#SelfTalk : 12. Badai Akan Lalu
Masih dengan Covid-19. Badai ini akan berlalu, pasti. Kita hanya harus melaluinya dengan tetap pada pegangan, kemana lagi jika bukan pada Allah.
Hari berlalu dari awal tahun masehi dan sekarang sudah menuju bulan Ramadhan. Harap dalam cemas, cemas dalam harap. Kampung halaman dan mudik lebaran mulai tampak kabur, ditutupi kenyataan akan perkembangan hari ke hari di masing-masing wilayah tujuan kepulangan.
Berita lalu lalang di layar tv, layar ponsel dan surat kabar. Ada yang positif, ada yang meninggal, dan ada yang sembuh, tentu berita kesembuhan jadi hal yang dinantikan. Seakan secercah cahaya muncul ditengah kegelapan.
Saat seperti ini kepedulian kita sangat dibutuhkan. Mungkin inilah ujian atas nama kemanusiaan dan persaudaraan, kesatuan dan persatuan yang selama ini kita gaungkan. Hingga tak lagi jadi dongeng dan ucapan di lisan semata. Sudah jangan lagi saling menyalahkan, baiknya kita saling meringankan. Bantu tenaga medis dengan menyediakan kebutuhan di lapangan dan tentu saja dengan tetap #dirumahaja jika tak ada keperluan meninggalkan kediaman. Bosan? Mungkin ada yang merasakan demikian, sabarlah, jika ingin ini segera berakhir.
Tidak banyak yang bisa kita lakukan, apalagi mengutuk dan mengeluh sungguh itu bukan jawaban. Hanya menambah beban pikiran, akhirnya malah jadi tak karuan.
Tenanglah, ini tak akan lama jika kita mau berjuang bersama. Menjaga diri sendiri adalah sama dengan kita telah menjaga orang lain. Jangan ada anak yang jadi yatim piatu lagi, jangan ada orangtua yang kehilangan anak dan saudara yang ditinggal saudaranya. Jangan biarkan ada tangis, lagi dan lagi.
Kita melawan dengan segenap kemampuan. Kita bersama tentu dengan do’a dan pinta pada Pemilik Segalanya.
Karna mudah bagi Allah tuk menghilangkannya, tapi Allah sedang ingin menguji kita, apakah akan berlari bersegera padaNya atau justru menjauh dariNya?
Mari bangkit, bangun kesadaran, jangan egois .