Ternyata di Indonesia tentang vaksin tuh, selalu menjadi perdebatan sengit yaa. Banyak yang menolak secara frontal, padahal vaksin sudah mendapatkan persetujuan dari MUI. Dan dari segi kesehatan, tidak ada perdebatan tentangnya. Aku sering berkoar-koar untuk ayo vaksin di media sosial lain seperti FB. Tapi banyak juga yang menentang mati-matian dan berusaha mempengaruhi orang lain juga untuk tidak vaksin menggunakan dalil atau side bad effect dari vaksin padahal yang ngomong bukan professional kesehatan atau ahli fiqih. Nah, ini yang tidak aku suka. Dan aku sangat appreciate, untuk orang-orang yang berkampanye tentang vaksin walaupun dia bukan orang kesehatan 😊
But, di tulisan kali ini aku tidak mau menjelaskan tentang vaksin adalah bla bla, manfaat bla bla, karena sudah banyak para ahli yang menjelaskannya.Makanya, aku sekarang mau menceritakan tentang vaksin pertama kali aku setelah dewasa. Saya dan teman-teman lainnya juga vaksin kok. Jadi, kami tidak sekedar "kaburo maktan indallahi antaquluu maalaa taf‘aluun” (Sangatlah besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan; QS As-Shaf ayat 3).
Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai vaksin, lihatlah bagan vaksinasi dewasa ini terlebih dahulu.
Jadi udah pada vaksinasi apa aja setelah dewasa? Kalau dari bagan tersebut, aku berencana untuk vaksinasi Hepatitis B dan HPV. Alasannya karena dua vaksin tersebut bisa mencegah kanker. Ada beberapa jenis kanker yang bisa timbul karena virus dan vaksin tersebut dapat mencegah dari kanker hati dan serviks. Tapi, aku baru mulai dengan vaksinasi Hepatitis B. Vaksinasi Hepatitis B, menurut aku saat ini urgent buat diri sendiri karena menyangkut keselamatan profesi sehari-hari. Malah ini bisa dibilang terlambat karena harusnya ketika aku memasuki pra klinik juga sebenarnya sudah harus vaksin. Ini bahkan sampai profesi aja belum vaksin.
Dimulai dari aku ke laboratorium prodia untuk ambil sample darah buat di cek, aku ini sudah terpapar atau belum dari hep b. Ditahap ini aku melakukan cek HbsAg, Anti-HBs, dan Anti-HBc Ig M. Kalau buat yang mau vaksin, bisa cukup dengan test HbsAg aja. Karena dokter klinik yang memvaksinasi cuma minta hasil HbsAg yang non reaktif/negatif. Nah, karena pemeriksaan ini bersifat mandiri maka yang perlu diperhatikan adalah biaya. Di Prodia, pemeriksaan HBsAg biayanya 189.000, Anti HBs 215.000, dan Anti HBc 416.000. Setiap tempat, memiliki harga yang berbeda-beda. Sesuai dengan prinsip ekonomi, maka carilah tempat yang paling murah. Kalau di DKI Jakarta, untuk Ibu Hamil wajib melakukan test HBsAg dan test anti HIV dan ini biayanya digratiskan dan kalau pun bayar, itu pasti udah murah banget.Dan kalau di tempat pelayanan kesehatan milik pemerintah, juga punya aturannya sendiri. Tapi hikmahnya diperiksa-in ketiga itu, jadi tahu kondisi kesehatan kita. Karena saya ingin lihat apakah saya pernah terpapar kemudian sembuh dengan sendiri, ataukah masuk ke dalam tahap yang akut.
HBsAg (antigen permukaan hepatitis B) adalah penanda serologi pertama yang muncul dalam infeksi akut baru, yang dapat dideteksi sedini 1 minggu dan hingga akhir 9 minggu, dengan rata-rata satu bulan setelah terpapar virus hepatitis B ( HBV). Semua orang yang secara spontan sembuh dari infeksi akan mendapatkan hasil tes negatif atau nom reaktif HBsAg dan DNA HBV sekitar 15 minggu setelah munculnya gejala.
Anti-HBs atau HBsAb (antibodi permukaan hepatitis B) - ini menjadi terdeteksi pada tes darah setelah hilangnya HBsAg pada orang yang mampu menyingkirkan virus dan menghindari infeksi kronis. Kehadiran anti-HBs setelah infeksi akut baru umumnya menunjukkan pemulihan dan seseorang ini kemudian dilindungi (atau "kebal") dari infeksi ulang dengan hepatitis B.
Anti-HBc atau HBcAb (hepatitis B core antibody) - tes darah ini tetap positif atau reaktif tanpa batas sebagai penanda infeksi HBV masa lalu.
HBeAg (hepatitis B e-antigen) umumnya terdeteksi pada pasien dengan infeksi akut baru; Kehadiran HBeAg dikaitkan dengan tingkat DNA HBV yang lebih tinggi sehingga adanya peningkatan penularan.
IgM anti-HBc - hasil tes darah positif atau reaktif menunjukkan seseorang memiliki infeksi hepatitis B akut yang baru. IgM anti-HBc umumnya terdeteksi pada saat gejala muncul dan menurun ke tingkat sub-terdeteksi dalam 6 - 9 bulan. Catatan: Eksaserbasi akut pada infeksi HBV kronis juga dapat menghasilkan hasil tes IgM anti-HBc positif.
IgG anti-HBc - tes darah ini tetap positif atau reaktif tanpa batas sebagai penanda infeksi HBV masa lalu.
Sehingga dapat disimpulkan dari grafik dan penjelasan profile hep b tersebut
HBsAg non reaktif/negatif; Anti HBc non reaktif/negatif; Anti HBs non reaktif/negatif, maka orang ini dikatakan belum terpapar virus atau normal.
HBsAg non reaktif/negatif; Anti HBc reaktif/positive; Anti HBs non reaktif/negatif, maka dikatakan orang ini telah terinfeksi dan dalam tahap akut serta dapat menularkan. Bila tidak ditangani dapat fase akut dapat menjadi ke tahap yang kronik.
HBsAg non reaktif/negatif; Anti HBc reaktif/positive; Anti HBs reaktif/positive, maka dapat dikatakan orang ini pernah terinfeksi hep b tetapi telah sembuh sehingga memiliki antibody hep b.
HBsAg non reaktif/negatif; Anti HBc non reaktif/negatif; Anti HBs reaktif/positif, maka dapat dikatakan orang ini memiliki antibody atau kekebalan terhadap virus hep b walaupun dia belum pernah terpapar virus hep b. Ini ditemukan pada hasil pada seseorang yang telah berhasil divaksinasi 🎊
Setelah diambil darahnya, hasil pemeriksaan dapat diambil satu hari setelahnya. Jadi hasil pemeriksaannya dikirimkan juga melalui email. Dan hardcopy hasil pemeriksaan bisa diambil setelah jam 3 sore. Nah, jam 12 siang hasil pemeriksaan softcopynya sudah masuk ke email. Aku deg-deg an banget ngeliatnya, ga berani lihat hasilnya. Tapi akhirnya aku beranikan diri untuk lihat hasilnya sambil mengucapkan Bismillah, aku liat sambil matanya ngintip-ngintip.
Alhamdulillah, semuanya non reaktif 😭
Karena hasilnya semuanya negatif, maka sangat dianjurkan untuk vaksin. Berikut rekomendasi bila sudah ada hasilnya :
Hikmah dari kita melakukan apapun itu pemeriksaan atau screening adalah Early Detection, Saves Lives.
Untuk vaksinasi ini, yang perlu diperhatikan adalah biaya, tempat, waktu dan suhu badan.
Kalau aku lebih memilih Tempat Vaksinasi yang nyaman, dekat, dan tidak ngantri. Makanya aku menetapkan pilihan pada Klinik Satelit UI (Semacam Puskesmasnya UI). Sepi banget ya guys, apalagi di liburan mahasiswa😆 Kalau udah ga liburan, paling yang datang pasiennya, mahasiswa kurang tidur jadi sakit, diare, sama lemes. Dan sepertinya belum banyak yang tahu juga kalau klinik satelit UI terbuka untuk umum.
Vaksin ke dua tanggal 10 September
Waktu, karena ada beberapa vaksin yang dia justru kontradiksi atau tidak boleh dilakukan di waktu tertentu. Seperti vaksin yang sedang hits sekarang vaksin MR. Vaksin MMR, varicella tidak boleh dilakukan pada ibu hamil, kondisi imunokompremais, pasien HIV dengan TCD4+ <200sel/uL. Jadi, vaksin harus dilakukan sebelum dia hamil, saat sehat atau TCD4+ nya >200sel/uL. Kemudian bila mau vaksin HPV, efektifnya sebelum dia menikah atau aktif secara seksual. Vaksin HPV di suntik 3x dengan jarak 0, 2 dan 6. Jadi dia butuh 9 bulan sebelum dia menikah dan vaksin HPV efektifnya diusia 19-26 tahun. Enaknya juga bila masih perawan, kita tidak perlu melalukan pap smear. Kalau sudah pernah berhubungan seksual maka sebelum vaksin harus periksa pap smear terlebih dahulu. Karena bisa saja sudah terkena HPV dan menuju stadium lanjut kanker serviks. Kalau sudah terkena maka fokusnya ke pengobatan bukan pencegahan lagi. Sedangkan untuk hep b, dia butuh waktu 8 bulan sebelum terbentuk sempurnanya antibody. Dengan 3x suntik dalam rentang 0,1 dan 6 bulan. Nah, yang mau pergi haji atau umroh akan divaksin meningitis, antibody meningitis akan terbentuk setelah 10-14 hari setelah penyuntikan. Jadi, jangan besok berangkat hari ini baru vaksin. Jadi managementlah waktu vaksinasi dengan baik.
Biaya Vaksin, karena setiap jenis vaksin dan tempat kita vaksin berbeda-beda harganya. Vaksin hepatitis b di klinik satelit UI untuk sekali suntik dikenakan biaya 137.000. Sedangkan hepatitis b perlu 3x suntik jadi total 411.000. Kalau terdaftar sebagai mahasiswa UI aktif cuma dikenakan biaya 108.000 untuk sekali suntik. Nah, kalau vaksin HPV (Gardasil), sekali suntik bisa 890.000. Nah tinggal dikalikan 3 tuh untuk keseluruhan biaya vaksin kalau yang mau vaksin HPV.
Suhu Badan, tunda vaksin bila terjadinya demam. Demam bila suhu >37,4 C. Karena bila sedang demam, itu menandakan tubuh sedang infeksi. Antibody sedang sibuk melawan penyakit. Jadi, jangan ditambahkan dengan masuknya virus baru.
Setelah vaksinasi, maka selanjutnya kita tetap harus hidup sehat. Jangan misalkan mentang-mentang udah vaksin HPV, tapi malah free sex dan tidak setia terhadap pasangan. Yaa sama aja boong dong vaksinasinya. Intinya sama aja sih pasca dengan pra vaksinasi yaitu tetap pemeriksaan dan screening. Kalau vaksin Hep B, dilihat lagi titer antibodynya masih cukup atau enggak. Kalau titer antibodynya enggak cukup, maka vaksinasi ulang. Dan yang tidak boleh dilupakan bertawakal kepada Allah. Karena kita sudah berikhtiar untuk bisa hidup sehat.
Allahumma ‘afini fi badani. Allahumma ‘afini fi sam’i. Allahumma ‘afini fi bashari
Mencegah lebih baik daripada mengobati.