Lawan Berita Bohong, Yuk Jadi Hoaxbuster Dimulai dari Diri Sendiri
Kalau disesuaikan dengan judul, kira-kira apa narasi yang cocok untuk mengawali tulisan ini? Rasanya semua orang sudah sepaham mengenai topik yang akan saya bahas ini. Di era dimana media digital sudah menjadi kebutuhan bagi setiap manusia, arus informasi tak dapat terbendung lagi.
Tak hanya melalui sebuah unggahan di media digital, tetapi juga dikirimkan melalui obrolan pribadi dari satu orang ke orang lainnya. Tak jarang unggahan atau bahan obrolan pribadi tersebut dilempar ke dalam grup dengan anggota yang lebih banyak.
Begini jalan ceritanya. Jika seseorang mengirim sebuah berita bohong dengan judul yang menarik, dan kemudian ada seseorang lainnya, sebut saja A, meneruskan pesan tersebut ke satu grup lainnya. Maka jumlah orang yang membaca berita bohong tersebut akan berlipat ganda.
Tetapi apabila lebih dari satu orang di grup merasa berita tersebut perlu diteruskan, dan meneruskannya ke lebih dari satu grup, maka jumlah pembaca tak hanya akan berlipat ganda, tetapi bahkan bisa melebihi peningkatan secara eksponensial yang dialami oleh amoeba yang sedang membelah diri.
Menurut survei yang dilakukan oleh dailysocial.id terhadap 2.032 pengguna smartphone, berita bohong atau hoax melalui media digital paling banyak diterima di Facebook, WhatsApp, dan Instagram. Fakta lainnya, hanya 24,80 persen dari responden yang berpendapat bahwa mendeteksi hoax itu mudah. Sisanya sebanyak 44,20 persen masih kurang yakin dalam mendeteksi, bahkan 31 persen lainnya merasa kesulitan.
Beragam cara dapat dilakukan untuk mendeteksi sebuah berita termasuk hoax atau fakta. Dimulai dari diri kita sendiri, dengan membiasakan apa yang disebut dengan membaca kritis (critical reading). Membaca kritis berarti membaca lebih dari sekadar memahami sebuah bacaan saja, tetapi juga bersikap skeptis terhadap sumber atau kebenaran dari apa yang kita baca.
Mencari kebenaran dari apa yang kita baca dapat dimulai dengan langkah yang paling mudah, yakni melakukan cross-check dengan pengirim berita, bertanya beberapa orang di luar grup. Cara lanjutannya dapat dilakukan dengan membandingkan berita yang kita dapat dengan judul berita serupa dari media-media lainnya. Kemudian bisa juga dengan mencari kata kuncinya di beberapa search engine.
Selain itu, kita juga dapat mengklarifikasi sebuah berita itu valid atau tidak berdasarkan sumber yang dicantumkan (website, narasumber, dan yang lainnya) serta media yang disertakan dalam berita tersebut.
Berikut ini beberapa portal daring yang dapat membantu kita berperang melawan berita bohong :
https://who.is , portal untuk memeriksa aktif atau tidaknya serta pemilik dari sebuah sumber berita berupa website atau blogspot.
https://google.com/imghp , search engine khusus untuk mencari informasi dengan input gambar.
https://www.kominfo.go.id/content/all/laporan_isu_hoaks , portal daring yang disediakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk mengklarifikasi isu-isu yang tersebar di kalangan masyarakat.
https://turnbackhoax.id , portal daring yang berfungsi sama seperti poin sebelumnya, yang dibuat oleh Forum Anti Fitnah, Hasut dan Hoax (FAFHH) di Facebook.
https://cekfakta.com , sebuah portal daring yang berfungsi untuk mengecek kebenaran suatu berita, merupakan proyek kolaboratif yang dibangun di atas oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), bekerja sama dengan beberapa media online yang tergabung di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).
Beberapa menu cek fakta dari media digital daring seperti https://www.liputan6.com/cek-fakta oleh Liputan6.com, https://cekfakta.tempo.co/ oleh Tempo.co, https://www.kompas.com/tag/cek-fakta oleh Kompas.com, dan beberapa media lainnya.
Mudah bukan? dengan meluangkan waktu sebentar, bahkan tidak sampai lima menit, kita dapat mendeteksi sebuah berita itu hoax atau fakta. Dengan berbagai fasilitas dan fitur yang sudah tersedia, kita bisa menjadi penangkal hoax atau hoaxbuster untuk diri kita sendiri. Lebih-lebih apabila hasil dari penelusuran kita mengenai kebenaran suatu berita kita sebarkan kepada sekitar kita, maka kita akan terhindar dari hoax.
https://dailysocial.id/post/laporan-dailysocial-distribusi-hoax-di-media-sosial-2018