#30HariMenulisSuratCinta – Hari 25
Dear anak-anak-anak-anak-anak ku… #obsesimahmudanaklima #syukursyukurAllahkasihkembar #aamiin
Suatu saat kalian akan baca kelakuan Ummi-mu sebelum ketemu Abii, via Tumblr ini. Tidak ada yang Ummi hapus, kok, malah mau Ummi ceritakan secara gamblang agar kelak kalian bisa memilah dan menyaring, apa-apa saja yang bisa kalian contoh dari Ummi-mu yang…ya gitu weh~ Hahaha semoga ada yaa :)
Bismillah…
Manusia adalah tempat segala usaha dan Allah menjadi satu-satunya penentu buah dari semua yang dikerjakan. Kalian sudah masuk dalam perencanaan Ummi, semoga Allah ridho dan menitipkan kalian bergantian sepanjang hidup Ummi. Gantian ya, atuh jangan keroyokan berlima. Ummi-mu ini walaupun staminanya laki, tidak didukung penuh dengan postur tubuh yang mumpuni. Anggap saja ini bentuk compact, praktis dibawa kemana-mana dan hemat tempat (juga hemat bahan kalau bikin baju, wk).
Semoga Allah ridho. Semoga Allah ridho. Semoga Allah ridho. Aamiin.
Haruskah Ummi sembunyi barang beberapa waktu setelah melahirkan kalian? Mana tau kalian malu punya Ummi yang agak ajaib. Hahaha. Ummi ceritakan secara singkat bagaimana Ummi bisa menjadi Ummi yang lebih baik dari yang sebelumnya. Jauh sebelum kalian dilahirkan.
Pertama, ayo kita doakan sahabat Ummi, si Apel Merah, yang mengenalkan Ummi dengan buku yang baik. Semoga beliau Allah sehatkan jasmaninya dan Allah lancarkan segala hajatnya, aamiin.
Ada satu halaman di buku ini yang benar menyentuh hati Ummi, berikut Ummi kutip…
Al Ghazali berkata dalam Ihya Ulum al Din, “Jika ada orang yang melampaui batas dalam kemaksiatan, lalu mengangkat tangan dan berdoa, ’Duh Tuhanku,’ maka suaranya akan ditutup oleh malaikat dari pertama…kedua…ketiga…sampai keempat. Kemudian Allah menegur, ‘Sampai kapan kau akan menutup suara hamba-Ku. Dia tahu tak ada yang bisa mengampuni doa selain Aku. Maka saksikanlah, wahai malaikat-malaikat-Ku, sungguh Aku telah mengampuninya” (Abdurrahman al-Shafawi, Nuzhat al-Majalis wa Muntakhab al-Nafais, Multaqa Ahl al-Atsar, hal.40)
Menurut Masgun dalam buku Lautan Langit, orang baik itu ada dua jenis. Yang pertama, ialah dia yang baik, tinggal di lingkungan yang baik, dikelilingi orang baik, dan dididik dengan baik; yang kedua, ialah dia yang biasa saja, tumbuh di lingkungan yang tidak baik, tobat, dan berusaha menjadi baik. Ummi-mu hari ini jenis yang kedua dan Ummi bahagia karena tobat umatNya diharga tinggi sekali. Ummi luluh, bagaimana Ummi tidak tunduh pada Allah Yang Maha Segala? Walau Ummi masih banyak kurang bahkan melenceng, kadang, tapi Allah tetep tarik Ummi lurus, Allah begitu sayang.
Karena preman tobat jauh lebih baik dari mantan ustadz. Gak sih, mendingan ustadz yang gak pernah jadi preman. -_-
Dicap preman tobat semoga tidak menjadi momok menakutkan, hahaha [Percayalah, Nak, menjadi seperti sekarang bukan perkara mudah. Godaannya jauh lebih Jahannam dibanding setan yang ada di tempat dugem. Walaupun Ummi sendiri gak pernah (dan gak berminat) ke tempat dugem. :| ]. Tugas Ummi hanya satu, menjaga kalian tetap menjadi apa yang Allah mau. Dosa itu manusiawi karena sebagai makhluk, kitalah tempat segala alpa dan cela. Pun Ummi yang masih banyak harus belajar agama. Kalian hanya titipan dari Allah Yang Maha Baik, jadi Ummi akan menjanjikan penjagaan kalian dengan hal-hal yang baik.
Nak, walaupun surga kelak diselip di telapak kaki Ummi, semasih kalian hidup berdasar hadits berpegang Qur’an, kemana pun kalian Ummi belajar ikhlaskan.
Udah sih itu aja yang mau Ummi sampaikan. Ummi tulis surat ini ketika badan Ummi masih seksi, sebelum badan Umi digadai untuk kalian kurang lebih Sembilan bulan. Inget, ganti-gantian ya. Ummi Cuma takut gak muat aja. :|
Jangan tanya Abii kemana karena sampai Ummi selesai menulis surat, Ummi pun belum dijemput Abii. Anggap saja Abii nunggu Ummi lekas skripsi, jadi kalian belum kami jemput satu persatu di kamar. (?)
Dien Anugrah Putri, calon Ummi-kalian ketika masih single.