Ada yang bertanya "Mas, bukunya #Asli ?" Jawab : Asli, tandanya Pada sampul #bukuasli , logonya berwarna-warni mengilat. Sementara itu, pada sampul buku bajakannya, logonya tampak kusam. ~•~ INTELIGENSI EMBUN PAGI >> Rp. 118.000 ~•~ WA / LINE : 085640654073 BBM : D0FAFF6A #supernova #dewilestari #dee #inteligensiembunpagi #bukuoriginal #bababookstore
Catatan: 1) agak mengandung spoiler sekitar 5%. Ya intinya gak spoiler-spoiler bangetlah. 2) Tulisan ini sebelumnya sudah di-posting di blogspot milik saya pribadi pada 1 Maret 2016. Dimuat ulang di sini karena pada dasarnya memang ingin di-posting di sini, hanya saja saat itu tumblr ada gangguan.
Akhirnya, akhirnya, akhirnya. Tanggal 26 Februari 2016 kemarin menjadi hari yang penuh makna untuk seorang Dewi “Dee” Lestari juga para pembaca setianya (TERMASUK SAYA DONG YA!) yang diberi fandom(?) adDEEction. Supernova edisi pamungkas, Inteligensi Embun Pagi (IEP), rilis juga. Sebuah serial fiksi yang berjalan panjang, 15 tahun, untuk bisa selesai dalam bentuk 6 seri. Lalu apakah perjalanan dan penantian ini setimpal? Saya akan jawab 99% setimpal. Loh, ada apa dengan 1%-nya? Mari saya kulik sedikit.
Soal ulasan, saya gak akan bahas jalan cerita. Yang jelas ketika bicara episode final, semua pasti selesai..., seharusnya. Di sini kita akan melihat semua tokoh dari KPBJ hingga Gelombang berkumpul, mencoba memecah misteri “apa itu Supernova, bagaimana Supernova bekerja, siapa Supernova, de el el”. Yang membaca akhir cerita Gelombang, pasti tahu Infiltran, Peretas, dan Sarvara, kan? Nah, IEP akan menghadirkan istilah baru, Umbra (oke ini salah satu spoiler ya). Akan banyak hal tak terduga tentang siapa Peretas, siapa Infiltran, siapa Sarvara, siapa Umbra. Jelas seperti apa yang ditulis Dee diblurp IEP,
“... keterhubungan antara mereka perlahan terkuak. Identitas dan misi mereka akhirnya semakin jelas. Hidup mereka takkan pernah lagi sama”.
Di sini saya mau bahas poin-poin yang menurut saya menjadi pusat perhatian saya, entah itu karena kekonyolannya maupun kemisteriusannya karena “gantung”. Pertama, Paklik Dimas! LoL. Paklik Dimas adalah hal terlucu pertama yang bikin saya ketawa ngakak. Ulala, Dimas seorang paman loh, siapa keponakannya? Hayoooo :’))). Kedua, banyak yang bilang setelah KPBJ, kok rasanya 4 serial berikutnya terasa tidak ada kaitannya. Nah setelah baca IEP, kayaknya koneksi itu hadir. Makna KPBJ akan hadir di IEP, diperjelas. Ketiga, Kell bisa dibilang jadi bumbu segar banget di hampir separuh pertama buku IEP ini. Saya gak akan tulis peran Kell, tapi obrolan Kell, salah seorang peretas, dan Chen-doll menjadikan saya pengin gabung ke Chen-doll Team. YEAH! Mimin @adDEEction juga pernah berkicau, bahwa setelah baca IEP besar kemungkinan tokoh paporit kita berganti. Dan saya merasakannya. Kell datang bersaing dengan Diva dan Etra yang sudah ada di hati saya. Keempat, berbagai bocoran kecil dari mimin Melaney @adDEEction tentang pasangan pun akan sedikit bikin kejutan, salah satu pasangannya terutama. Harus minta PJ nih ke mereka berdua *kelez*.
Kelima, ini sudah masuk ke bagian misteriusnya dan gantungnya, yakni soal Bumi. Jadi Bumi yang lahir kembali melalui konversi itu dalam kondisi hidup atau tidak, dan bagaimana keadaannya setelah “perang”. Keenam, kita akan kehilangan salah seorang tokoh di sini. Jujur, di bagian ini saya sampai mengeluarkan air mata (maklum saya pria air mata), tapi gak deras-deras amat (padahal maunya menangis banjir). Mungkin karena di Keping ini agak kurang klimaks. Saya sebenarnya berharap deskripsi teteh Dee bisa mencekam, dramatisasi, karena ini bagian perangnya. Tapi sekali lagi, ini menjadi rahasia seorang Dee. Lalu, saya masih penasaran dengan tokoh yang mati ini; terlalu penasaran akan tokohnya pascakematiannya, juga luapan perasaan emosi keluarga dan teman-temannya terhadapnya. Ketujuh, pertemuan Kesatria dan Bulan? Mereka bagaimana selanjutnya. Sungguh ini bikin penasaran. Kedelapan, walau sudah di episode final, Bintang Jatuh masih menjadi misteri. Masih pakai banget. Kesembilan, saya gak tahu apa yang akan terjadi (atau sebenarnya terjadi) dengan Dimas dan Reuben, tapi peran mereka masih abu-abu, dan apa mereka itu yang perlu diwaspadai seperti percakapan 2 tokoh di lembah Yarlung? Kesepuluh, dan terakhir, Permata dan Hari Pembebasan. Saya penasaran akan.... “gaya dan posisi” apa yang akan dipakai untuk menciptakan Permata *diceburin ke Danau Toba* *semua gara-gara Kell*.
Itulah sekilas respons dan rasa penasaran saya terhadap IEP ini. Misteri yang saya rasakan itu mungkin akibat 2 hal: 1) baru sekali membaca IEP ini (mungkin harus sekali lagi), dan mungkin ditambah harus mengulang lagi dan lagi seri-seri sebelumnya, atau 2) Dee Lestari memang sengaja membiarkan misterinya tertulis seperti itu, sekuensnya sudah ditetapkan. Sengaja tidak diungkap.... di seri ini #EAAA. Oh iya, saya merasa menjelang bagian akhir, terutama dari saat akan berangkat ke salah satu daerah di pulau Sumatera, tulisan Mak Suri terasa terburu-buru, terlalu banyak detail khas Dee yang hadir hampir di paruh pertama buku ini, hilang di akhir-akhir Keping. Saya pengin tahu kenapa (semoga bukan karena batasan halaman dan kata), tapi saya juga tahu, pola pikir dan ide penulis tidak bisa digugat dan sulit dibaca. Seperti yang diutarakan Kell:
“Apa lagi asyiknya hidup tanpa misteri?”
(Tapi saya berharap teteh Dee bisa membuat banyak jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab #kekeuh)
Akhirnya sampai di penghujung ulasan. Di luar misteri dan rasa penasaran saya, IEP ini sangat layak disebut pamungkas dari seri Supernova. Penantian 15 tahun perihal akhir Supernova bisa dibilang terbayarkan. Tapi sekarang saya pusing. Saya harus menyatakan apa: “Inikah akhir dari Supernova?” atau “Inilah akhir dari Supernova!”
Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian. Gerakmu tiada pasti. Namun aku terus disini. Mencintaimu. Entah kenapa. . Ajarkan aku, Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap. Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut. Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi . #inteligensiembunpagi ❤