Ada seorang anak yang rela siang malamnya dia gadaikan untuk belajar. Namun hasilnya malah menjadikan ia si rajin bernilai pas-pasan. Lalu di lain sisi ada si gamer yang sebagian besar harinya dipakai untuk bermain. Porsi waktu yang disisihkan untuk belajar tidak sebanyak anak yang pertama. Temannya menyebut dia sebagai si tukang main yang jenius. Dikarenakan dia selalu menempati peringkat atas di kelasnya. Diantara keberagaman ini apakah pernah terpintas dikepala kita bahwa bisa saja di antara sepinya malam dan suara gemersik lembar-lembar buku, tercampur isak tangis si rajin yang merasa tuhan tidak adil padanya? Ataukah pernah terpintas di kepala si rajin bahwa di malam itu pula si pintar merasa iba dan tidak tahu harus bagaimana membantu si rajin? Diapun juga tidak mengerti mengapa dirinya bisa sepintar itu. Dalam drama ini kedua peran memiliki sekenario yang sama, yaitu belajar. Tapi ada yang terlupa ketika pemeran ini menjalankan tugasnya, yaitu memahami apa makna sebenarnya dari belajar itu sendiri. Kita, sering melupakan hal ini. Jika kita telisik berbagai pengertian belajar menurut para ahli, ada sebuah benang merah, yaitu belajar adalah suatu proses latihan yang berimplikasi kepada perubahan prilaku, tentu saja prilaku yang baik. Wajar ketika kita membaca dua peran di atas terkesan seperti kisah basi antara dia yang sial dan beruntung. Tujuan dari belajar itu sendiri kita lupakan. Mari garis bawahi makna dari belajar dan kembali memutar seluruh cerita antara si rajin dan si pintar. Akhirnya ada satu anak yang benar-benar terlatih dan mengubah prilakunya. Selamat, akhir bahagia dari cerita tersebut jatuh kepada si rajin. Apakah si pintar tidak bahagia? Tentu saja juga bahagia. Sejatinya bahwa dua peran ini memiliki fungsinya yang berbeda. Wahai kamu yang merasa sebagai si rajin, kamu adalah teladan, usahamu adalah inspirasi untuk orang banyak. Dan kamu si pintar bersiaplah, karena anugerah tuhan padamu adalah amanah suatu hari kelak. Lalu, ada satu peran tersisa. Jarang ada yang mengambil karena sulit bukan main. Dialah si rajin dan pintar. #vsco #vscocam #isengberhadiah #kayakomo #belajar #literatour_de_mizan @rkbandung @rumahkepemimpinan











