Antara Kemenangan dan Kehilangan: Lebaran yang Tak Lagi Sama
Yaa ‘ibadurrohmaan..
Yaa fallah..
Yaa faaiziiin..
Begitulah kurang lebih harapan bagi setiap hamba-Nya yang berjuang dengan kedisiplinan selama Ramadhan ini. Seolah Allah sedang berbisik lembut:
“Wahai hamba-Ku.. kamu mampu menahan diri.
Kamu juga bisa mengejar dan berusaha ‘allamal Quran..
kamu bisa bangun tahajud..
kamu bisa shalat dengan rakaat sebanyak tarawih.
Yuk, qobliyah ba’diyah rowatib-nya kembali tertib.
Kamu bisa mengejar ilmu Allah..” Mengejar ampunan Allah.
Ritual yang Hilang
Dulu saat kecil, Lebaran adalah perayaan dan sumber kegembiraan murni. Sekarang? Jujur, karena ini tahun pertama Lebaran tanpa Opah, aku sudah takut duluan. Aku sudah sedih duluan.
Biasanya kami berjalan kaki bersama, mengambil arah yang berbeda saat pulang agar bisa bersalaman dengan seluruh keluarga besar dan rekan-rekan Opah. Aku rindu momen sesederhana makan opor bersama di subuh hari sebelum berangkat, atau momen saat kami membersihkan rumah sampai deep cleaning, memastikan setiap sudut rapi dan pasokan makanan tertata demi menghormati tamu.
Kini, ada rasa cemas kalau nanti ada yang bertanya-tanya, atau sekadar bercerita tentang kebaikan-kebaikan Bapa. Ada ketakutan tersendiri saat harus shalat di masjid yang dibangunnya bersama teman-teman — tempat di mana memori “Fifi kecil” tumpah ruah di sana.
I am not prepared yet.
***
Menjaga Hati, Melindungi Anak
Ada concern lain, selain kerinduan Opah, yakni perasaan yang sama pada situasi tertentu saat lebaran. Hihi.
Sebagai ibu dari tiga anak, namun juga tetap seorang anak bagi orang tuaku, aku berharap kita sebagai orang dewasa bisa lebih mindful juga saat berbasa-basi.
Jangan ragu untuk merespons dan melindungi anak. Kita perlu membentengi mereka dari basa-basi orang dewasa yang mungkin belum tentu mereka siap dengar, atau bahkan membuat hati kecil mereka tidak nyaman.
Ya muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘alaa diinik.
Semoga sebulan penuh latihan ini bisa jadi pembelajaran sampai setahun ke depan. Semoga Allah pertemukan kita kembali di Ramadhan tahun depan.








