[JALAN SETAPAK]
2018 sudah usai, babak baru di 2019 sudah saatnya kita mulai. Aku mengawali kehidupan 2019 dengan lebih memahami makna dan tujuan hidup. Dibawalah aku ke lokasi salah satu tanah milik keluargaku, cukup jauh dari rumah, sekitar 10 KM. "Kamu tau le, berapa harga tanah disini sekarang. Di tengah kampung ini?" Tanya Ayahku
'Le' atau 'Tole' memang menjadi panggilanku dikeluarga.
"400rb per meter?" Jawabku
Aku sempat diberitahu oleh Pak Haji salah satu rekan ayah yang memiliki peternakan kambing dekat kampung situ dan sempat ditawari tanah dan beliau bilang harga tanah disini sudah sekitar 400an ribu per meternya.
"400rb mah di pelosok sana dan mungkin ga jelas ada suratnya atau ndak. Disini udah lebih dari itu apalagi mau dibangun perumahan" ucap Ayahku.
"Oia kah? Emang disini ada apa sampe mau dibangun perumahan?" Tanyaku lagi
"Di sebelah utara, mau ada pembangunan tol cimanggis-cibitung, sebelah selatan ada kawasan MM2100, perbatasan juga dengan Bogor. Ini mungkin zamanmu nanti pasti jadi ramai" jawab Ayah
"Hutan kebun gini??" Ucapku keheranan
"Iya, perkembangan sekarang gak bisa diperdiksi le. Dulu yang kita anggap disini ga ada potensi apa-apa, 10 tahun kedepan bisa jadi berubah 180 derajat. Makanya Ayah mau kamu berpikir jauh, supaya di kamu gak kaget dan mulai mempersiapkan masa depanmu. Kamu mungkin masih enak, belum punya tanggungan istri dan anak. Hidup tanpa rumah pun masih mampu. Tapi kalau sudah menikah? Yang dipikirkan bukan hanya dirimu sendiri, tapi bagaimana masa depanmu, istri dan anak-anakmu nanti" Ayahkupun berceramah.
Akupun berpikir... memang sih, saat ini akupun hidup, bekerja di jakarta, tanpa harus tinggal dirumah pun bisa. Ngekos sendiri, makan irit2an dari kantor aja, uang gaji bisa berapapu. Ditabung dan dikeluarkan tanpa diatur.
Aku merasa, hidupku masih berada di jalan setapak, yang sempit, sempit karena pemikiranku yang masih memikirkan hal pribadi saja. Belum sampai, bagaimana orang lain? Bagaimana orang tuaku? Bagimana adik-adikku? Bagiamana nanti istriku? Anak-anakku?
Jika boleh mengulang waktu dan aku sadar diawal aku mulai bekerja, mungkin jalanku tidak sesempit ini. Tapi apakah kita bisa mengulang waktu? Mundur dari kenyataan tidak semudah itu ferguso!
Mundur itu bukan pilihan, tapi mau belajar dari kekeliruan atau tidak, itulah pilihan sebenarnya.
Maka akupun memilih untuk belajar. Aku harus memahami tujuan hidup, making and fixing my life goals yang dulu pernah ku buat.
Aku rindu zaman aku bisa dengan bebas dan liar bermimpi. Memvisualisasikannya dan percaya diri untuk mengunggah itu di Youtube. Aku merasa hilang semangat untuk bermimpi semenjak lulus kuliah, dan aku merasa untuk sukses ya ikuti saja SOP yang ada. Padahal itu tidak cukup, sama sekali tidak cukup.
Aku harus mulai mencangkul, membawa material keras untuk melebarkan jalan setapakku ini. Jangan mundur untuk melebarkan jalan yang pertama aku buka. Mulailah dengan jalan yang saat ini akan kulalui, butuh waktu dan tenaga ekstra itu pasti! Dan aku harus menyiapkan fisik, mental, dan materialku.
Aku harus siap!
-----------------------------
#2019LebarkanJalan #30HariBercerita






