Jihad Seorang Istri
waktu berlalu begitu cepat, tak terasa, mengalir bagaikan air. denting bunyi jam mengalun mengisyaratkan waktu akan habis secara perlahan..
usiaku pun berlalu.. masa muda ini, mungkin tak lama lagi akan berakhir. Agustus depan akan menginjak 23 tahun. sebagian orang berpendapat bahwa usia itu masih sangat muda. sebagian lagi berpendapat bahwa usia itu sudah bukan lagi usia muda, sudah dewasa, dan permintaan pendamping hidup dari orang tua sudah bosan rasanya terngiang ditelinga.
tahun lalu, masih kuabaikan, masih kunikmati kesendirian ini. tapi, lama lama membuat otak berfikir keras juga tentang itu. entah ini kah tanda kedewasaan. salah satu temanku di blognya bilang bahwa seseorang itu akan kuat dengan kesendirian, tapi yang membuatnya selalu mengeluh adalah rasa kesepian dalam dirinya, yang jika terus menerus terasa seperti itu akan seperti memenjaranya dan membunuhnya secara perlahan. naudzubillah ya Allah.. semoga tidak seperti itu.
bosan juga memberi alasan akan semua pertanyaan kapan akan mengakhiri kesendirian ini, berusaha menyenangkan dan menenangkan mereka dengan berkata bahwa masih sangat kunikmati saat saat sendiri ini dengan semua aktifitas yang padat hingga sedikit waktu ku untuk hanya sekedar menghabiskan waktu untuk jalan-jalan.
sepertinya memang manusiawi, pada akhinya aku bosa. aku merindukan lagi saat saat merindukan seseorang, saat saat patah hati, dan saat saat mencemburui. aku ternyata sudah mulai dewasa..
tapi masih ada yang mengganjal di hati dan fikiran ku. entah apa.
membuatku terkadang sulit untuk meyakinkan hati ku untuk memulai.
makna hidup yang ternyata baru ku temukan ini, membuat paradigma dan ekspektasi hidup ini juga berubah. tahun lalu, aku masih menganggap bahwa menjalani hubungan itu untuk mengusir sepi itu.
tapi ternyata, keliru sekali, tak ada yang kudapat dari semua itu. aku mencari jawaban atas semua keraguan ku tahun lalu, dan aku temukan juga. semuanya ada dalam Al-Quran ternyata. pedoman hidup yang seharusnya sudah kudalami sejak dulu, bahkan selama puluhan tahun ini malah kutinggalkan dan membutakan mata hatiku. dunia yang menyesatkan ku.
sejujurnya baru aku tahu bahwa pasangan seutuhnya adalah yang diikat oleh akad. berlandakan keimanan dan berpedoman Al-quran. pantas saja selama itu aku selalu merasa kalut, tak tentu apa tujuan ku selain menemukan kesenangan duniawi. kesenangan pemenuhan hawa nafsu.
yang mendorong hati ini untuk ingin bersama dengan lawan jenis adalah cinta. zea,, cinta itu menyesatkan. tak ada yang kudapat dari kisah cinta penuh nafsu selama ini selain penyesalan dan rasa sakit yang mendalam. apa lagi untuk mendapatkan bahagia yang seutuhnya ..
zea Allah membuk mataku, mata hati ini akhirnya terbuka. kekliruan ini ahirnya aku sadari. ingat kata kata ini zea "tiada yang dapat menenangkan dan membahagiakan hati selain iman".
sekarang aku sudah semakin dewasa zea. aku menginginkan lagi cinta, tapi cinta atas dasar keimanan dan ridhanya. bulan depan usia ku 23 tahun, aku ingin berhijrah. semakin meningkatkan keimananku terhapanya.
menikah, adalah salah satu cara untuk mendpatkan ridhanya. dan rahmatnya. setengah keimanan ku akan terpenuhi ketika aku menikah. dan agamaku akan sempurna, dengan pengabdian pada sang suami karna keimanan ku terhadap Illahi.
pernah denger ga zea, salah satu hadis Rasulullah mengatakan bahwa jihadnya seorang istri adalah berbakti kepada suami. pantas saja pahalanya sebesar itu, aku yang selama sebulan ini tinggal dengan kaka laki laki ku karna sedang PKL merasa sekali repotnya memikirkan dan mengurusi pekerjaan rumah. apa lagi kalau sudah menjadi istri dan ibu seutuhnya.. tapi semua itu dilakukan khadijah binti kwalid dan Fatimah binti rasulullah, atas dasar keimanan dan ketakwaan pada sang khalik, serta rasa cinta yang tulus pada suaminya.
pahalanya jihad, siapa yang tidak tergiur.
dan aku, diusia yang akan bertambah bulan depan, harus meluruskan niat ku.. bukan hanya untuk membunuh rasa sepi, melainkan untuk menyempurnakan agamaku. ridhai niat ku ya Allah
Bismillah,, being shalehah..
Subang, 18 Juli 2014
Rani Agustiani









