutmu tanpa ba-bi-bu. Padahal aku tahu, memilikimu tak pernah segampang itu. Ada usaha yang gerilya juga panjatan doa beribu-ribu. Sudahlah, itu memang salahku.
Ingin kutanya alasan kau pergi. Tapi tak pernah kutemukan salahmu selain memang salahku sendiri. Aku tahu kau tak suka diduakan dengan hal dunia, tapi aku malah melakukannya berkali-kali. Aku tahu, mengingatmu dengan sering akan menjagamu tetap berada di sini namun aku malah melupakanmu berhari-hari. Kau memang tak bisa diduakan dengan urusan dunia namun aku dengan sadar melakukannya tanpa tahu diri. Lalu berharap kau tetap di sini seperti sediakala aku memilikimu.
Kehilanganmu, aku mengaku padaNya tentang kesalahanku. Tentang diri yang tak menjaga apa yang sudah diberi. Tentang hati yang banyak diisi dengan hal tak diridhoi. Tentang waktu yang tak digunakan dengan bijak lagi.
Meski aku hanya memilikimu separuh dan rasanya tak sanggup mengenggammu utuh, tetap saja aku kehilanganmu seringkali. Hingga rasanya aku malu pada siapa pun, karena lemahnya aku menjagamu dalam diri ini.
Wahai hapalan ayatNya yang sedari dulu rapuh dalam diriku, maukah kau kembali meniti jejak dalam ingatanku? Merangkai satu persatu ingatan tentangmu?
Maukah? Karena kehilanganmu menyita ketenangan hatiku.
Semoga Allah meridhaiku untuk menggenggammu utuh, menjagamu penuh dan mengamalkanmu seumur hidupku.
^^
















