“Aku yang Selalu Menyembuhkan"
Aku terlalu sering disebut kuat, hingga tak ada yang sadar, betapa lelahnya aku menjadi tempat orang lain pulang, tanpa pernah punya tempat untuk kembali.
Aku belajar membaca luka orang lain, bahkan sebelum mereka mengaku terluka, karena aku tahu rasanya berjalan sendiri, dengan hati yang penuh retakan.
Mereka datang padaku bukan karena cinta, tapi karena mereka tahu, aku pandai mengumpulkan serpihan mereka, meski serpihanku sendiri tercecer entah di mana.
Dan aku terus tinggal, bukan karena aku tidak bisa pergi, tapi karena aku terbiasa mengira, bahwa tugasku adalah memperbaiki semua orang—bahkan yang tak pernah berniat sembuh.
Namun kini aku mulai mengerti: Aku bukan rumah sakit bagi hati yang tak mau pulih. Aku bukan perban untuk luka yang ingin tetap berdarah. Aku bukan obat untuk jiwa yang menolak dewasa.
Aku hanyalah seseorang yang juga ingin dicintai, tanpa harus menjadi penyembuh terlebih dulu.
Dan perlahan aku sedang belajar, bahwa menyelamatkan diriku sendiri bukanlah suatu dosa, melainkan panggilan pulang yang sudah terlalu lama aku abaikan.
- skyofapril (01-12-2025)












