Ummi adalah wanita yang cerdas, pantang menyerah dan pekerja keras. Begitulah pikirku pada sosoknya.
Suatu hari, ummi memberikan nasehat perihal pernikahan dan sampai saat ini aku selalu mengingatnya di dalam hatiku yang terdalam. Nb. (ekspektasiku komentar ummi kalau baca paragraf ini : njs) hahaha
Bagi perempuan atau laki-laki yang belum menikah dan melihat tulisan ini, maka selamat. Hahaha. Semoga, cerita yang dituliskan disini dapat diambil ilmunya yaa untuk bekal rumah tangga nanti 😊 #halahsoktua
Kisah yang ummi ceritakan merupakan cerita mengenai kisah rumah tangga ustad felix yang ummi dengar dari sebuah kajian.
Dimulai dari kisah ustad felix yang bertemu pertama kali dengan istrinya ummu alila di sawah karena tugas praktikum kuliah. Maklumlah namanya juga anak IPB yak 😀.
Nah disinilah ustad felix merasa kagum dengan sosok ummu alila yang tetap menggunakan kaos kaki ketika memasuki sawah dan berbeda dengan teman-temannya yang lain. Dari situlah, ustad felix yakin bahwa perempuan ini adalah sosok yang taat pada Tuhan-Nya.
Akhirnya, ustad felixpun mencari ummu alila untuk menikahinya tapi sebelum itu mereka taaruf. Setelah mantap dalam proses bertaaruf ini, mereka pun sepakat untuk menikah.
Masa-masa pernikahan awal ini menjadi cobaan dari rumah tangga ustad karena pada saat itu kondisi ustad yang belum semapan sekarang. Ustad felixpun masih berdakwah dari sana kesini dengan menggunakan motor. Terkadang, ustad felix sangat sibuk dan lupa terhadap keluarganya karena dakwah yang terus menerus ustad felix lakukan. Begitu pendapat ummu alila.
Suatu hari ummu alila diajak dalam sebuah kajian, dimana ustad felix menjadi pembicaranya. Tetapi saat itu, kondisi ummu alila yang sedang kesal dan marah dengan ustad karena ustad yang selalu sibuk. Mereka pun pulang bersama dengan menggunakan motor. Di tengah perjalanan ustad felix pun bertanya kepada ummu alila
Ust : Mii, abi laper nih. Kita makan yuk. Makan dimana yang enak ya?
Um : (krna ummu alila yang sedang kesal, maka menjawab dengan ketus dan seperti jawaban pada wanita lain yang sedang bete dan perihal mau makan apa) Terserah.
Ust : (di dalam hati* wah ummi sepertinya sedang bete nih) Yaudah yuk kita makan di x aja ya mii.
Akhirnya mereka sampai dan makan di restoran x. Acara makan malam pun berjalan dengan hening tidak seperti biasanya. Di dalam perjalanan pulang
Ust : Mii, ummi marah yaa sama abi?
Um : Pikir aja sendiri deh, bi.
Ust : Mii, ummi udah lupa yaa sama haditsnya?
Um : (langsung peluk ust. dari belakang)
Okeee cut. Nah, jadi sewaktu taaruf, ummu alila dan ustad felix itu sama-sama hafalan sebuah hadits. Ustad felix yang minta ummu alila untuk bisa hafalin juga haditsnya. Dan hadits ini yang dijadiin sebagai hadits andalannya ustad felix untuk ummu alila 😄.
أَلاَّ أُخْبِرُكُمْ بِِِِنِسِائِكُمْ مِنْ أَهْلِ اْلجَنَّةِ اْلوَدُوْدُ اْلوَلُوْدُ اْلعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا الَّتِيْ إِذَا آذَت أَوِ أُوْذِيَتْ جَاءَتْ حَتَّى تَأْخُذَ بِيَدِ زَوْجِهَا ثُمَّ تَقُوْلُ وَاللهِ لاَ أَذُوْقُ غَمِضاً حَتَّى تَرْضَى»
Ingatlah, aku telah memberitahu kalian tentang istri-istri kalian yang akan menjadi penduduk surga , yaitu yang penyayang, banyak anak (subur), dan banyak memberikan manfaat kepada suaminya; yang jika ia menyakiti suaminya atau disakiti, ia segera datang hingga berada di pelukan suaminya , kemudian berkata, “Demi Allah, aku tidak bisa memejamkan mata hingga engkau meridhaiku". (HR al-Baihaqi)
Haditsnya buat checkmate banget ya :“ hahahaha. Emang pinter banget ustad yang satu ini. Jadi ustad felix selalu tinggal ingetin aja “mi masih inget haditsnya?”
Ya mau bagaimana lagi, kalau Rasulullah ﷺ sudah bilang kaya gitu mah, harus nurut. Di haditsnya digambarinnya udah jelas banget lagi, kalau istri yang akan masuk surga salah satunya, bila tahu hati suaminya sakit karena dirinya maka dia harus segera bisa mengambil hati suaminya lagi atau keridhaan suaminya.
Begitulah salah satu petuah dari ummi yang masih ku ingat. Ngomong-ngomong yang dimaksud ummi disini, ummi temenku ya bukan ibuku. Hehehe