Ibu, Anak Satu, dan Sunyi yang Kini Jarang Ditemui
Aku ibu dari bayi 10 bulan. Dan aku... introvert.
Dulu, pagi ku terdengar suara burung berkicau. Sekarang? Pagi-pagiku dimulai dengan suara tangisan minta susu, popok yang harus diganti, dan langkah-langkah kecil (walau belum bisa jalan) yang terus menuntut perhatian.
Aku sayang anakku. Sangat. Tapi sebagai seorang introvert, kadang aku kaget sendiri betapa melelahkannya dunia yang terus aktif ini. Nggak ada tombol pause. Bahkan mandi pun harus cepat, karena bisa sewaktu-waktu ada “alarm” bernama bayi menangis.
Alhamdulillah aku sangat bersukur bisa menikmati ini semua.
Sosial? Wah, itu tantangan juga. Dulu aku bisa skip acara kumpul. Sekarang harus menghadapi dunia baru: ibu-ibu tetangga, dokter anak, bahkan komentar random dari orang yang ketemu di jalan soal “bayinya kok belum bisa ini itu?”
Kadang aku merasa bersalah karena pengen sendirian. Tapi makin ke sini, aku sadar... bukan berarti aku ibu yang buruk. Aku cuma ibu yang butuh ruang. Butuh diam sebentar, buat napas, buat waras.
Jadi, buat para ibu introvert di luar sana yang juga punya bayi kecil: kita boleh, kok, lelah. Kita boleh pengen sendiri. Kita boleh ngeluh. Asal ingat, di balik semua itu… kita tetap ibu yang penuh cinta.
Dan tenang saja, bayi kita nggak butuh ibu yang selalu kuat. Dia cuma butuh ibu yang tetap ada, meski kadang sambil ngantuk dan diam.
#AMZ















