Memori
Tahu tidak, bagaimana diri kita membuat ingatan?
Dalam keseharian, otak kita bekerja pasa prefrontal cortex untuk membuat working memory. Working memory adalah memori jangka pendek (short term memory) yang digunakan untuk executive function. Executive function adalah kerja otak untuk memutuskan dengan logika dan akal sehat; dengan planning, atensi, dan konsentrasi. Sayangnya, sebagai memori jangka pendek, working memory tidak akan bertahan lama. Hanya 3-5 hari saja.
Untuk mengubah working memory menjadi long term memory atau ingatan, stimulus harus diberikan secara berulang dengan memaksimalkan semua modalitas sensoris; pengelihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, dan perabaan. Dengan stimulus yang berulang pada alat sensoris kita, maka akan terbentuk sinaps baru yang menjadi loker penyimpan long term memory baru.
Long term memory pun disimpan sesuai berdasarkan modalitas sensoris yang dilewatinya. Misalnya saja, wajah Ibu kita yang cantik akan disimpan dalam loker pengelihatan. Atau suara Ayah kita yang gagah akan disimpan dalam loker pendengaran. Atau wangi masakan Kakak kota yang tersimpan dalam loker penciuman. Dsb dsb dsb....
Satu stimulus bisa memiliki berbagai loker dalam satu waktu. Dengan banyak loker, ingatan tersebut nantinya akan lebih mudah untuk diingat kembali (recall).
Meski seringkali, pembentukan ingatan perlu melewati proses yang panjang, ada beberapa ingatan yang dapat dengan cepat dan mudah tersimpan (tanpa melalui proses yang panjang). Apa itu? Yaitu stimulasi yang menyertakan rasa. Ya, perasaan. Hati. Dengan perasaan, sebuah stimulus akan lebih cepat menjadi ingatan. Akan lebih mudah pula untuk diingat kembali.
Itulah mengapa, libatkan perasaanmu dalam belajar. Cintai apa yang kamu pelajari. Cintai apa yang sedang kamu kerjakan. Cintai kariermu. Sehingga semua hal yang terasa susah dan berat bisa terasa lebih ringan. Sehingga semua hal yang terasa melelahkan akan menjadi ingatan yang membanggakan.
Ah, satu lagi... waktu tidur yang cukup serta aktifitas fisik yang cukup juga baik untuk konsolidasi memori. Sehingga kemampuan mengingat akan meningkat.
Surabaya, 11 Desember 2017
dr. Achmad Firdaus Sani, Sp.S
ditulis ulang oleh...
stella maris










