Damai yang bagaimana?
Aku tahu hari ini hati atau bahkan pikiran kita sedang tak baik-baik saja. Banyak coba, uji, dan masalah datang layaknya petasan beruntun yang mungkin hanya memberi celah satu helaan napas untuk menyaksi dentum selanjutnya yang berkabar pilu. Debar-debar khawatir sering hinggap di dalam jiwa dan tak jarang pula air itu menganak pinak dari tampungan resah dan gelisah. Saat-saat ini kedamaian yang sungguh dinanti, berharap semua akan terus baik-baik saja melewati medan uji. Bukannya semakin Allah menguji kita maka dia ingin naikkan tangga ketakwaan kita? Jangan terlupa damai kita adalah dekat dengan Sang Pencipta.
-Sri Fafa
19/356











