#Repost p2ptmkemenkesri: Apa saja Gejala Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)? #CERDIK #CegahPTM #DukungGERMAS #Telinga #InderaPendengaran #OMSK #OtitisMediaSupuratifKronik

seen from Russia

seen from United States
seen from Chile
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Japan
seen from China

seen from United States

seen from Canada
seen from China

seen from United States
seen from Malaysia
seen from China

seen from United States
seen from Hong Kong SAR China
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
#Repost p2ptmkemenkesri: Apa saja Gejala Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)? #CERDIK #CegahPTM #DukungGERMAS #Telinga #InderaPendengaran #OMSK #OtitisMediaSupuratifKronik
#Repost p2ptmkemenkesri: Yuk, mengenal Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK). #CERDIK #CegahPTM #DukungGERMAS #Telinga #InderaPendengaran #OMSK #OtitisMediaSupuratifKronik
#Repost p2ptmkemenkesri: Cara- cara mengeluarkan Serumen bagian 2 . Cara-cara ini hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan yang sudah terlatih, jangan dilakukan sendiri ya, Sobat Sehat. #CERDIK #CegahPTM #DukungGERMAS #Telinga #InderaPendengaran #Sumbatanserumen #cerumen
#Repost p2ptmkemenkesri: Gangguan pendengaran yang kedua adalah Sumbatan Serumen. Yuk, simak post berikut : #CERDIK #CegahPTM #DukungGERMAS #Telinga #InderaPendengaran #sumbatanserumen #cerumen (di Banda Aceh, Indonesia)
#Repost p2ptmkemenkesri: Deteksi Dini Tuli Kongenital : #CERDIK #CegahPTM #DukungGERMAS #Telinga #InderaPendengaran #TuliKongenital #congenitaldeafness (di New Hospital RSUD DR.Zainoel Abidin Banda Aceh)
#Repost p2ptmkemenkesri: Yuk, kenali gejala Tuli Kongenital di post berikut ini : #CERDIK #CegahPTM #DukungGERMAS #Telinga #InderaPendengaran #TuliKongenital #congenitaldeafness (di Banda Aceh, Indonesia)
#Repost p2ptmkemenkesri: Faktor Risiko Tuli Kongenital (1) #CERDIK #CegahPTM #DukungGERMAS #Telinga #InderaPendengaran #TuliKongenital #Congenitaldeafness (di Banda Aceh, Indonesia)
@Regrann from @sensitif_id - Indera pendengaran merupakan indera yang berharga bagi manusia seperti halnya mata. Termasuk juga bagi bayi. Pendengaran yang baik, dibutuhkan bayi untuk mengenal dunia sekitarnya. Ini juga penting untuk mengasah kemampuan bahasa dan menstimulasi otaknya. Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), tahapan pendengaran bayi diantaranya: 0-3 Bulan: Pada usia ini, bayi akan menolehkan kepala dan tersenyum jika Bunda berbicara dengannya. Ia akan terkejut jika mendengar suara kencang dan tenang saat mendengar suara lembut. Jadi ga heran dong, jika bayi menangis, langsung tenang deh begitu mendengar suara Bunda. 3-6 Bulan: Bayi mulai meniru suaranya sendiri dan mengulang suara, seperti ‘oh’ dan ‘ba’. Ia akan menoleh jika ada suara yag baru didengarnya. Juga akan merespons kata ‘tidak’ dan perubahan intonasi suara Bunda. Ia pun akan takut ketika mendengar suara kencang atau berisik. 6-10 Bulan: Pada usia ini, bayi sudah mengerti beberapa kata benda dan dapat menunjuknya. Saat namanya dipanggil, ia akan merespons. Bayi akan sering bergumam dan menoleh kea rah benda yang sedang Bunda bicarakan di depannya. 10-15 Bulan: Bayi, pada usia ini akan mulai bermain dengan suaranya sendiri, menikmati bunyi-bunyian, dan merasakannya. Ia juga sudah mampu menunjukkan atau melihat benda dan seseorang saat Bunda membicarakannya. Bayi kemudian akan menirukan kata-kata sederhana dan bunyi-bunyian di sekitarnya. Ia pun sudah dapat melakukan perintah sederhana yang Anda tunjukkan melalui gerak tubuh. Berdasarkan hal ini, bila bayi tidak bereaksi terhadap suara-suara yang terjadi di sekelilingnya, maka orang tua harus waspada. Untuk mengetahui apakah pendengaran bayi normal atau tidak, cobalah bunyikan suara dari arah belakang bayi dan di dekat telinganya. Mulailah dari jarak yang paling dekat kemudian mainan tersebut dijauhkan dari telinga. Perhatikan sampai sejauh mana (jaraknya) ia masih bereaksi. Catat semua ini, kemudian laporkan hal tersebut kepada dokter pada saat harus menimbang atau memeriksakan bayi. Hei Bunda, berapa usia Si Dede hari ini? Lagi demen-demennya ngapain sih? #inderapendengaran #pendengaran