Pengkhianatan dan akhir perjanjian Hudaibiyah.
Mekkah Madinah berjarak 450 km dan sepanjang 220 km membentang suku Khuza'ah dan termasuk suku yang besar.
Pada perjanjian Hudaibiyah ia berafilisi pada Madinah karena punya hubungan masa lalu dengan Abdul Muththalib dan karena Khuza'ah tidak mungkin berada di pihak yg sama dengan musuhnya, Bani Bakr yamg memihak Quraisy Mekkah.
Mekkah termasuk kota metropolitan, banyak orang luar bermukim disana, termasuk berbagai kepala dan pembesar suku luar sebagai delegasi daerahnya.
Budail bin Warqa' pembesar suku Khuza'ah tinggal di Mekkah. Saat penyerangan Khuza'ah oleh bani Bakr mereka lari untuk mengadu pada Budail namun meski sudah sampai Mekkah mereka tetap menumpahkan darah padahal haram hukumnya menumpahkan darah di tanah suci, tapi ternyata bani Bakr tetap menumpahkan darah di dalam kota Mekkah.
Mekkah pun geger. Abu Sufyan gemetaran tak tahu menahu soalan ini. Ia memang tak terlibat. Tetapi bani Bakr adalah sekutu mereka. Artinya mereka melanggar perjanjian genjatan senjata selama 10 tahun.
Apakah Qurasiy terlibat? ternyata terlibat secara personal. Shafwan bin Ummayah, Suhail bin Amr dan Ikrimah bin Abu Jahal memberi bantuan dibelakang layar secara besar-besaran.
Abu Sufyan segera ke Madinah untuk menemui Rasulullah ingin memperbaharui perjanjian. Tapi sebelum itu bani Khuza'ah sekutu Rasulullah telah lebih dulu melapor dan Budail juga lebih dulu sampai Madinah dan menceritakan detailnya pada Rasulullah.
Maka jika kita bertanya mengapa Rasulullah membawa pasukan ke dalam kota Mekkah yang di dalamnya tidak boleh terjadi pertumpahan darah tetapi khusus di hari itu Allah izinkan, maka 10 ribu pasukan mengepung Mekkah.
Itulah akhir dari perjanjian Hudaibiyah.













