Tombo Ati : Rahasia kesembuhan Dr.Catur, pasien covid19 post ventilator gelombang II covid di Indonesia
Subuh itu saya bersyukur sekali karena murobiyyah saya men-share link kedua zoom inalead di WAG kami, ahad kemarin adalah kali pertama zoom tersebut diadakan dan waktu itu saya tidak mengikuti sepenuhnya tersebab memenuhi janji saya jogging dengan teman-teman, namun kali ini kesempatan luar biasa untuk saya dapat mengikutinya lagi, ruang recharge diri dengan tagline TOMBO ATI atau obat hati yang penuh dengan kekhidmatan dan banjir air mata, mengapa tidak, kisah inspiratif penuh haru, romantisme rumah tangga dengan bukti kesetiaan seorang istri dan juga sebuah optimisme besar yang sangat dibutuhkan kita semua di tengah pandemi seperti ini.
Beliau, dokter Catur namanya, saya masih bertanya-tanya apa spesialnya sih dengan dokter ini, apakah serial bada subuh ini hanya pembahasan biasa kepada seorang penyintas covid19 lalu kami mengambil ibrohnya untuk berhati-hati dan patuh protokol kesehatan seperti yang dianjurkan atau ada kisah kontroversi yang ia perbuat, seperti Dr. Lois yang menggemparkan masyarakat dengan pernyataannya bodohnya, padahal tidak ada yang tahu bahwa Dr.Lois sedang terdiagnosa gejala ODGJ.
Namun ternyata bukan itu, kisah beliau lebih dari sekedar cerita biasa atau kontroversial belaka, beliau adalah seorang dokter spesialis kejiwaan yang menjalani ujian luar biasa dalam hidupnya dan atas kehendak Allah Azza waJalla, keajaiaban terjadi padanya, ia merasakan nikmat besar dari Rabb Nya, yaitu kembali pada nafas keduanya.
Seribu lebih orang peserta zoom begitu terinspirasi dari kisah beliau, suasana subuh itu penuh haru, para peserta yang diminta open kamera saat bertanya memperlihatkan mata yang sembab, mereka sangat kagum atas perjuangan Dr.Catur, mereka larut dalam suasana haru atas kisah perjuangan beliau, betapa Dr.Catur melewati masa kritis dengan bergantung dan berserah hanya pada Allah, pada tayangan zoom tersebut saya melihat memang dari raut wajah seorang Dr. yang bercirikan rambut yang sedikit plontos dan juga berjanggut, sosok yang tabah dan begitu dekat dengan Rabb nya, wajah beliau yang sahaja dan teduh serta penjelasan yang runut membuat kami fokus dan tidak ingin melewatkan sedetikpun penyampaian beliau.
Beliau menjelaskan bagaimana beliau pertama kali terpapar, kemudian mulai parah, sehingga foto thorax paru-paru beliau yang awalnya sedikit berkabut, seminggu kemudian kabutnya mulai menutupi seluruh paru-parunya, hingga akhirnya ia masuk pada kondisi terburuk bagi pasien covid, dibantu alat bantu napas yang hanya ada di RS Dr.Soetomo dan dipakai jika kondisi covid yang sudah sangat parah, bahkan dalam kondisi dibius ia mengalami halusinasi dan dalam kesendiriannya total 5 minggu di ICU beliau melakukan perenungan yang dalam dan sambil bermunajat kepada Allah agar segera diberi kesembuhan.
Beliau bercerita dengan penuh haru betapa istri beliau Dr.Izzi tegar dan tabah, dengan kondisi suami yang diambang kematian dan juga harus tetap memperhatikan ke 4 buah hati mereka. Sang istri begitu tegar dan sabar, diceritakan oleh Dr.catur bahwa handphonenya langsung disita oleh sang istri, dan beliau merasakan manfaat besar tanpa HP dan banyak merenung dalam kesendiriannya di ruang ICU, karena Dr.Izza mungkin paham HP akan mengacaukan pikiran suaminya saat diisolasi di ICU, kita tahu sendiri bukan betapa informasi covid sekarang berterbaran hoax dimana-mana, selain itu istri beliau memeriksa hp suaminya untuk mengetahui utang sang suami, mashaAllah, betapa Dr.Izza telah mempersiapkan amalan melunasi hutang suaminya, apabila Allah berkehendak memanggil suaminya, beliau memperhatikan tanggung jawab suaminya kepada sesama manusia agar diakhirat kelak tidak ada beban lagi.
Dr.Catur pun juga mendapatkan banyak perhatian dari banyak pihak, baik dari rumah sakit awal beliau masuk pertama kali sampai RS rujukan di Dr.Soetomo, atas takdir Allah dokter dibantu dukungan moril, motivasi bahkan materi oleh rekan sejawat, alumni, pasien-pasiennya bahkan orang-orang yang tidak dikenalinya. Mereka yang peduli dengan Dr.Catur membuat acara do’a bersama, memberi dukungan secara mental dan material kepada istri beliau dan keluarganya. Memang benar, apabila kita ingin diperlakukan baik oleh orang lain, maka kita lah yang terlebih dulu harus berlaku baik kepada orang lain, dan Dr.Catur merasakan timbal balik dari amal kebaikannya selama ini.
Sebagai istri, Dr.izza patut dicontoh, beliau memiliki kesabaran, jiwa yang tegar dan sikap yang bijak sama seperti gambaran kisah bunda Khadijah dikala menenangkan Baginda Rasulullah pada waktu sepulang menerima wahyu, Rasulullah yang dalam kondisi panik dan kelelahannya serta badan menggigil mengatakan “Wahai Khadijah ada apa dengan aku ini?” beliau menceritakan apa yang terjadi, setelah itu beliau berkata “Aku mengkhawatirkan diriku” Khadijah berkata kepada beliau, “Sekali kali tidak! bergemberilah , karena demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya, kau menyambung tali kekeluargaan, jujur bertutur kata, menanggung beban, membantu orang miskin, menjamu tamu, dan membantu orang kesusahan”.
Begitupun di kala Dr.Catur yang berada dalam kondisi lemah akibat virus mematikan tersebut mengatakan pada istrinya bahwa dia dalam kondisi lunglai tak berdaya dan lemah, Dr.Izzi memberikan semangat dan motivasi, beliau berkata pada suaminya, “Sabar ya bi, perrmasalahan ini akan segera terselesaikan, abi pasti bisa sembuh dan balik lagi bersama kami,” kalimat tersebut menguatkan suaminya agar yakin sembuh dan berhusnudzon kepada Allah, mashaAllah tabarakalllah <3 sungguh romantisme rumah tangga islam yang indah dan patut diteladani;
Kesimpulan yang saya dapat dari kisah beliau adalah tetap berbuat baiklah pada siapapun, tanpa pandang bulu, sebab kita tidak tahu saat kita sedang butuh, maka orang tersebut akan dengan tulus siap menolong kita juga, selain itu percaya dan bergantung pada Allah baik senang maupun susah, percaya atas pertolonganNya, dan apabila kita kesusahan maka boleh kita menyebutkan amalan kebaikan kita, hal tersebut menjadi wasilah Allah mengabulkan permohonan kita, selain itu setia dan berkorbanlah untuk pasangan kita, jangan menyerah atas musibah yang datang, berhusnudzon kepada Allah, dan apabila pasang kita sedang ditimpa musibah, maka kita harus menguatkan, kita harus memperlihatkan semangat kita bahwa kita mampu melewatinya, dan cinta karena Allah tidak pernah salah, pengorbanan yang diteladani dari kisah Rasulullah sebagai suri tauladan terbaik mendorong kita untuk tetap teguh bersama di jalan yang Allah tentukan, senang maupun sedih, mashaAllah <3.
Bagi yang ingin mengetahui kisah beliau, bisa menonton video ini di Youtube Inalead https://www.youtube.com/watch?v=7c0_-EgaGmk , semoga kita bisa mengambil ibroh dari kisah beliau.
















