Sebagian besar dari kita, mungkin menduga bahwa isi mushaf Al-Quran pada masa Rasulullah saw. adalah sama dengan saat ini.

seen from Serbia
seen from Saudi Arabia
seen from China
seen from Russia

seen from Ireland

seen from United States
seen from China
seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from Ukraine
seen from Germany
seen from China
seen from Taiwan
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Singapore
seen from China
seen from China
Sebagian besar dari kita, mungkin menduga bahwa isi mushaf Al-Quran pada masa Rasulullah saw. adalah sama dengan saat ini.
T.S.K. 4x4 Zırhlı Muharebe Aracı Hızır patlatma testinden geçti.
T.S.K. 4×4 Zırhlı Muharebe Aracı Hızır patlatma testinden geçti.
Savunmanın “Hızır”ı patlatma testinden geçtiTürk savunma sanayisinde “segmentinin en güçlü muharebe aracı” olarak boy gösteren Hızır 4×4 Taktik Tekerlekli Zırhlı Aracı patlatma testlerinden başarıyla geçti.Bu yıl sınır gözetiminde kullanılmak üzere ilk kez envantere girecek Hızır için çalışmalarını sürüyor.
Hızır, performans ve kabiliyetlerini ispatlamak için bir dizi teste katıldı.
Türk Silahlı…
View On WordPress
Afrin'de son durum ! SON VİDEOLAR...
Afrin’de son durum ! SON VİDEOLAR…
<
blockquote>
ZEYTİNDALI HARAKATI
View On WordPress
Kuka ehtii ensin?
🖋Calligraphy,,, #calligraphy #arabiccalligraphy #name #diacritics #tashkil #harakat #َ #ْ #ٌ #ِ #ّ #ُ (at Riyadh, Saudi Arabia)
#harakat @rhymesselassie
Tajwid
"Tajwid: Pedoman melafalkan Al-Qur'an secara baik dan benar, agar muslim tak keliru dalam mengucapkan Huruf Arab ketika membaca Al-Qur'an."
PENGERTIAN Berikut ini merupakan bentuk penulisan dan cara pengucapan kata Tajwid dalam 3 (tiga) versi bahasa yang berbeda: Bahasa Arab: تجويد {tajwīd} Bahasa Indonesia: tajwid {taj·wid} = intonasi Bahasa Inggris: tajweed {tædʒˈwiːd} = intonation Tajwid adalah aturan, hukum, ilmu dan ketentuan tentang cara pengucapan Huruf Arab secara baik dan benar ketika membaca Al-Qur'an. Secara harfiah, Tajwid bermakna sebagai cara membaca Al-Qur'an dengan lafal atau ucapan yang benar. وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا ... {... wa-rat-ti-lil-qur-'aa-na-tar-tii-laan} ... dan bacalah Al-Qur'an itu dengan tartil (perlahan-lahan). (QS:73.Al-Muzzammil:4) Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an tersebut, telah menunjukkan bahwa petunjuk tentang cara membaca Al-Qur'an secara baik dan benar adalah bersumber dari Allah SWT dan tercantum dalam Al-Qur'an itu sendiri, yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Muhammad SAW pun lalu mengajarkan hal tersebut kepada para sahabatnya, sebagaimana yang telah diajarkan oleh malaikat Jibril kepadanya. Hal tersebut juga telah memunculkan pertanyaan di kalangan para sahabat tentang makna kata Tartil dalam ayat di atas. Berdasarkan jawaban Ali Bin Abi Thalib, makna kata Tartil yang dimaksud adalah: تجويد الحروف ومعرفة توقف {taj-wii-dal-hu-ruuf-wa-ma’-ri-fa-ta-wa-quf} mengucapkan huruf (secara) baik dan mengetahui (bagaimana) berhenti (nya). Di awal kemunculannya, Huruf Arab digunakan dengan tanpa dibubuhi Harakat (Tanda Baca) dan Waqaf (Tanda Berhenti). Demikian pula halnya dengan Al-Qur'an Mushaf Utsmaniah yang disalin pada masa Khalifah Utsman Bin Affan, untuk memberi kebebasan bagi para pembacanya dalam membaca Mushaf tersebut dengan cara mereka sendiri, berdasarkan yang mereka pelajari dari Muhammad SAW dan diucapkan dengan Dialek wilayah asal mereka masing-masing. Hingga pada tahun 1 (satu) dan 2 (dua) Hijriah, yaitu ketika Islam merajai Tanah Arab dengan menaklukkan Roma dan Persia. Penggunaan Bahasa Arab pun semakin meluas, lalu berasimilasi dengan Bahasa dan Dialek dari masing-masing wilayah asal para penggunanya. Hal tersebut telah memunculkan beragam cara pengucapan huruf dan pembacaan kata/kalimat, sehingga sering terjadi perbedaan dan kekeliruan dalam pemahaman makna Al-Qur'an dan Bahasa Arab itu sendiri. Maka atas dasar hal itulah, lalu Abu Aswad Ad-Duali dan Al-Khalil Bin Ahmad Al-Farahidi bersama para Khalifah lainnya merasa tergerak untuk membubuhkan Harakat (Tanda Baca) dan Waqaf (Tanda Berhenti) pada setiap Huruf Arab yang digunakan saat itu, khususnya yang terdapat pada Al-Qur'an Mushaf Utsmaniah. Selanjutnya peristiwa tersebut dianggap sebagai gerakan pelopor penulisan Al-Qur'an beserta Tajwidnya, sehingga menjadikan Tajwid sebagai sebuah ilmu yang dapat dipelajari untuk menghindari kekeliruan cara pengucapan Huruf Arab yang terdapat di dalam Al-Qur'an. Selain itu, peristiwa tersebut juga menjadikan Qiraa'ah sebagai sebuah ilmu yang dapat dipelajari untuk menghindari kekeliruan cara pembacaan kata/kalimat yang terdapat di dalam Al-Qur'an. Dengan demikian, Ilmu Tajwid dan Ilmu Qiraa'ah merupakan ilmu yang dapat dipelajari dan digunakan untuk menghindari kekeliruan dalam memahami makna Al-Qur'an. FUNGSI Fungsi Tajwid adalah sebagai pedoman bagi setiap individu muslim dalam mengucapkan Huruf Arab secara baik dan benar ketika membaca Al-Qur'an. TUJUAN Tujuan Tajwid adalah agar setiap individu muslim dapat mengucapkan Huruf Arab secara baik dan benar ketika membaca Al-Qur'an. STATUS HUKUM Status hukum dalam mempelajari Tajwid sebagai sebuah ilmu adalah Fardhu Kifayah (Kewajiban Kolektif). Mempelajari Ilmu Tajwid merupakan sebuah kewajiban bagi setiap individu muslim yang telah memenuhi syaratnya dan dapat diwakilkan kepada individu muslim lainnnya secara bersama, jika salah satu diantara mereka telah bersedia mempelajari dan sanggup menguasainya, maka kewajiban setiap individu muslim tersebut akan terwakili dan menjadi terpenuhi. Namun, jika tidak ada seorangpun diantara mereka yang bersedia mempelajari dan sanggup menguasainya, maka setiap individu muslim tersebut akan berdosa. Status hukum dalam menerapkan Tajwid sebagai sebuah aturan dasar ketika membaca Al-Qur'an adalah Fardhu 'ain (Kewajiban Individu). Membaca Al-Qur'an sesuai Tajwid merupakan sebuah kewajiban bagi setiap individu muslim yang telah memenuhi syaratnya dan tak dapat diwakilkan kepada individu muslim lainnnya, maka akan berdosalah jika kewajiban tersebut tidak dipenuhinya. KOMPONEN Ilmu Tajwid memiliki beberapa komponen pembelajaran, yaitu: # Saluran keluarnya huruf (Makharijul huruf) # Cara pengucapan huruf (Shifatul huruf) # Hubungan antar huruf (Ahkamul huruf) # Panjang dan pendeknya pengucapan (Ahkamul maddi wal qasr) # Memulai dan menghentikan bacaan (Ahkamul waqaf wal ibtida’) # Al-Khat al-Utsmani HUKUM Ilmu Tajwid memiliki beberapa hukum, yaitu: # Hukum Ta’awuz Basmalah dan Surah # Hukum Nun Sukun dan Tanwin # Hukum Mim Sukun # Hukum Mim Bertasydid dan Nun Bertasydid # Hukum Alif lam ma’rifah # Hukum Idgham # Hukum Mad # Hukum Ra' # Hukum Qalqalah # Hukum Waqaf
Referensi: Dari berbagai sumber. KlikAlam.Com - kindness for all ;)
Harakat
"Harakat: Baris tanda bunyi atau tanda baca pada Huruf Arab, pedoman membaca Tulisan Arab, agar tidak terjadi kesalahan pemahaman makna."
Harakat adalah tanda baca pada Huruf Arab dan kerap dikenal juga sebagai: Baris tanda bunyi, Diakritik (Diacritical {ˌdīəˈkritikəl}), Harakaat حركات {ha-ra-kaat}, Tanda baca, Tasykil تشكيل {tasy-kiil}. Masyarakat Arab terbiasa menggunakan Huruf Arab tanpa disertai Harakat (Huruf Arab Gundul) dalam kesehariannya, sehingga sering terjadi perbedaan pemahaman makna, terutama bagi Masyarakat Non Arab.
Contoh Tulisan Arab: Tanpa Harakat: من الجنة والناس {mana-al-jinna-wan-naas} Dengan Harakat: مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ {minal-jinnati-wan-naas(i)}
Peran Harakat sebagai tanda baca adalah menunjukkan tentang struktur dan organisasi (meliputi intonasi dan jeda) dari sebuah tulisan (berupa huruf/kata/kalimat) berbahasa Arab, yang dapat dilihat saat sebelum membacakan tulisan tersebut. Tujuan penggunaan Harakat adalah untuk: Memudahkan dalam membaca, Memperjelas cara pengucapan, Menghindari kesalahaan pembacaan, Menunjukkan penafsiran arti yang tepat. 11 (sebelas) jenis Harakat: Fathah, Kasrah, Dammah, Tanwin, Sukun, Tasydid, Wasal, Mad, Madda, Mad Fathah, Waqaf. 1. Fathah فتحة {fat-hah} -َ - {a} > Berupa garis diagonal kecil: َ > Ditempatkan di atas sebuah Huruf Arab: -َ - > Menghasilkan bunyi vokal /a/ lafal pendek: {a}
Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Fathah Lafal Pendek: ل + َ = لَ {la} Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لَ {la}
> Ketika sebuah Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ - {a} ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Alif ا {alif} /a/, maka akan menghasilkan bunyi vokal /a/ lafal panjang: {aa}
Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Fathah Lafal Panjang: لَ + ا = لاَ {laa} Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لَ {la}, lalu ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Alif ا {alif} /a/, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لاَ {laa}
2. Kasrah كسرة {kas-rah} -ِ - {i} > Berupa garis diagonal kecil: ِ > Ditempatkan di bawah sebuah Huruf Arab: -ِ - > Menghasilkan bunyi vokal /i/ lafal pendek: {i}
Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Kasrah Lafal Pendek: ل + ِ = لِ {li} Huruf dasar Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Kasrah كسرة {kas-rah} -ِ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لِ {li}
> Ketika sebuah Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Kasrah كسرة {kas-rah} -ِ - {i} ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Ya ي {yāʾ} /y/, maka akan menghasilkan bunyi vokal /i/ lafal panjang: {ii}
Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Kasrah Lafal Panjang: لِ + ي = لِي {lii} Huruf dasar Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Kasrah كسرة {kas-rah} -ِ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لِ {li}, lalu ditempatkan sebelum huruf dasar Ya ي {yāʾ} /y/, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لِي {lii}
3. Dammah ضمة {dham-mah} -ُ - {u} > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Waw و {wāw} /w/ kecil: ُ > Ditempatkan di atas sebuah Huruf Arab: -ُ - > Menghasilkan bunyi vokal /u/ lafal pendek: {u}
Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Dammah Lafal Pendek: ل + َ = لَ {lu} Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Dammah ضمة {dham-mah} -ُ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لَ {lu}
> Ketika sebuah Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Dammah ضمة {dham-mah} -ُ - {u} ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Waw و {wāw} /w/, maka akan menghasilkan bunyi vokal /u/ lafal panjang: {uu}
Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Dammah Lafal Panjang: لُ + و = لُو {luu} Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Dammah ضمة {dham-mah} -ُ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لَ {lu}, lalu ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Waw و {wāw} /w/, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لُو {luu}
4. Tanwin التنوين {at-tan-wiin} atau تَنْوِين {tan-wii-na} -ٌ -ٍ -ً - {an}, {in}, {un} > Berupa garis diagonal, Huruf Dasar Hijaiah Waw و {wāw} /w/ kecil ganda: -ً - -ٍ - -ٌ - > Ditempatkan di atas atau di bawah sebuah Huruf Arab: -ٌ -ٍ -ً - > Menghasilkan bunyi /an/, /in/, /un/ lafal pendek: {an}, {in}, {un} (layaknya sebuah Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Fathah, Kasrah, Dammah Lafal Pendek /a/, /i/, /u/ lafal pendek: {a}, {i}, {u}, ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Nun ن {nūn} /n/) Terdapat 3 (tiga) jenis Tanwin, yaitu: Fathatan, Kasratan dan Dammatan. 1. Fathatan -ً - {an} > Berupa garis diagonal kecil ganda: ً > Ditempatkan di atas sebuah Huruf Arab: -ً - > Menghasilkan bunyi /an/ lafal pendek: {an} (layaknya sebuah Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Fathah Lafal Pendek /a/ lafal pendek: {a}, ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Nun ن {nūn} /n/)
Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Tanwin Fathatan: ل + ً = لً {lan} Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Tanwin Fathatan -ً - {an}, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لً {lan}
2. Kasratan -ٍ - {in} > Berupa garis diagonal kecil ganda: ٍ > Ditempatkan di bawah sebuah Huruf Arab: -ٍ - > Menghasilkan bunyi /in/ lafal pendek: {in} (layaknya sebuah Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Kasrah Lafal Pendek /i/ lafal pendek: {i}, ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Nun ن {nūn} /n/)
Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Tanwin Kasratan: ل + ٍ = لٍ {lin} Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Tanwin Kasratan -ٍ - {in}, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لٍ {lin}
3. Dammatan -ٌ - {un} > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Waw و {wāw} /w/ kecil ganda: ٌ > Ditempatkan di atas sebuah Huruf Arab: -ٌ - > Menghasilkan bunyi /un/ lafal pendek: {un} (layaknya sebuah Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Dammah Lafal Pendek /u/ lafal pendek: {u}, ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Nun ن {nūn} /n/)
Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Tanwin Dammatan: ل + ٌ = لٌ {lun} Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Tanwin Dammatan -ٌ - {un}, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لٌ {lun}
5. Sukun سکون {su-kuun} -ْ - > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Ha ه {hāʾ} /h/ kecil: ْ > Ditempatkan di atas sebuah Huruf Arab: -ْ - > Menghasilkan bunyi konsonan (huruf mati)
Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Sukun Lafal Konsonan: مَ + دْ = مَدْ {mad} Huruf Dasar Hijaiah Mim م {mīm} /m/ dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi مَ {ma}, lalu ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Dal د {dāl} /d/ dengan Harakat Sukun سکون {su-kuun} -ْ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi دْ {d}, maka bentuk penggabungan tulisan dan bunyinya akan menjadi مَدْ {mad}
> Ketika sebuah Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ - {a} ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Waw و {wāw} /w/ dengan Harakat Sukun سکون {su-kuun} -ْ -, maka akan menghasilkan bunyi {au}
Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Sukun Lafal {au}: نَ + وْ = نَوْ {nau} Huruf Dasar Hijaiah Nun ن {nūn} /n/ dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi نَ {na}, lalu ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Waw و {wāw} /w/ dengan Harakat Sukun سکون {su-kuun} -ْ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi وْ {w}, maka bentuk penggabungan tulisan dan bunyinya akan menjadi نَوْ {nau}
> Ketika sebuah Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ - {a} ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Ya ي {yāʾ} /y/ dengan Harakat Sukun سکون {su-kuun} -ْ -, maka akan menghasilkan bunyi {ai}
Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Sukun Lafal {ai}: لَ + يْ = لَيْ {lai} Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لَ {la}, lalu ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Ya ي {yāʾ} /y/ dengan Harakat Sukun سکون {su-kuun} -ْ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi يْ {y}, maka bentuk penggabungan tulisan dan bunyinya akan menjadi لَيْ {lai}
6. Tasydid تشديد {tasy-diid} -ّ - > Kerap dikenal juga sebagai Syaddah شدة {syad-dah} > Berupa Huruf Latin W kecil atau kepala Huruf Dasar Hijaiah Sin س {sīn} /s/: ّ > Ditempatkan di atas sebuah Huruf Arab: -ّ - > Menghasilkan bunyi konsonan (huruf mati) ganda
Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Tasydid: شَ + دّ = شَدّ {syadda} Huruf Dasar Hijaiah Syin ش {šyīn} /sy/ dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi شَ {sya}, lalu ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Dal د {dāl} /d/ dengan Harakat Tasydid تشديد {tasy-diid} -ّ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi دّ {dda}, maka bentuk penggabungan tulisan dan bunyinya akan menjadi شَدّ {syadda}
7. Wasal وصلة {wash-la} --ٱ > Kerap dikenal juga sebagai Alif Wasal atau Hamzah Wasal > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Alif ا {alif} /a/ dengan penambahan tanda yang menyerupai kepala Huruf Dasar Hijaiah Shad ص {ṣād} /sh/ kecil di atasnya: صـ > Ditempatkan di awal kata: --ٱ > Menghasilkan bunyi vokal /a/ lafal pendek: {a}, jika ditempatkan di awal kata dan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/ > Menghasilkan bunyi vokal /i/ lafal pendek: {i}, jika ditempatkan di awal kata dan sebelum Huruf Dasar Hijaiah selain Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/, yang Huruf Dasar Hijaiah sesudahnya (Huruf Dasar Hijaiah ke-3 dari sisi kanan, setelah Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/) dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ - {a} atau Kasrah كسرة {kas-rah} -ِ - {i} > Menghasilkan bunyi vokal /u/ lafal pendek: {u}, jika ditempatkan di awal kata dan sebelum Huruf Dasar Hijaiah selain Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/, yang Huruf Dasar Hijaiah sesudahnya (Huruf Dasar Hijaiah ke-3 dari sisi kanan, setelah Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/) dengan Harakat Dammah ضمة {dham-mah} -ُ - {u}, kecuali: ٱبْنُ {ib-nu} (QS:3.Ali 'Imran:45) ٱمْرُؤٌا۟ {im-ru-un} (QS:4.An-Nisaa:176) ٱقْضُوٓا۟ {iq-dhuu} (QS:10.Yunus:71) ٱمْضُوا۟ {im-dhuu} (QS:15.Al-Hijr:65) ٱبْنُوا۟ {ib-nuu} (QS:18.Al-Kahfi:21) ٱسْمُ {is-mu} (QS:22.Al-Hajj:40) ٱمْشُوا۟ {im-syuu} (QS:38.Shaad:6)
Contoh kata dengan Harakat Wasal {a}: ٱلْحَمْدُ {al-ham-du} (QS:1.Al-Fatihah:2), ٱلرَّحِيمِ {ar-ra-hii-mi} (QS:1.Al-Fatihah:3) Contoh kata dengan Harakat Wasal {i}: ٱصْلَوْهَا {is-law-ha} (QS:36.Yaa Siin:64), ٱهْدِنَا {ih-di-naa} (QS:1.Al-Fatihah:6) Contoh kata dengan Harakat Wasal {u}: ٱنظُرْ {un-zhur} (QS:4.An-Nisaa:50)
Alif Lam Ma'rifah > Alif Wasal yang ditempatkan di awal kata dan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/ > Kerap digunakan pada kata yang bermakna nama (isim) > Terdapat 2 (dua) jenis Alif Lam Ma'rifah, yaitu: 1. Alif Lam Qamariah > Alif Lam Ma'rifah yang Huruf Dasar Hijaiah sesudahnya (Huruf Dasar Hijaiah ke-3 dari sisi kanan, setelah Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/) merupakan 14 Huruf Dasar Hijaiah berikut ini:
1 Alif ا {alif} /a/ atau Hamzah ء {hamzah} /ʾ/ 8 Fa ف {fāʾ} /f/ 2 Ba ب {bāʾ} /b/ 9 Qaf ق {qāf} /q/ 3 Jim ج {jīm} /j/ 10 Kaf ك {kāf} /k/ 4 Ha ح {ḥāʾ} /h/ 11 Mim م {mīm} /m/ 5 Kha خ {khāʼ} /kh/ 12 Ha ه {hāʾ} /h/ 6 Ain ع {‘ayn} /‘/ 13 Waw و {wāw} /w/ 7 Ghain غ {ġhayn} /gh/ 14 Ya ي {yāʾ} /y/
> Berasal dari Bahasa Arab, yaitu ﺍﻟﻘﻤﺮ {al-qa-mar} yang berarti bulan > Menghasilkan bunyi yang jelas, yaitu vokal /a/ dan konsonan /l/ lafal pendek: {al}
ٱلإنسان {al-insaan} atau ٱلبقرة {al-baqarah}
2. Alif Lam Syamsiah > Alif Lam Ma'rifah yang Huruf Dasar Hijaiah sesudahnya (Huruf Dasar Hijaiah ke-3 dari sisi kanan, setelah Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/) merupakan 14 Huruf Dasar Hijaiah berikut ini:
1 Ta ت {tāʾ} /t/ 8 Syin ش {šyīn} /sy/ 2 Tsa ث {ṯsāʾ} /ts/ 9 Shad ص {ṣād} /sh/ 3 Dal د {dāl} /d/ 10 Dhad ض {ḍād} /dh/ 4 Dzal ذ {ḏzāl} /dz/ 11 Tha ط {ṭāʾ} /th/ 5 Ra ر {rāʾ} /r/ 12 Zha ظ {ẓāʾ} /zh/ 6 Zay ز {zāy} /z/ 13 Lam ل {lām} /l/ 7 Sin س {sīn} /s/ 14 Nun ن {nūn} /n/
> Berasal dari Bahasa Arab, yaitu ﺍﻟﺸﻤﺴﻴﻪ {asy-syam-siah} yang berarti matahari > Menghasilkan bunyi yang melebur kepada Huruf Dasar Hijaiah sesudahnya (Huruf Dasar Hijaiah ke-3 dari sisi kanan, setelah Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/), yaitu vokal /a/ dan tidak melafalkan konsonan /l/, namun langsung melebur pada konsonan berikutnya /.../ lafal pendek: {a...}.
ٱلصرط {as-shiraat}
8. Mad المد {al-madd} ا ,-و- dan ي- > Secara harfiah bermakna melanjutkan atau melebihkan > Secara istilah bermakna tanda bunyi panjang > Secara tajwid bermakna memanjangkan suara dengan lanjutan menurut kedudukan salah satu dari huruf mad > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Alif Saktah (Berbaris Mati): ا > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Waw Saktah (Berbaris Mati): و > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Ya Saktah (Berbaris Mati): ي > Ditempatkan bersambungan di akhir (setelah) sebuah Huruf Arab: ا ,-و- dan ي- > Menghasilkan bunyi vokal /a/, /i/, /u/ lafal panjang: {aa}, {ii}, {uu} > Panjang pendeknya lafal Mad, diukur dengan menggunakan harakat > Terdapat 2 (dua) bagian mad, yaitu Mad Asli dan Mad Far'i
Contoh huruf dasar dengan Harakat Mad : ف {fāʾ}, فا {faa}, في {fii}, فو {fuu} Huruf Dasar : Fa ف {fāʾ} /f/ Mad Alif : ف + ا = فا {faa} Mad Ya : ف + ي = في {fii} Mad Waw : ف + و = فو {fuu}
9. Madda مدة {mad-da} آ > Secara harfiah bermakna perpanjangan > Berupa tanda gelombang kecil ~, yang berada di atas Huruf Dasar Hijaiah Alif ا {alif} /a/: ا: آ > Ditempatkan sebelum atau sesudah sebuah Huruf Arab: آ > Menghasilkan bunyi vokal /a/ lafal panjang: {aa}
Contoh kata dengan Harakat Madda: آمنوا {aamanuu}
10. Mad Fathah -ٰ- > Kerap dikenal juga sebagai Alif Khanjariah ألف خنجرية {a-lif-khan-ja-ri-ya} > Berupa garis vertikal atau Huruf Dasar Hijaiah Alif ا {alif} /a/: ا kecil: ٰ > Ditempatkan di atas sebuah Huruf Arab: -ٰ- > Menghasilkan bunyi vokal /a/ lafal panjang: {aa}
Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan harakat Alif Khanjariah: الله {allaah}
11. Waqaf > Secara harfiah bermakna penghentian sebentar (waktu membaca kalimat dsb); jeda > Secara istilah bermakna berhenti atau menahan > Secara tajwid bermakna menghentikan bacaan sejenak untuk bernapas, dengan cara memutuskan suara di akhir perkataan dan dengan niat ingin menyambungkan kembali bacaan Terdapat 4 (empat) jenis Waqaf, yaitu: 1. Waqaf Sempurna ﺗﺂﻡّ {taamm} > Menghentikan bacaan secara sempurna > Tidak memutuskan bacaan di tengah-tengah ayat > Tidak memengaruhi arti dan makna bacaan > Tidak berkaitan dengan ayat yang sebelum/sesudahnya 2. Waqaf Memadai ﻛﺎﻒ {kaaf} > Menghentikan bacaan secara sempurna > Tidak memutuskan bacaan di tengah-tengah ayat > Memengaruhi arti dan makna bacaan > Berkaitan dengan ayat yang sebelum/sesudahnya 3. Waqaf Baik ﺣﺴﻦ {hasan} > Menghentikan bacaan secara baik > Tidak memutuskan bacaan di tengah-tengah ayat > Tidak memengaruhi arti dan makna bacaan > Berkaitan dengan ayat yang sebelum/sesudahnya 4. Waqaf Buruk ﻗﺒﻴﺢ {qabiih} > Menghentikan bacaan secara tidak sempurna > Memutuskan bacaan di tengah-tengah ayat > Memengaruhi arti dan makna bacaan > Berkaitan dengan ayat yang sebelum/sesudahnya Terdapat 14 (empat belas) jenis tanda waqaf, yaitu: 1. Tanda Waqaf Lazim مـ > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Mim م {mīm} /m/ kecil: مـ > Bermakna berhenti di akhir kalimat sempurna 2. Tanda Waqaf Mutlaq ﻁ > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Tha ط {ṭāʾ} /th/ kecil: ﻁ > Bermakna haruslah berhenti 3. Tanda Waqaf Jaiz ﺝ > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Jim ج {jīm} /j/ kecil: ﺝ > Bermakna lebih baik berhenti seketika di sini, walaupun diperbolehkan juga untuk tidak berhenti 4. Tanda Waqaf Zha ﻇ > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Zha ظ {ẓāʾ} /zh/ kecil: ﻇ > Bermakna lebih baik tidak berhenti 5. Tanda Waqaf Murakhkhas ﺹ > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Shad ص {ṣād} /sh/ kecil: ﺹ > Bermakna lebih baik tidak berhenti, namun diperbolehkan berhenti saat darurat tanpa mengubah makna 6. Tanda Waqaf Shad-Lam-Ya ﺻﻠﮯ > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Shad ص {ṣād} /sh/ dan Lam ل {lām} /l/ beserta Ya ي {yāʾ} /y/ kecil: ﺻﻠﮯ > Bermakna lebih baik meneruskan bacaan 7. Tanda Waqaf Qaf ﻕ > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Qaf ق {qāf} /q/ kecil: ﻕ > Bermakna lebih baik meneruskan bacaan, walaupun diperbolehkan juga untuk berhenti 8. Tanda Waqaf Shad-Lam ﺼﻞ > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Shad ص {ṣād} /sh/ dan Lam ل {lām} /l/ kecil: ﺼﻞ > Bermakna lebih baik berhenti, walaupun kadang kala boleh juga untuk diteruskan 9. Tanda Waqaf Qif ﻗﻴﻒ > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Qaf ق {qāf} /q/ dan Ya ي {yāʾ} /y/ beserta Fa ف {fāʾ} /f/ kecil: ﻗﻴﻒ > Bermakna berhenti! 10. Tanda Waqaf Saktah س > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Sin س {sīn} /s/ kecil: س > Bermakna berhenti seketika, tanpa mengambil napas baru untuk meneruskan bacaan 11. Tanda Waqaf Waqfah ﻭﻗﻔﻪ > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Waw و {wāw} /w/ dan Qaf ق {qāf} /q/ beserta Fa ف {fāʾ} /f/ juga Ha ه {hāʾ} /h/ kecil: ﻭﻗﻔﻪ > Bermakna berhenti lebih lama, tanpa mengambil napas baru untuk meneruskan bacaan 12. Tanda Waqaf Laa ﻻ > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Lam Alif لا {lām-alif} kecil: ﻻ > Bermakna jangan berhenti! > Jika tanda ini berada di pertengahan ayat, maka bermakna tidak dibenarkan untuk berhenti > Jika tanda ini berada di penghujung ayat, maka bermakna boleh berhenti atau tidak 13. Tanda Waqaf Kathaalik ﻙ > Berupa Huruf Dasar Hijaiah Kaf ك {kāf} /k/ kecil: ﻙ > Bermakna serupa dengan waqaf yang sebelumnya muncul 14. Tanda Waqaf Muraqabah atau Ta'anuq (Terikat) ... ... > Berupa 3 (tiga) titik yang membentuk segitiga kecil: ... > Tanda ini akan muncul sebanyak 2 (dua) kali dimana-mana saja > Bermakna harus berhenti di salah satu tanda tersebut > Jika sudah berhenti pada tanda pertama, tidak perlu berhenti pada tanda kedua dan sebaliknya
Referensi: Diolah dari berbagai sumber. KlikAlam.Com - kindness for all ;)