Rejeki itu Kejutan
Yang namanya kejutan itu pasti bikin kaget. Ada yang marah-marah, ada yang kesenangan, ada yang terdiam siyok, bahkan ada yang menangis haru ketika menerima kejutan.
Ada seorang teman saya yang gemar sekali mengirim broadcast message, saking seringnya dan hal itu ganggu banget, saya sampai pernah menghapus dia dari kontak BlackBerry Messenger saya. Tapi kemudian dia meng-add saya lagi dan saya menerimanya lagi di kontak saya karena nggak enak.
Jika biasanya dia kirim broadcast message tentang iklan produk, pada suatu hari dia mengirimkan sebuah tulisan singkat bahwa rejeki yang diterima manusia itu adalah kejutan.
Saya yang sudah hendak menghapus broadcast message yang dikirimkannya –biasanya sih gitu, nggak pernah baca langsung hapus aja, jadi tertarik membacanya. Secara singkat broadcast message itu tertulis seperti ini:
“Mungkin kau tak tahu di mana rizkimu. Tapi rizkimu tahu di mana engkau. Dari langit, laut, gunung, dan lembah; Rabb memerintahkannya menujumu.
Allah berjanji menjamin rizkimu. Maka melalaikan ketaatan padaNya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijamiNya adalah kekeliruan berganda.
Tugas kita bukan mengkhawatirkan rizki atau bermuluk cita memiliki; melainkan menyiapkan jawaban “dari mana” dan “untuk apa” atas setiap karuniaNya.
Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringat demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya (mati).
Bekerja itu bagian dari ibadah, Sedang rizki itu urusanNya. Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan taat dan berbagi manfaat. Tapi rizki tak selalu terlertak dipekerjaan kita; Allah taruh sekehendakNya.
Bukankah Hajar berlari 7 kali bolak-balik dari Shafa ke Marwa, tapi Zam-zam justru terbit di kaki Ismail, bayinya!
Ikhtiar itu laku perbuatan. Rizki itu kejutan. Ia kejutan untuk disyukuri hamba bertakwa; datang dari arah tak terduga. Tugas kita cuma menempuh jalan halal. Allah yang melimpahkan bekal.”
Tulisan broadcast message itu bagus sekali. Saya serasa disentil membacanya. Selama ini saya merasa kerja keras saya belum pernah membuahkan hasil. Tapi, kejadiannya sama persis kayak yang tertulis di broadcast message itu. Saya cari di mana, eh, dapatnya malah di tempat lain; yang diharap dan dikerjakan susah payah malah nggak dapat, yang nggak disangka-sangka malahan menjadi rejeki.
Kenapa ya, rejeki itu harus terletak di mana saja dan datang dalam kejutan dan bukanlah suatu kepastian? Mungkin agar saya mau dan mau terus bekerja menggapai rejeki. Kalau memang sudah pasti rejekinya dari apa yang saya kerjakan, bisa jadi saya jadi pemalas dan hanya mengerjakan itu-itu saja. Makanya Allah meletakkan rejeki “sekehendakNya” dia saja, itu agar saya mau mencarinya tanpa menyerah.
Setelah memperoleh rejeki, pertanyaanya kemudian adalah “untuk apa?” Karena sesungguhnya dalam rejeki yang kita terima, terdapat hak orang lain di dalamnya.
Hak orang lain ini bisa diantarkan dalam berbagai cara, ketika saya membeli cendol, maka rejeki saya menjadi rejekinya abang cendol itu juga. Atau bisa juga dengan bersedekah dan membagi rejeki dengan orangtua, istri, sanak saudara yang membutuhkan. Intinya sih, jangan pelit-pelit deh jadi orang. Harta kan nggak dibawa mati, meski kalau nggak punya harta hidup serasa mati.
Rejeki sebagaimana jodoh, memang menjadi misteri. Bisa saja kita menemukannya dengan mudah dan bisa saja sebaliknya.
Sudah sejak dulu saya meminta kepada Allah dalam setiap doa, agar diberikan rejeki yang berlimpah. Waktu kecil, saya meminta agar Papa saya diberi kemudahan dalam mencari nafkah untuk keluarga. Alhamdulillah, meski tak banyak, rejeki yang beliau dapatkan cukup memberi kami makan setiap harinya.
Ketika saya memulai mencari penghasilan sendiri, saya mulai berdoa agar rejeki saya dilancarkan. Ya, meski sudah bertahun-tahun berdoa, rejeki saya belumlah selancar itu. Lebih banyakan seretnya malah.
Saya masih menanti datangnya rejeki dalam bentuk kejutan, baik hari ini maupun di hari-hari yang akan datang. Kejutan yang manis tentunya, yang bikin senang dan menangis haru. Bukan kejutan yang bikin marah dan kecewa.










