Tambang Galian C di Hutan Kota Bukit Senja Singkawang Diduga Tanpa Izin
Tambang Galian C di Hutan Kota Bukit Senja Singkawang Diduga Tanpa Izin
Kantor-Berita.Com|| Aktivitas tambang galian C di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menuai sorotan publik. Sejumlah titik penambangan diduga berada di dalam kawasan Hutan Kota Bukit Senja, Kecamatan Singkawang Timur. Kegiatan tersebut disinyalir berlangsung tanpa izin resmi dan berpotensi melanggar ketentuan hukum yang…
Sekda Ikut Ber-trail Adventure Di Hutan Kota Sekda Provinsi Sulteng Dr. Moh. Hidayat Lamakarate, M.Si dan Karo Humas Protokol Drs. Moh. Haris turut serta dalam iven Trail Adventure Jelajah Rimbawan Palu Ngataku 2020 yang start dan finish di hutan kota, Sabtu (14/3). "Mudah-mudahan ini menjadi tempat Kita bersilaturahmi sambil menikmati keindahan Kota Palu dan bermotor dalam suasana hati gembira," singkat sekda sebelum melepas peserta. Iven dalam rangka memperingati hari rimbawan dan menyongsong HUT Provinsi Sulteng ke-56 itu diikuti ratusan pencinta motor trail dari dalam dan luar Sulteng. Dengan memperebutkan hadiah utama berupa 10 unit motor dan berbagai hadiah hiburan. (Ro Humpro Setdaprov Sulteng) #hutankota #trailadventure #adventrure #xtrail #xtrailindonesia https://www.instagram.com/p/B9tQdeTH-Ty/?igshid=18qxolx26hfnk
Semenjak ada Mamas, Bapak mulai sering mengajak kita menjangkau tempat terbuka hijau & ramah anak. Ini Sabtu lalu, sebelum ke @playfest2019 kita mampir ke Hutan Kota GBK dulu. Meskipun namanya hutan kota, tempatnya belum serimbun hutan. Beberapa tempat masih agak tandus. Rumput-rumput juga belum sepenuhnya hijau. Sepanjang mata memandang, lebih nampak jelas pencakar langit, 'pohon beton' yang menjulang tinggi. Di tengah area, ada kolam ikan koi-nya lho. Cocok buat didatengin bareng keluarga sambil menikmati senja. #perajutmudajalan2 #hutankota #hutankotaGBK #ruangterbukahijau (di Hutan Kota GBK by Plataran) https://www.instagram.com/p/B1tNtgRDYkG/?igshid=fx1jnaq84rs7
Ada yang berpendapat permainan adalah fungsi manusiawi paling fundamendal yang melahirkan semua kebudayaan sejak dari awal. 🤔... ehm bise diterima, bisa juga tertolak. #permainan #fungsipermainan #ahad #dibangkutaman #hutankota #pontianak https://www.instagram.com/p/BvqZXr0BUwI/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1r6aa2vtwp8db
Sewaktu-waktu aku pernah melewati tempat ini dan hampir masuk ke dalamnya. Begitu memarkirkan motor, seorang penjaga parkir mendekatiku. Aku awalnya berpikir harus bayar dulu, tetapi tidak. Dia bilang sudah tutup. Padahal, waktu itu masih jam setengah lima sore. Baiklah, aku pergi dan memutuskan untuk menyambangi tempat ini lain kali.
Akhirnya, kesampaian juga, sore tadi.
Aku baru menyelesaikan sebuah tulisanku. Tulisan yang malam ini mungkin lagi heboh di kalangan anak UB. Sebuah penilaian subjektif karena aku merujuk pada jumlah likes yang 4x lipat lebih banyak dari biasanya! Oke, intermezzonya sudah dulu.
Sebenarnya masih ada satu draft tulisan yang harus segera kuselesaikan. Ah, tapi aku merasa terlalu bosan mengerjakannya di kontrakan. Kuputuskan untuk mengerjakannya di luar. “Tapi, di mana ya?”, pikirku. Tak mungkin kedai kopi. Hari itu masih terlalu sore menikmati kopi. Ah, ke taman!
Aku mengecek hape, melihat-lihat maps, mencari taman yang belum kukunjungi. Lalu ketemu nama Malabar Park. Tempat yang seingatku pernah aku lewati, tapi tidak sampai memasukinya. Oke, tujuanku ke sana.
Waktu masih menunjukkan pukul setengah empat. Cuaca sangat bersahabat. Pikiran juga sedang leluasa.
Aku tiba di taman ini, masih sepi seperti terakhir kali aku datang. “Apakah sudah tutup?”. Baru aku berpikiran begitu, aku melihat dua orang sedang berada di dalamnya. Yasudah aku masuk.
Astaga! Ini benar-benar hutan di tengah kota!
Benar-benar sunyi walau kulihat ada beberapa orang di kejauhan. ‘Hutan’ ini juga dikelilingi oleh jalan umum. Sesekali motor atau mobil melintas. Bersuara bising. Tapi tak mampu mengalihkanku dari kenyamanan ini. Aku merasa perlu ada aliran sungai, atau setidaknya suara gemericik air, atau mungkin kicauan burung-burung agar lebih nyaman.
Kedatanganku disambut dengan beberapa jalan setapak. Aku bingung harus melewati yang mana. Aku pilih jalan setapak yang ke kanan. Jalan ini ternyata membuatku melipir ke pinggiran hutan bagian terluar. Sebelah kananku dapat terlihat jelas jalanan dan trotoar, hanya dibatasi pagar besi setinggi dada. Jalan yang cukup panjang itu kemudian berbelok ke kiri ketika aku sudah mencapai ujung hutan.
Aku ingin meneruskan perjalanan dengan tetap berada pada jalan terluar. Lalu seketika aku melihat tempat-tempat duduk di bagian tengah hutan. Baiklah, di persimpangan aku berbelok dan masuk ke area tengah. Area tengah ini mengelilingi sebuah kolam atau mungkin danau, entahlah.
Suasananya masih cukup tenang dan nyaman. Walaupun sempat terpikir, tempat ini pasti cukup mengerikan kalau malam hari. Aku duduk di salah satu bangku, lalu mengeluarkan laptop, mencoba mengirimkan tulisan yang diminta segera oleh pimpinan redaksi. Hotspot aku nyalakan. Selepas mengedit beberapa kalimat, tulisan aku kirimkan.
Tak terlalu nyaman di sini. Lagipula persis di seberangku, sepasang kekasih sedang bercanda. Mereka menikmati belaian angin, dan tentu saja belaian pasangannya. Sialan, aku terganggu. Dan akan menjadi sebuah kerugian jika aku terlanjur nyaman dan tidak menjejaki lebih jauh hutan ini. Aku berkemas dan memilih beranjak dari tempat itu.
Lagi-lagi persimpangan jalan setapak. Aku bisa saja memilih seenakku, karena memang aku ingin jalan-jalan sebentar. Tapi jalan yang lurus malah menggodaku. Mungkin di sana lebih menarik.
Jaraknya berdekatan dengan tempat yang kutinggalkan tadi. Masih area tengah hutan. Namun kali ini benar-benar area tengah. Pohonnya lebih rindang, tanpa sedikit pun aku berpikiran bahwa suasananya akan seram. Teduh. Ah, sayang sekali ada beberapa orang yang berfoto-foto di situ. Tentu aku memilih menjauh perlahan. Aku mencari tempat yang lebih nyaman.
Kali ini tidak ada persimpangan jalan setapak. Hanya satu jalan di hadapanku. Nampaknya, ini jalan yang mengarah lurus ke arah pintu masuk ku tadi.
Aku sampai lagi di area tengah. Sama seperti area-area tengah sebelumnya, pola tempatnya melingkari sesuatu, sebuah pohon besar. Hanya ada dua kursi di sana. Satu kursi dipakai sepasang kekasih, lagi. Tak masalah, posisinya tak mengganggu pandangan. Aku melihat ada satu yang kosong. Segera aku menuju kursi tersebut.
Barulah pada saat itu, aku benar-benar membuat diriku nyaman. Sulit aku gambarkan dengan kata-kata. Jika ada waktu kosong untuk bersantai --dan membaca--, Malabar mungkin akan menjadi pilihan pertamaku.
Aku duduk sila di atas kursi. Mengambil sebuah buku yang sedikit lagi selesai kubaca. Buku berjudul Catatan dari Tiang Gantungan karya Julius Fuchik. Buku yang berkisah dari catatan harian Julius, seorang Komunis Ceko yang ditahan. Cerita-ceritanya nyata. Pengkhiatan, perlawanan, semangat, strategi, kemanusiaan, dan sebagainya yang terkait dengan sebuah pergerakan tercampur di dalam buku ini.
Setengah jam, bacaanku tuntas. Waktu menunjukkan pukul 16.57. Sudah cukup sore. Rasanya, aku ‘tepat waktu’. Langkahku tidak terlalu tergesa-gesa menuju jalan keluar. Ingin menikmati hutan ini sedikit lebih lama. Begitu kaki mencapai bagian luar, aku berbalik untuk memastikan bahwa tempat ini --Malabar-- telah memikatku sejak pijakan pertama.
Me trying to fly. . . . Belum bisa ke hutan hujan tropis beneran, ke taman hutan kota dulu sambil berdoa semoga terealisasi 😌🙏🏻 📷 @scienticalogy #babakansiliwangi #hutankota #bandung #bandungjuara #masihsamaticer #gapapa #akukuat (at Taman Hutan Babakan Siliwangi)
@Regranned from @newskatakota - Sore sobat Katakota, Kalian udah pernah main ke Hutan kota di kota Tangerang belum? Lokasinya bagus Sob, apalagi pagi dan sore hari... Ajak keluarga dan temen kamu ya Sob. Video : Cecep/tim Katakota #hutankota #tangerang @genpikotatangerang @wonderfultangerang - #regrann (di Pemerintah Kota Tangerang)