AL-QUR'AN DAN DORONGAN PERSATUAN EKONOMI UMAT Al-Qur'an menantang pembacanya untuk mengalirkan energi besar dari shalat dan aktifitasnya di masjid untuk keluar merebut kemenangan (Al-Falah). Kalimat dirikan shalat dan keluarkan zakat diulang lebih dari 11x, agar umat yang telah penuh dengan cahaya Allah, merebut posisi-posisi terbaik dengan hartanya di dunia dan akhirat. Maka Islam, secara umum, tidak mengajarkan umatnya untuk tidak meninggalkan harta. Seruan agar berpakaian terbaik di masjid, sejatinya juga dorongan agar Muslim menjadi produsen, hingga menguasai seluruh sistem (hulu-hilir) produksi pakaian terbaik. Jangan sampai pakaian terbaik dipakai oleh Muslim di masjid, namun umat lain yang kaya karenanya. Disinilah pentingnya merevitalisasi cara pandang pengurus Masjid dan jama'ah Masjid untuk bahu membahu melahirkan persatuan ekonomi umat berbasis masjid. Bayangkan saja, bahkan selepas Shalat Jum'at, umat Islam dipaksa untuk segera memanfaatkan 5 jam sisa siang harinya untuk terus fokus mengejar kekayaan (fadhail) yang telah disiapkan Allah bagi mereka yang menjemputnya. Allah tegaskan agar siang betul-betul dimanfaatkan umat untuk mencari pendapatan (ma'isyah), dan bukan tidur-tiduran, bengong, dan tidak punya program kehidupan. Sumber rizki yang diangkat Al-Qur'an adalah dari pertanian (Q.S. 6:99, 141). Selanjutnya, Al-Qur'an menyinggung Muslim untuk menguasai Industri (Q.S. 57:25). Namun, pada akhirnya, cara menjadi orang kaya dalam Al-Qur'an adalah dengan melakukan penjualan jasa dan produk yang dimiliki. Jual-Beli (Q.S. 24:37) menjadi halal, sementara riba diharamkan. Setelah hijrah, dan setelah Nabi mempersatukan umat dengan masjid dan persaudaraan (ukhuwah imaniyah) antara pendatang dan warga setempat (Muhajirin-Anshar), Nabi ﷺ mendorong terbentuknya pasar Islam, agar umat tidak bergantung dengan pasar Yahudi yang elit saat itu, dan agar isu laparnya perut tidak membawa kepada mudharat yang lebih besar seperti kebodohan, kemiskinan, pemurtadan, dan perpecahan. Nabi ﷺ menyadari bahwa persatuan akan terganggu kualitasnya jika perut masih lapar. Maka Nabi ﷺ mendorong hadirnya pasar yang berkah dan rahmatan lil 'alamin. ...... (at Balai Kota Kantor Gubernur Provinsi Dki Jakarta) https://www.instagram.com/p/By7Jfignd0K/?igshid=1tt6rtui6rp4f