"Ah, anak gue lagi fit kok, gak usah vaksin dulu lah."
"Nanti aja deh kalau udah agak gedean, gak tega lihat dia nangis pas disuntik."
Saya paham kok moms. Sebagai orang tua, lihat si kecil menangis saat disuntik memang bikin hati ikut teriris. Tapi, mari kita tarik napas sejenak dan lihat dari sisi yang berbeda.
Vaksin itu "Bekal," bukan "Obat"
Bayangin kita sedang kasih bekal si kecil buat petualangan besarnya. Vaksin bukan obat untuk menyembuhkan penyakit, tapi bekal perlindungan. Kita gak mau anak kita sakit, jadi kita beri dia "baju pelindung" (antibodi) supaya pas dia ketemu kuman di luar sana, tubuhnya sudah tahu cara melawannya.
Apa aja yang sedang kita cegah?
Banyak penyakit yang kelihatannya sudah jarang, tapi faktanya masih ada di sekitar kita loh moms. Imunisasi membantu melindungi si kecil dari:
Musuh Klasik: Campak, Rubella, Polio, TBC.
Musuh yang Berbahaya: Diare berat (Rotavirus), Batuk Rejan (Pertusis), Tetanus.
Penyakit Lingkungan: Hepatitis, Influenza, hingga Flu Singapura (HFMD).
Habis imunisasi Anak jadi sedikit rewel, demam ringan, atau area suntikan nyeri? Itu tanda yang sangat normal kok. Artinya, sistem imun si kecil sedang "berlatih" dan membentuk benteng pertahanan.
Pesan untuk semua orang tua hari ini:
Jangan nunggu sakit. Vaksin bekerja paling efektif saat anak dalam kondisi prima.
Terlewat jadwal? Bukan masalah. Jangan merasa bersalah! Kita bisa langsung susun "imunisasi kejar" bersama dokter spesialis anak.
Investasi jangka panjang. Apa yang kita berikan sekarang adalah bekal kesehatan mereka sampai dewasa nanti.
"Menjaga kesehatan anak adalah perjalanan yang panjang, dan imunisasi adalah sahabat terbaik kita di sepanjang perjalanan tersebut." — dr. Nathalie Putri, Sp.A
Kami di Klinik Anak Surabaya siap mendampingi perjalanan tumbuh kembang buah hati Anda dengan layanan yang nyaman, profesional, dan penuh kasih sayang. Jangan ragu untuk konsultasikan tumbuh kembang anak dengan ahlinya.
Kuesioner Gambaran Pengetahuan Ibu Bayi tentang Imunisasi DPT COMBO di Puskesmas
KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU BAYI TENTANG IMUNISASI DPT COMBO DI UPT PUSKESMAS ........ KECAMATAN ........ KABUPATEN ..........
Variabel Sub Variabel Indikator Deskriptor ItemKuesioner Gambaran Pengetahuan
Ibu Bayi tentang Imunisasi
DPT COMBO di UPT Puskesmas
(+) (-)
Gambaran pengetahuan ibu tentang pengetahuan imunisasi DPT Combo 1. Pengertian tentang imunisasi DPT Combo Mampu menjawab pertanyaan tentang pengertian imunisasi DPT Combo 1. Imunisasi adalah upaya untuk menimbulkan kekebalan/ mencegah terhadap penyakit tertentu
2. Menurut pendapat saya imunisasi adalah upaya untuk mengobati penyakit menular
3. Menurut saya jenis imunisasi yang diberikan kepada bayi yaitu BCG, DPT, Polio, Campak dan Hepatitis.
4. Imunisasi DTP Combo adalah upaya untuk mencegah terjadinya penyakit TBC
5. Sasaran Imunisasi DPT Combo adalah Ibu hamil
6. Penyakit Pertusis disebut juga penyakit batuk 100 hari
7. Penyakit Hepatitis adalah penyakit kuning
8. Penyakit dipteri adalah penyakit kejang-kejang
9. Ciri-ciri penyakit tetanus adalah kejang-kejang (+)
dst.....
KUESIONER
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU BAYI TENTANG IMUNISASI DPT COMBO DI UPT PUSKESMAS ........ KECAMATAN ........ KABUPATEN ..........
1. Identitas Responden
Nama : ______________________________________
Umur : ______________________________________
2. Biodata Ibu
Nama : ______________________________________
Umur : ______________________________________
Pendidikan terakhir : ______________________________________
Paritas : ______________________________________
Alamat : ______________________________________
Petunjuk Pengisian :
1. Bacalah setiap pertanyaan berikut dengan teliti
2. Beri tanda ceklis ( ) pada jawaban yang ibu pilih
3. Mohon agar semua pertanyaan dapat dijawab
4. Selamat mengerjakan
dan seterusnya ............... (lebih lengkap silahkan klik Download)
A. Daftar Pernyataan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Pengertian
No Pertanyaan Benar Salah
1. Imunisasi adalah upaya untuk menimbulkan kekebalan/ mencegah terhadap penyakit tertentu
2. Menurut pendapat saya imunisasi adalah upaya untuk mengobati penyakit menular
dan seterusnya ............... (lebih lengkap silahkan klik Download)
B. Daftar Pernyataan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Manfaat
No Pertanyaan Benar Salah
1. Imunisasi DPT Combo bisa mencegah penyakit Campak
2. Efek samping imunisasi DPT Combo adalah timbulnya diare
dan seterusnya ............... (lebih lengkap silahkan klik Download)
A. Daftar Pernyataan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Jadwal Pemberian
No Pertanyaan Benar Salah
1. Sebaiknya anak mendapatkan imunisasi DPT Combo sebelum usia 2 bulan
2. Imunisasi DPT Combo sudah diberikan pada bayi mulai usia diatas 2 bulan
dan seterusnya ............... (lebih lengkap silahkan klik Download)
lImunisasi/imu·ni·sa·si/ n Dok pengimunan; pengebalan (terhadap penyakit):
Kemarin Omar pulang dari sekolah dan dia minta hadiah karena dia habis imunisasi dan gak nangis wkwkw, saya teringat memang beberapa hari lalu mendapat himbauan pesan singkat terkait imunisasi, kali ini MR (beberapa bulan yang lalu sepertinya difteri). Bulan lalu juga saya mengingatkan kakak saya untuk suntik meningitis sebagai persyarat akan menikah. Tahun 2014 mau berangkat umrah pun sempat disuntik dahulu sebelum berangkat. Sepertinya dunia suntik dan persuntikan ini lekat dikehidupan sehari-hari dan bukan sekali saya mendengar keraguan akan kehalalan dari vaksin yang digunakan untuk imunisasi.
Mama saya sekaligus nenek omar hehe menanggapi “loh nenek pikir sekolah Omar gak imunisasi, kan katanya imunisasi haram” secara Omar disekolahkan di TK dengan yayasan yang sangat bernuansa islami. Yups statement mama membuka obrolan hari itu kalau ternyata ada pro dan kontra terkait imunisasi,
“Iya ti mama baca di whatapp katanya imunisasi itu konspirasi yahudi, makanya anak sekarang tuh pemalas dan bandel-bandel” statement lanjutan mama saya yang cuman bisa saya sambut dengan senyum, hhe inilah terkadang yang bikin saya bingung harus berterimakasih atau marah terhadap teknologi karena mempermudah aliran informasi. Tapi statement ini jadi memicu saya untuk menulis dan mencoba mencari-cari sedikitlah informasi mengenai imunisasi (karena biasaya ketika mama mulai menceletuk hhe saya selalu mencoba mencari verifikasinya, sebagai contoh mama pernah dapat informasi bahwa ada hari tidak baik untuk memotong kuku yang hasilnya saya coba tunjukkan artikel mengenai tidak ada hadist shahih/kuat berkenaan dengan dengan kebiasan memotong kuku, adanya bahkat hadist yang tidak cukup kuat yang mengatakan hari baik memotong kuku adalah hari jumat). Dan semoga seperti kejadian dalam kurung itu, tulisan ini bisa sedikit memberi pencerahan bukan malah menyulitkan
Dua statement teman saya ini mewakili bentuk pro dan kontra dari Imunisasi Rubella yang sedang digalakkan saat ini. tulisan dari teman saya dengan id @ayusiame saya rasa merujuk pada belum dikeluarkannya sertifikasi halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang mana bisa dilihat dari artikel yang baru diliris 2 Agustus 2018 oleh IDN TIMES, bisa dibilang teman saya melihat dari koridor agama. Tulisan dari teman saya yang kedua @emirathira ini mewakili himbauan Kementerian Kesehatan berkenaan upaya pencegahan penyakit karena virus rubella, bisa dibilang teman saya melihat dari koridor medis.
Karena berbicara koridor agama maka saya cobalah cari refrensi ceramah ustad yang kira-kira menyentuh mengenai imunisasi dan akhirnya bertemu dua yang menurut saya cukup enak penjelasan yakni dari Ust Adi Hidayat dan Ust. Khalid Basalamah. Pada intinya keduanya mengembalikan kepada medis untuk dapat memaparkan seberapa urgent diselenggarakan imunisasi, dan dapat menjamin kehalalan dari zat yang dikandung dalam vaksin. Ada aspek kebermanfaatan yang harus dipenuhi dalam koridor syariat.
Bermain di Facebook saya bertemu status yang direpost oleh teman saya seorang dokter, didalamnya tertulis kaidah ke-54 dari qawai’d fiqhiyah (esensi atau hakikat untuk menentukan suatu hukum) berkenaan dengan hukum asal benda dimana “اْلأَصْلُ فِي اْلأَعْيَانِ اْلإِبَاحَةُ وَالطَّهَارَةُ” Hukum asal benda-benda adalah suci dan boleh dimanfaatkan, pemaknaan dari kaidah ini adalah tidak ada yang haram kecuali ada dalil yang menunjukkan keharamannya (lengkapnya untuk pembedahan kaidah ke-54 bisa dibaca disini). Akhirnya saya pun menelusuri laman teman saya ini lebih tepatnya kakak senior saya.
Masuk dalam koridor medis, dari laman facebook kakak senior saya ada hal yang menarik yakni ada tampilan sebuah uji lab dari dinas kesehatan daerah riau yang bisa diliat disini (yak ini status yang nyebutin masalah kaidah fiqh diparagraf sebelumnya). Dari tampilan tersebut terlihat hasil uji kandungan babi pada vaksin (yang dikuatirkan terdapat dalam vaksin dan menyebabkan sebab haramnya vaksin ini) dan hasilnya adalah negatif.
Kebetulan dikuliah S2 ketemu teman yang bekerja di kementerian kesehatan. jawaban ketiganya kompak banget pas saya tanya berkenaan dengan setuju atau tidak setuju mengenai imunisasi. Mas Fajar Adhdhuha bilang, “Tidak ada pertanyaan setuju atau tidak setuju...karena ini keharusan“, kalau Mas Nanang Subiyanto bilang, “Imunisasi hak anak dan kewajiban orang tua, Vaksin MR (Measles Rubella) belum bersertifikat halal MUI bukan berarti vaksin haram”, Kalau Mas Fajar Kurniawan bilang “jangan lupa ponakann dibawa imunisasi ya yati”.
Ada sebuah video mengenai 34 ibu dan 34 anak dengan sindrom rubella bawaan bisa disimak disini, dan juga saya sempat nemu postingan ibu yang menceritakan perjuangan pengobatan anaknya karena virus rubella disini. Sedih banget liatnya kecil-kecil udah harus melalui banyak hal begitu, pakai kacamata tebal (saya aja yang udah pakai kacamata dari 3 SD kadang ngerasa terhambat dengan kacamata)
Jadi kalau nanya pendapat, saya sebenarnya sama dengan @Emirathira, berhubung saya belum punya anak hhe jadi saya cuman cerita ponakan saya dan saya sayang banget ama mereka hhe, Alhamdulillah lega rasanya Omar sudah imunisasi dan berharap Ai juga bisa segera. Semoga MUI (Majelis Ulama Indonesia) bisa menyegerakan sertifikasi (secara pernah dengar kalau ngurus sertifikat halal itu cukup rumit dan mahal, terlepas dari upaya untuk benar-benar pasti smoga sistemnya bisa lebih ramah lagi tanpa mengurangi hakikatnya) jadi kaum muslimin dan muslimat di Indonesia memperoleh kepastian dan bisa mencari solusi secara Imunisasi MR hingga saat ini telah diberlakukan kurang lebih di 141 negara dan dianggap upaya pencegahan terbaik dimana penyakit yang disebapkan oleh rubella hingga saat ini belum memiliki pengobatannya.
P.S : Sejauh ini bikin jajak pendapat di FB dari 10 response, ada 8 orang yang setuju dan 2 tidak setuju
Semoga Allah selalu menjaga kita dan niat-niat baik di jiwa :)
Ragu untuk imunisasi? Masih percaya sama hoax dan berita-berita tidak benar? Ayolah, jadi generasi pintar yang selektif dalam memilih informasi 😎 Let's check this facts out! And we dare you to share and support Indonesian's child health. We're proud to be Indonesian 😎🇮🇩🇮🇩 #roadtoharikesehatannasional #dukunganaksehat #indonesiasehat #dukungvaksinMR #sayanganak #cintaindonesia #vaksingabikinmati #FAKTAVAKSINASI #FAKTAIMUNISASI
Menjaga kesehatan anak bukan hanya dilakukan ketika mereka masih bayi. Seiring bertambahnya usia, daya tahan tubuh terhadap beberapa penyakit dapat menurun sehingga perlindungan tambahan tetap diperlukan. Sayangnya, masih banyak orang tua yang mengira imunisasi cukup diberikan saat anak berusia di bawah dua tahun. Padahal, ada imunisasi lanjutan yang sama pentingnya untuk memastikan anak tetap terlindungi hingga memasuki usia remaja.
NGOBRAS kali ini, DJ Gita Nugraha berbincang bersama Muhlisin, S.K.M., M.H.Kes. dari Dinas Kesehatan Kota Salatiga mengenai Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) mulai dari pentingnya imunisasi, jadwal pelaksanaan, hingga kekhawatiran orang tua terhadap efek samping vaksin dibahas secara lengkap.
NGOBRAS dapat diikuti melalui Official Youtube Suara Salatiga atau membaca artikelnya di www.suarasalatiga.com
Pernah dengar teman atau tetangga bilang kaya gini, "Anakku dari bayi nggak divaksin tapi sehat-sehat aja kok!"
Mendengar itu, mungkin kita jadi bertanya-tanya, apakah vaksin memang penting?
Ibarat "Payung" di Musim Hujan
Coba deh moms, bayangin pas lagi hujan deras, ada 10 orang yang bawa payung dan 1 orang yang gak bawa di tengah-tengah. Karena 10 orang di sekitarnya punya payung, si satu orang ini mungkin gak akan terlalu basah karena "terlindungi" oleh payung-payung di sekitarnya.
Di dunia kesehatan, konsep ini dinamakan Herd Immunity (Kekebalan Kelompok).
Apa itu Kekebalan Kelompok? Kondisi perlindungan tidak langsung dari penyakit menular ketika sebagian besar populasi sudah kebal terhadap suatu penyakit, melalui vaksinasi atau infeksi masa lalu, sehingga memutus rantai penularan dan melindungi individu rentan yang tidak bisa diimunisasi. Ini terjadi saat sebagian besar orang di lingkungan kita sudah divaksin.
Kenapa anak yang tidak vaksin bisa sehat? Karena kuman penyakit susah menyebar. Kuman itu "mentok" karena bertemu dengan orang-orang yang sudah punya antibodi (karena sudah divaksin). Jadi, si kecil yang gak vaksin aslinya cuma beruntung karena "numpang" aman dari lingkungan yang sudah divaksin.
Kenapa Kita Gak Boleh Andalkan Keberuntungan?
Mengandalkan lingkungan supaya anak kita aman itu berisiko tinggi. Alasannya:
Bentengnya Bisa Jebol: Kalau semakin banyak orang tua yang memilih tidak memvaksin anaknya, "payung" pelindung tadi akan berkurang. Akibatnya, kuman penyakit punya jalan terbuka untuk menyerang siapa saja.
Siapa yang Paling Kasihan? Kalau penyakitnya muncul lagi, yang paling terancam adalah bayi yang memang belum cukup umur untuk divaksin atau orang yang imunnya sedang lemah.
Vaksin itu "Bekal" Pasti: Berbeda dengan keberuntungan, vaksin memberikan "baju pelindung" langsung ke tubuh si kecil. Jadi, kapan pun dan di mana pun dia bertemu kuman, tubuhnya sudah siap melawan sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain.
Intinya...
Anak yang tidak divaksin tapi tetap sehat itu bukan berarti dia lebih kebal. Kemungkinan besar, dia sehat karena lingkungan di sekitarnya sudah sangat baik dalam menjaga kesehatan melalui vaksinasi.
Yuk, jangan biarkan si kecil hanya mengandalkan "keberuntungan". Berikan dia perlindungan terbaik agar dia bisa bebas bereksplorasi dengan aman!
Kalau moms masih ragu atau ingin tahu lebih dalam kenapa imunisasi itu krusial sejak dini, yuk baca tulisan kita sebelumnya di sini: Dear Parents: Plis Jangan Tunda Imunisasi. Let's keep our little ones protected together!
Menatap Babak Baru Imunisasi di Indonesia: Mengatasi 'Zero-Dose' Hingga Mendorong Vaksinasi Sepanjang Hayat
Bulan Juni 2026, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumpulkan perwakilan dari berbagai negara dalam Pertemuan Grup Penasihat Teknis (TAG) tentang Imunisasi di Manila. Pertemuan ini menyoroti satu agenda besar: merumuskan babak baru program imunisasi di kawasan Asia dan Pasifik pasca-pandemi.
Meskipun kita telah merayakan banyak pencapaian heroik—seperti 25 tahun bebas polio di kawasan ini dan…
Cacar Air: Bukan Sekadar Ruam Biasa yang Harus Dianggap Sepele
Kenapa Cacar Air Masih Relevan Dibahas?
Cacar air. Hampir setiap orang pernah mendengar nama penyakit ini, bahkan banyak yang pernah mengalaminya sendiri di masa kecil. Kita terbiasa menganggapnya sebagai penyakit anak yang biasa — gatal beberapa hari, lalu sembuh sendiri, dan selesai. Namun, pandangan itu tidak sepenuhnya benar.
Pada akhir Oktober 2024, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia…