Indonesia Kirim Wakil ke IEF, Kompetisi Esports Internasional antar Mahasiswa!
Mungkin tidak banyak yang tahu kalau Indonesia mengirimkan wakilnya di IEF 2018. Ajang tersebut sendiri merupakan turnamen esports yang mempertemukan mahasiswa dari seluruh dunia. Turnamen ini diadakan di Jeju, Korea Selatan pada 23-26 November 2018. Tidak hanya Indonesia, sebanyak 20 negara juga mengikuti turnamen ini seperti Amerika Serikat, Cina, Rusia, Jerman, Swedia, dan masih banyak lagi. Ada tiga cabang yang dipertandingkan yaitu League of Legends, Pentastorm atau Arena of Valor, dan Hearthstone. Indonesia sendiri mengirimkan untuk cabang LoL dan Hearthstone. Untuk League of Legends diwakili oleh Universitas Pelita Harapan, sedangkan cabang Hearthstone diwakili oleh Novan “nexok40” Kristianto. Pemain dengan nickname nexok40 tersebut juga merupakan sempat menjadi perwakilan Indonesia untuk WESG 2017 dan masih menjadi mahasiswa di Universitas Nasional. Berikut para pemain Universitas Pelita Harapan LoL: Yohanes “LagMaster” Sunarjo (Top) Paulus “BroDiamond” Winardi (Jungle) Leonard “Roventus” Antonius (Mid) David “Ragevid” Candra (ADC) Florian “Wolfy” George (Support)
Mungkin diantara kalian yang mengikuti scene LoL tentu mengenal sosok Wolfy. Ia sebelumnya pernah merasakan liga profesional yaitu LoL Garuda Series (LGS) saat bermain di Mahameru GG dan Resilience Esports. Terakhir, ia menjadi pelatih di Armored Project dan berhasil membawa mereka mewakili Indonesia di Hyperplay 2018. Sebelumnya, ia bersama UPH Eksdi menjadi perwakilan Indonesia di LOL International Collegiate Championship (LICC 2016) yang saat itu diadakan di Taiwan. Saat wawancara, Wolfy mengaku kaget bisa mendapatkan invite secara langsung untuk hadir di turnamen tersebut. “Sebenarnya agak kaget karena sudah tidak bermain kompetitif selama kurang lebih 8 bulan, tiba-tiba diundang langsung ke event internasional. Sempat dikira scam, tapi setelah dijelaskan mengenai event-nya seperti apa akhirnya saya percaya. Di luar negeri ada kualifikasinya dan Indonesia masih masuk tahap percobaan karena yang punya tim esports kampus di Indonesia masih terhitung jari,” katanya. Berbeda dengan LICC 2016 yang masih boleh mengambil pemain luar Universitas, kali ini semua pemain wajib berasal dari Universitas yang sama. “Lumayan kesulitan juga buat cari, sebenarnya juga ditawarkan Hearthstone namun karena tidak ada pemain kompetitif di kampus akhirnya bertemulah dengan Novan (nexok40) yang juga ikut,” katanya. Wolfy yang menjadi satu-satunya pemain tersisa saat mewakili LICC menceritakan kampusnya tidak mengijinkannya untuk bertanding di turnamen tersebut. “Masih sama saat LICC dulu, berbeda dengan kampusnya Novan yang sudah memberi ijin,” katanya.
Nexok40 sendiri mengaku kehadiran IEF 2018 yang juga menghadirkan Hearthstone semakin meluaskan event Hearthstone. “Sayangnya ramenya hanya di luar ditambah lagi Korea juga banyak pemain Hearthstone. Semoga di dalam negeri juga ikut menyusul,” ujar pemain yang saat ini berada di naungan BOOM ID. Mari kita dukung perjuangan perwakilan Indonesia di IEF 2018, semoga bisa membawa pulang hasil yang menggembirakan! Read the full article














