Four horseman if the apocalypse

seen from Ukraine

seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from Egypt
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Egypt
seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from Egypt
seen from China
seen from Ukraine
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
Four horseman if the apocalypse
Apa tantangan MEA bagi Indonesia dan bagaimana kesiapan Indonesia dalam menghadapi MEA?
Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia masih mengalami beberapa tantangan baik dari eksternal maupun internal. Tantangan eksternal yang dihadapi antara lain adalah tingkat persaingan perdagangan yang semakin ketat, semakin besarnya defisit neraca perdagangan Indonesia dengan negara ASEAN lainnya, dan bagaimana Indonesia dapat meningkatkan daya tarik investasi. Sementara itu, tantangan internal yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman masyarakat Indonesia mengenai MEA, ketidaksiapan daerah menghadapi MEA, tingkat pembangunan daerah yang masih sangat bervariasi dan kondisi SDM dan ketenagakerjaan Indonesia.
Bagi Indonesia, MEA akan menjadi kesempatan yang baik karena hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan ekspor yang pada akhirnya akan meningkatkan GDP Indonesia. Di sisi lain, muncul tantangan baru bagi Indonesia berupa permasalahan homogenitas komoditas yang diperjualbelikan, contohnya untuk komoditas pertanian, karet, produk kayu, tekstil, dan barang elektronik. Tantangan bagi Indonesia dalam mengahapi MEA, seperti:
- Adanya competition risk Hal ini desebabkan karena banyaknya barang impor yang akan mengalir dalam jumlah banyak ke Indonesia yang akan mengancam industri lokal dalam bersaing dengan produk-produk luar negri yang jauh lebih berkualitas. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan defisit neraca perdagangan bagi Negara Indonesia sendiri. Pada sisi investasi, kondisi ini dapat menciptakan iklim yang mendukung masuknya Foreign Direct Investment (FDI) yang dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi melalui perkembangan teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia (human capital) dan akses yang lebih mudah kepada pasar dunia.
- Memunculkan exploitation risk Indonesia masih memiliki tingkat regulasi yang kurang mengikat sehingga dapat menimbulkan tindakan eksploitasi dalam skala besar terhadap ketersediaan sumber daya alam oleh perusahaan asing yang masuk ke Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah sumber daya alam melimpah dibandingkan negara-negara lainnya. Tidak tertutup kemungkinan juga eksploitasi yang dilakukan perusahaan asing dapat merusak ekosistem di Indonesia, sedangkan regulasi investasi yang ada di Indonesia belum cukup kuat untuk menjaga kondisi alam termasuk ketersediaan sumber daya alam yang terkandung.
- Risiko ketenagakarejaan bagi Indonesia Dari aspek ketenagakerjaan, terdapat kesempatan yang sangat besar bagi para pencari kerja karena dapat banyak tersedia lapangan kerja dengan berbagai kebutuhan akan keahlian yang beraneka ragam. Selain itu, akses untuk pergi keluar negeri dalam rangka mencari pekerjaan menjadi lebih mudah bahkan bisa jadi tanpa ada hambatan tertentu. MEA juga menjadi kesempatan yang bagus bagi para wirausahawan untuk mencari pekerja terbaik sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Dilihat dari sisi pendidikan dan produktivitas Indonesia masih kalah bersaing dengan tenaga kerja yang berasal dari Malaysia, Singapura, dan Thailand serta fondasi industri yang bagi Indonesia sendiri membuat Indonesia berada pada peringkat keempat di ASEAN. Menurut pengamat pasar modal Yanuar Rizky, perhatian pemerintah terhadap sektor usaha kecil dan menengah utuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dianggap belum memadai, mengingat belum adanya kebijakan ekonomi pemerintah yang benar-benar mendukung dan mengarah kesektor usaha kecil dan menengah. Kebijakan masih bersifat ekonomi makro. Untuk menyikapi beragam tantangan tersebut, perlu adanya langkah-langkah strategis yang harus dipersiapkan masyarakat dan pemerintah Indonesia dalam menghadapi MEA antara lain peningkatan daya saing SDM, peningkatan laju ekspor, peningkatan efisiensi pasar barang dan tenaga kerja, reformasi regulasi, perbaikan infrastruktur, reformasi kelembagaan dan pemerintah, peningkatan pendidikan, pelatihan dan keterampilan, penciptaan entreprenerurship society, serta membangun institusi keuangan modern.
Persiapan Indonesia Dalam Menghadapi MEA dilakukan dengan melakukan langkah-langkah Strategis, diantaranya : (Kementrian Sekretariat Negara, 2016).
1. Penyesuaian, persiapan dan perbaikan regulasi baik secara kolektif maupun individual (reformasi regulasi); 2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia baik dalam birokrasi maupun dunia usaha ataupun profesional; 3. Penguatan posisi usaha skala menegah, kecil, dan usaha pada umumnya; 4. Penguatan kemitraan antara sektor publik dan swasta; 5. Menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mengurangi ekonomi biaya tinggi, yang juga merupakan tujuan utama pemerintah dalam program reformasi komprehensif di berbagai bidang seperti perpajakan, kepabeanan, dan birokrasi; 6. Pengembangan sektor-sektor prioritas yang berdampak luas dan komoditi unggulan; 7. Peningkatan partisipasi institusi pemerintah maupun swasta untuk mengimplementasikan AEC Blueprint; 8. Reformasi kelembagaan dan kepemerintahan. Pada hakikatnya AEC Blueprint juga merupakan program reformasi bersama yang dapat dijadikan referensi bagi reformasi di Negara Anggota ASEAN termasuk Indonesia; 9. Penyediaan kelembagaan dan permodalan yang mudah diakses oleh pelaku usaha dari berbagai skala; 10. Perbaikan infrastruktur fisik melalui pembangunan atau perbaikan infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, jalan tol, pelabuhan, revitalisasi, dan restrukturisasi industri.
Bagi tenaga kesehatan sendiri, harus banyak berbenah dalam menghadapi MEA. Peluang dan tantangan yang menghadang harus diterobos (breakthrough) dengan peningkatan mutu dan profesionalisme tenaga kesehatan Indonesia yang dapat dicapai dengan melakukan pelayanan sesuai dengan Standar Profesinya.
Standar Profesi sebagai acuan oleh tenaga kesehatan merupakan persyaratan yang mutlak harus dimiliki. Mengukur kemampuan tenaga kesehatan dapat diketahui dari standar profesi yang harus dipatuhi terlebih lagi apabila dalam penyusunan standar profesi tersebut disusun setelah mengadakan bedah buku dengan profesi yang sama dari negara lain yang berstandar internasional.
Jadi dari paparan yang telah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa Negara Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bisa dikatakan belum siap. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Seperti penyesuaian, persiapan dan perbaikan regulasi sehingga adanya kejelasan standarisasi di tingkat ASEAN; memperbaiki kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan Negara lain dengan menstardarisasi pendidikan dan keterampilan; menumbuhkan budaya wirausaha sehingga dapat menguatkan kualitas Usaha Kecil Menegah; dan lebih gencar mensosialisasikan MEA dan menerapkannya di kehidupan sehari-hari.
Referensi : Kementrian Keuangan. 2014 . Riset Kajian PKRB. (online) http://kemenkeu.go.id/sites/default/files/Kajian%20Daya%20Saing%20dan%20Produktivitas%20Indonesia%20Menghadapi%20MEA.pdf [diakses pada; 8 Maret 2016] Kementrian Sekretariat Negara. 2016. Peluang dan Tantangan Indonesia Pada ASEAN EconomicCommunity 2015. (online) http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=7911 [diakses pada; 8 Maret 2016] Waluyo, Andilalahttp://www.voaindonesia.com/content/berbagai-kalangan-berharap-indonesia-siap-hadapi-mea-2016/3125826 (diakses 8 Maret 2016 pkl 11.00 WIB) Pramadhyta, Safyra. http://www.cnninconesia.com/ekonomi/20150928141436-92-81369/menteri-thomas-resmikan-pusat-informasi-mea/CNNIndonesia Saragih, FD. Tanpa Tahun. Indonesia dan Masyarakat Ekonomi Asean 2015: Peluang dan Tantangan. http://semnas.fisip.ut.ac.id/wp-content/uploads/2015/08/presentasi/Ferdinand_Saragih.ppt (diakses pada 10 Maret 2016) Koesoemo, GS. Tanpa Tahun. Pengaruh Era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015 Terhadap Tenaga Kesehatan Profesional Di Indonesia. http://www.kemangmedicalcare.com/kmc-tips/tips-dewasa/2883-pengaruh-era-mea-masyarakat-ekonomi-asean-2015-terhadap-tenaga-kesehatan-profesional-di-indonesia.html
-Make It Happen!-
Degup kita bergempita bersamaan, sejak di awal pertemuan. Bersamamu, kutumpahkan kepercayaan dan kita pintal dalam harapan. Pun kita dipersatukan dalam ketertarikan. Kesukaan.
Yang kutahu, perjuangan ini akan berat tanpamu. Dan kehadiranmu adalah bagian deru angin yang membangkitkan adrenalinku.
Setiap tempat punya cerita. Seperti pun dengan kita. Aku terjaga. Kamu menjaga. Karena saat aku dan kamu menjadi kita, ada kekuatan tak terkira. Dalam balut cinta.
Kamu, aktor dalam kisah tak terlupakan. Cinta yang berujung kenangan. Membuat indahnya harapan menjadi istimewanya kenyataan. Cause we make our dreams happen. We make it happen. Make it happen.
-dedicated for HAPSA FKM UI 2012: Make It Happen!-