Sore ini.
Aku duduk.
Di bangku dekat jendela.
Ditemani dengan secangkir matcha kesukaanku.
Aku mengenakan baju rajut monokrom favoritku.
Diiringi dengan sebuah lagu yang menjadi playlistku baru-baru ini.
Aku berharap memandang panorama. Ironisnya, yang ku temukan hanyalah hampa.
Membuatku merasa sore ini seolah-olah mati.
Sepi, aku kesepian.
Tidak, aku tidak sendirian.
Diluar ramai, bahkan terlalu ramai, dan sangat berisik.
Aku merasa semua kebisingan itu tidak cocok denganku.
Sepi dan kesepian yang ku rasakan ini adalah dua hal yang berbeda.
Ragaku merasa ramai sampai terganggu, tapi jiwaku merasa kosong dan tak menentu.
Aku mencoba menghibur diri dengan menggambar tawa pada kabut di jendela.
Tapi, yang ada, jari telunjuk ini malah makin berkerut, ditambah rasa menggigil yang tak kunjung surut.
Ah, dingin sekali sore ini.
Dan sekali lagi, sepi.












