Ketika di zhalimi, lalu merasakan sakit itu manusiawi. Seperti halnya ketika kita terluka, tidak akan langsung sembuh. Namun jangan sampai memelihara rasa sakitnya, karena orang yang bertaqwa adalah hati yang selalu dijaga agar mampu memaafkan dan tidak membalas dengan keburukan yang sama.
Memaafkan bukan berarti membenarkan tindakan zhalim seseorang, namun untuk membersihkan hati kita, utamanya dalam rangka taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Ta'ala. Barangkali Allah Ta'ala mengampuni dosa-dosa kita pun sebab kelapangan hati dalam memaafkan.
Ibaratnya kita dipanah sampai terluka, dan kita ngotot tidak mau anak panah tersebut dilepaskan dari tubuh kita, bahkan menolak pengobatan sampai kita tahu alasan orang tersebut memanah kita, atau bahkan ingin membalas rasa sakitnya dengan cara yang sama.
Sampai kapan mau membuang waktu dengan luka yang justru akan semakin memperparah keadaan diri? Mungkin saja hikmahnya akan kita temukan dikemudian hari, mungkin saja alasannya akan kita mengerti nanti.
Tetapi untuk saat ini kita selalu mempunyai pilihan untuk melepaskan anak panah tersebut dari tubuh kita, memilih mengakhiri luka nya, memilih sembuh lebih cepat, memilih menjalani hidup dengan penuh makna dan ketenangan, memilih menghormati apa yang telah Allah Ta'ala izinkan untuk terjadi, sebagai ujian.. atau mungkin sebagai teguran?
Jangan lupa, bahwa hal terpenting didalam setiap kejadian adalah kebersediaan hati untuk belajar meluaskan kesabaran, membuka pintu maaf, introspeksi diri, dan kembalikanlah segalanya kepada Allah Ta'ala.
Bukankah kita mengimani bahwa dari setiap kebaikan dan keburukan akan mendapatkan balasan? Sebaik-baik pilihan adalah mengembalikannya kepada Allah Ta'ala. Sehingga perhitungannya bukan lagi antara dia dan dirimu, tetapi antara dia dan Rabb nya manusia.
Pemaaf adalah sifat yang sangat terpuji yang Allah Ta'ala sifatkan kepada hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. Karena beratnya amalan ini, sehingga Allah Ta'ala menyebutkannya di dalam Surat Ali Imran ayat 133-134, tentang ciri orang bertaqwa yang akan mendapatkan ampunan dan Surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
Di dunia ini ada orang yang dihadirkan Allah Ta'ala untuk mengenalkan kita pada rasa sakit, tentu hikmahnya ada. Agar kita dapat mengambil pelajaran darinya, dan mendapatkan kemuliaan darinya jika kita sikapi dengan kesabaran dalam memaafkan.
Namun hal ini jangan dijadikan alasan ataupun dijadikan pembenaran bagi siapapun untuk berbuat zhalim. Sebab pahala yang ia miliki akan diberikan kepada orang² yang ia zhalimi, jika ia tidak memiliki amal kebaikan, atau pahalanya telah habis, maka dosa orang yang di zhalimi akan ditimpakan kepada orang yang menzhalimi, hingga ia dilemparkan ke neraka. Inilah yang disebut dengan orang yang muflis. Wal'iyadzubillah 💦