Dengan gigihnya para sahabat yakin bahwa kemenangan itu akan menjadi milik mereka. Padahal jumlah pasukan musuh lebih banyak ketimbang kaum muslimin.
Lalu banyak pula yang berurai darah, mengorbankan dirinya untuk membela agama Allaah. Untuk memperjuangkan kebenaran diatas kemungkaran.
Mati syahid, begitulah kami mengenal para mujahid fii sabilillaah yang jatuh dalam peperangan.
Jangan mengira ia mati, sebenarnya ia hidup disisi Tuhannya mendapat rezeki. – Qs. Ali-Imran: 169
Begitu manis, mengenangnya.
Namun kita hidup bukan lagi pada era peperangan. Kita sudah merdeka memilih dan menjalankan apa yang kita mau, lewat kemerdekaan itu juga kita di uji. Ujiannya bukan sembarang ujian, berat, yaitu melawan hawa nafsu kita sendiri. Pesaingnya bukan orang lain, tapi diri kita sendiri.
Melawan rasa malas, menahan amarah, konsisten sholat lima waktu, berpuasa, sunnah dan lain banyak hal.
Kita adalah mujahid dijalan Allaah.
Kita sedang melakoni nya. Membenarkan apa yang seharusnya benar. Menegakkan apa yang seharusnya di tegakkan.
Jadilah sebaik-baiknya dirimu, dalam memperbaiki diri. Adalah bentuk dirimu berjuang dijalan Allaah.
– yumisstrynsh











