Akhirnya, setiap kita akan sibuk dengan dunianya masing-masing.
Tak ada yang salah. Memang begitulah hidup bekerja.
Yang dulu dekat, perlahan jadi jarak.
Yang dulu selalu sempat, kini sekadar ingin pun nyaris tak sempat.
Kita pernah seruang, sesuara, segelak tawa.
Sungguh aku tak menuntut apa-apa.
Hidup ini terlalu penuh untuk sekadar menyesali yang menjauh.
Aku hanya sedang mengingat.
Bahwa dulu pernah ada kita yang saling sedia:
di pagi buta, di malam patah, di hari remeh yang terasa panjang.
Kalau sekarang sudah tak bisa begitu—tak apa.
Rindu tak harus disuarakan.
Tapi jika suatu hari nanti kamu lelah…
dan dunia terlalu ramai untuk ditanggung sendiri,
pintu yang pernah kita buka bersama itu,
tak pernah benar-benar kututup.