Sebulan setelah perayaan tujuh tahun kepergian ibu, aku jadi tau hal ketiga yang sulit dilakukan. Apapun bisa terjadi dalam sehari, apalagi sebulan. Yang ketiga adalah;
"Trying to believe in hope once again."
Bu, ternyata kalau kita sudah berulang kali mencoba dan sering berakhir seperti tidak ada harapan, ternyata kita bisa juga menjadi putus asa. Dulu rasanya hidup hanya seputar ikutan kompetisi, gagal, dan ikut lagi kompetisi lainnya. Ibu belum sempat cerita kalau banyak hal bisa menjadi kompleks, ibu keburu pergi. Ibu belum sempat memberikan wejangan seperti yang ibu-ibu lainnya lakukan kepada anaknya. Tiap-tiap dari "kita coba lagi" yang seringkali dirapalkan dalam hati dan benar-benar dilakukan, ada kalanya hanya berakhir nihil. "Duh Gusti, legowo iku mustahil.." Aku baca berulang-ulang kali apa yang aku tulis sebelumnya di perayaan tujuh tahun kepergian ibu. Sedikit sesak. Nanti juga akan sirna. Nanti juga akan lebih baik rasanya. Kalau hari ini tidak sanggup, bisa besok atau besoknya lagi. Kita coba lagi besok, ya.








