When Najwa Shihab said: "Semakin sayang perempuan itu padamu, maka semakin kuat sifatnya untuk manja, cengeng, cemburuan dan overthingking. Jika kamu tidak suka perempuan yang seperti itu, maka carilah perempuan yang tidak menyayangimu"

seen from Egypt
seen from Thailand
seen from United States
seen from China
seen from Philippines
seen from Singapore
seen from Russia
seen from France

seen from France
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Sweden
seen from Jordan
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Finland

seen from United States

seen from United States
seen from Australia
When Najwa Shihab said: "Semakin sayang perempuan itu padamu, maka semakin kuat sifatnya untuk manja, cengeng, cemburuan dan overthingking. Jika kamu tidak suka perempuan yang seperti itu, maka carilah perempuan yang tidak menyayangimu"
Kita adalah pion
"Aku jadi ingat waktu kita mulai bermain catur di perpustakaan sekolah dulu, kau selalu langsung kehilangan pemain-pemain terbaik,"
"Kau akan pergi dan langsung menangkap menteri atau benteng di luar sana, dan mereka akan hilang. Lalu kau akan bersikap seolah-olah kau sudah kalah dalam permainan itu karna yg kau miliki tinggal pion-pion dan satu/dua kuda"
"Kenapa kau mengungkit-ngungkit itu sekarang?"
"Kau perlu menyadari sesuatu kalau kau ingin berhasil dalam catur"
"Maksudnya?"
"Hal yang perlu kau sadari adalah: permainan tidak pernah berakhir sampai betul-betul berakhir. Permainan belum berakhir kalau masih ada satu pion diatas papan. Kalau satu pihak tinggal punya satu pion dan raja, dan pihak lain masih punya semua pemainnya, permainan masih berlangsung. Bahkan sekalipun kau adalah pion -mungkin kita semua adalah pion- jadi kau harus ingat bahwa pion merupakan kan biji paling magis diantara semuanya. Mungkin itu terkesan kecil dan biasa-biasa saja, tapi itu tidak benar. Karna pion tidak hanya sekedar pion. Pion adalah calon menteri. Satu-satunya yang perlu kau lakukan adalah mencari jalan untuk bergerak maju. Satu kotak demi satu kotak. Lalu kau bisa mencapai sisi lain dan membuka segala macam kekuatan."
"Jadi, maksudnya gimana sih?"
"Aku bermaksud mengatakan bahwa hal yang kelihatannya paling biasa-biasa aja bisa jadi akhirnya yang membawamu meraih kemenangan. Kau hanya perlu untuk terus bergerak :). Jadi, jangan menyerah yaa 🤗"
.
*Untukmu yang ingin menyerah
Sekarang aku tahu, bahwasanya hidup itu keras dan akupun kini mulai mengerti. Mengapa semakin dewasa sebuah circle akan mengecil.
Ternyata benar, tumbuh besar tak semenarik kelihatannya. Banyak tuntutan, krititk, sindirian dan masih banyak hal lain yang tak pernah kita terima saat kecil.
Seiring berjalannya waktu, jahatnya dunia mulai terungkap. Dimana sakit hati dan tangis harus ditahan. Senyum lebar harus ditebar. Perih hati pun semakin kian terasa
Kejam memang, tapi apa boleh buat? Inilah hidup
Selamat menikmati! :)
27 November 2021
Hujan
10/30
Pada hujan dan langit yg bergemuruh, ada ketetapan nama yg akan ia siram dengan air keberkahan. Ia mungkin hanya sekedar air, namun tetesannya bisa menumbuhkan hijau seluas bumi, juga menumbuhkan rindu seluas kalbu.
Kadang orang-orang dewasa itu aneh. Mereka bilang menyukai hujan, tapi selalu berlindung di balik payung, juga di bawah atap. Bahkan beberapa dari mereka memaki karena hujan membuat baju mereka menjadi basah. Mungkin mereka tidak benar-benar menyukai, dan hanya sebatas di mulut saja. Nyatanya, mereka menyesali hujan yang tak kunjung reda, karena membuat jemurannya tak kunjung kering.
Padahal hujan adalah bahasa langit untuk makhluk bumi. Ia turun dengan membawa berkah dan menciptakan ekspresi yang tak bisa terkatakan.
Anas bin Malik r.a pernah menceritakan kenangannya saat terguyur hujan bersama Nabi saw.
_"Kami pernah di guyur hujan ketika sedang bersama Rasulullah saw. Seketika itu beliau menyingkap sebagian pakaiannya sehingga hujan membasahi beliau, lalu kami pun bertanya;
'Wahai Rasulullah, Kenapa anda melakukan hal itu?'
Beliau menjawab;
"Karena hujan ini baru saja turun dari sisi Rabb-nya Yang Maha Tinggi" Hr. Muslim.
Imam An Nawawi dlm Syarh Shahih Muslim mengatakan;
"... maknanya adalah bahwa hujan itu mrupakan rahmat atau karunia yang baru saja Allah tetapkan, maka dari itu Nabi saw ber- tabarruk (mengais berkah) darinya. Imam Al Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad juga meriwayatkan:
"Bahwa jika turun hujan, Ibnu Abbas ra. Mengatakan kepada budaknya: 'tolong keluarkan pelana serta pakaian-pakaian ku (supaya terbasuh hujan yang mengandung keberkahan -penj), kemudian beliau melantunkan ayat:
"Dan dari langit Kami turunkan air yg memberi berkah..." (Qs Qaf: 9) [Hr. Bukhari dlm Al Adab Al Mufrad]
Maka, hujan yang riuhnya menyenangkan. Suara bisingnya yg menjadi alunan syahdu, merdu. Mendayu-dayu. Semakin bising semakin menyentuh kalbu. Rintiknya yang menghidupkan, menumbuhkan serta menawarkan kewarasan. Bau basahnya yang menjadi aroma kemenangan, ketenangan, membawa keyakinan.
Datangnya adalah berkah. Ia datang untuk mengilhami manusia, tentang ketenangan dan syukur. Sekalipun kadang hujan datang menyebabkan banjir di kota besar, yang artinya sedang bercakap pada manusia. Ia datang untuk menguji hati yg benar-benar lapang.
"Dua doa yg tidak akan tertolak: Doa ketika adzan dan doa ketika turunnya hujan" HR. Al Hakim dan Al Baihaqi. Syaikh Albani mengatakan hadis ini hasan.
Jadi, wahai para penikmat hujan, pluviophile , atau apapun istilahnya; jangan lupa untuk meniatkan kegemaran satu ini sebagai salah satu jalan untuk mengenang dan meniti kembali ajaran nabi. Mudah-mudahan dengan demikian, antusiasme kita terhadap hujan mengantarkan kita kelak bertemu Sang Panutan; Nabi saw.
Aamiin
14/30
Akhirnya aku tersadar, bahwa segala sesuatu nya akan tertinggal di dunia kecuali kebaikan.
Sejauh apapun, ia akan mengikuti. Dan sampai kapan pun akan terus mendampingi diri ini bahkan hingga nanti saat persaksian di hadapan Tuhan, hanya kebaikan lah yang akan menghadap dan melakukan pembelaan.
Merasa lebih keren
13/30
Ternyata yang lebih sulit itu ketika kita telah melakukan sesuatu, tapi tetap tidak merasa lebih baik dari yang belum melakukannya. Seperti saat kita bersedekah. Ketika sudah bersedekah tapi tetap tidak merasa lebih baik dari yang belum bersedekah.
Kita tampak terlihat berlari menuju kebaikan. Seakan surga dekat. Bahkan merasa sudah sedekat itu dengan ridho Allah. Padahal mah, kitayang paling jauh karena merasa lebih baik, lebih keren bahkan lebih t o p sendiri-- daripada yang laen.
Kadang ujian tuh emang tak kasat mata seperti itu. Penyakit ‘merasa lebih’ dari yang laen perlahan sesekali menyeludup ke dalam hati, Tanpa terasa, sedikit demi sedikit akhirnya menumpulkan hati.
Berbuat kebaikan itu emang mudah. Cuma yang sulit tuh, ketika berbuat kebaikan lantas membuat kita tidak merasa lebih baik dari yang belum berbuat kebaikan
Hati-hati dengan hati :) Semoga Allah selalu membimbing kita dalam ketaatan. ^^
Mukmin
7/30
Dari shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999) Alhamdulillah, salah satu nikmat terbesar yang sering kita abaikan adalah, menjadi seorang mukmin. Orang yang beriman. Ustadz Felix pernah membahas hal ini dalam kajian beliau, seorang mukmin itu seharusnya "tidak pernah merasa galau" Karena ketika ia kehilangan sesuatu, ia tau semua milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Karena ketika ia mengkhawatirkan rezeki, jodoh ataupun kematian, ia tau bahwa semua telah Allah jamin, dan tugas kita adalah menjemput dengan sebaik-baiknya. Karena ketika kita ditimpa sesuatu masalah besar, ia tau, Allah tau kemampuan kita dan ngga akan membebani kita melainkan sesuai dengan kemampuan kita. Maasya Allah, ternyata begitu banyak yang tidak kita sadari.. 🥺 bukan hanya tiga hal itu, tapi banyaakkkk sekali..
22.1.21
Merendah lah, Jika kedudukan mu tinggi. Karena kerendahan hati seseorang merupakan bukti kecerdasan akal nya ..