(Mendidik) Anak-anak di sekitar Rasulullah saw
(Ringkasan seminar pendidikan Islam, oleh Ustadz Asep Sobari, Lc)
Saat berbicara bagaimana cara Rasulullah saw mendidik, hindarilah pertanyaan praktikal “Tips sukses Rasulullah saw mendidik anak”. "Apa aktivitas yang mesti diatur dari pagi-malam dst?" Karena ada hal yang lebih mendasar, yakni konsep/framework pendidikan pada anak.
Konsep mendidik ini bisa kita pelajari dari bagaimana kita membaca aktivitas Rasulullah saw bersama anak-anak pada konteks pendidikan. Dan bukan dalam artian kita membaca aktivitas Rasulullah saw terhadap 1 anak dalam durasi tertentu, karena aktivitas fisik diantara keduanya pun terbatas.
Saat zaman Nabi, banyak anak yang berusia < 15 tahun, diantaranya abdullah bin umar, ali bin abi thalib (berperan sejak zaman berdakwah), usamah bin zaid (18 tahun memimpin perang), zaid bin tsabit (15 tahun jd sekretaris nabi), anas bin malik. Bahkan Rasul pernah bilang, “Sebaik-baik pemuda adalah abdullah bin umar”.
Ringkasan aktivitas Rasulullah saw selama hidup ada pada QS. Al Jumuah ayat 2: "Dialah yang mengutus seorang Rasul (Nabi Muhammad) kepada kaum yang buta huruf dari (kalangan) mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, serta mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunah) meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata." We call it “Mendidik”. Berdakwah => Mendidik.
Pertama, Rasulullah saw menciptakan tempat dimana intensif mendidik, yakni Madinah. Segala aspek madinah menjadi instrumen/alat/perangkat pendidikan. Dinamika yang terjadi sebagai wahana pendidikan.
Maka, yang dibutuhkan dalam proses mendidik anak adalah lingkungan pendidikan. Lingkungan pendidikan bukan berarti kawasan steril, tidak ada maksiat di dalamnya, dst karena sudah pasti ini tidak realistis & mustahil. Hal-hal tidal ideal tsb adalah bagian dari pendidikan dan dinamikanya. Bahkan kisah dalam Quran paling banyak adalah ttg Firaun dan Musa as. Yang penting bagi kita adalah menjalani dalam semangat dan ruh pendidikan.
Saat ada yang tidak sesuai, maka hukuman dijalankan.
Nabi Adam as ketika bersalah memakan buah yang dilarang, ia pun bertaubat, “Rabbana dzolamna… “ bukan “Maaf, saya salah pilih…”. Maka, konsekuensinya turun ke muka bumi, bentuk tanggung jawab.
Ka’ab bin Abdul Malik, tidak ikut perang Perang Tabuk walau mampu. Konsekuensinya selama 1 bulan tidak berbicara kepada siapapun bahkan keluarganya.
Hukuman bagian dari tanggung jawab. Setiap yang anak lakukan harus dipertanggungjawabkan. Pilihanpun mesti ditanggungjawabkan. Tanggung jawab adalah fundamental/substansi dalam pendidikan. Karena akhirnya apa-apa yang dilakukan akan diperpertanggungjawabkan di hadapan Allah swt. Jangan memfokuskan kesalahan/masalahanya. “Kamu tahu begini aturannya, dan kamu tidak melakukannya..”.
Lingkungan pendidikan itu termasuk peran orangtua (kultur). Lihatlah para sahabat yang tidak merasa jika ada yang salah/keliru langsung mengoper ke Rasulullah saw. Karena mereka merasa semua sadar, masalah yang ada adalah masalah pendidikan bersama-sama.
Core pendidikan Nabawi: diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia. Bedakan akhlak dan karakter. Karakter itu peran. Bisa tergantung tempat/waktu/dengan siapa. Misal, di Singapura, Eroopa, dst punya karakter yang berbeda. Jika kembali ke tanah air, karakter itu luruh. Akhlak dalam keadaan dimanapun kapanpun, tetap sama adabnya.
Jangan mendikotomi akhlak dan ilmu/kompetensi. Akhlak anak terhadap institusi pendidikan adalah belajar dengan baik. Sukses mendidik anak itu saat setiap anak bisa melandaskan aktivitasnya pada akhlak.
Gak perlu banyak ceramahin anak, berikan pengalaman keteladanan. Perlihatkan. Tataran praktik, untuk menumbuhkan motivasi:
Tarbiyah Iradah (pendidikan kehendak) “apa yang menjadi tujuan hidupmu. Apa yang mau kamu capai?”
2. Qudwah (keteladanan dalam tindakan dan tafakkur dalam ucapan). Dalam islam bukan kerja-kerja-kerja, tapi mesti dididik bersamaan antara amal dan ilmu.
Al Quran dan sirah nabawiyah dipelajari berbarengan. Al Quran tidak akan hidup nyata tanpa sirah (model).












