Bicarakan saja. Katakan apa yang ingin kamu sampaikan. Menangislah jika itu yang kamu inginkan. Atau bahkan jika kamu ingin marah luapkan saja. Apapun itu aku terima asalkan jangan memilih diam.
seen from Chile

seen from T1

seen from T1
seen from United States
seen from Algeria

seen from T1
seen from Germany
seen from T1
seen from Germany

seen from Singapore
seen from China

seen from United States
seen from Vietnam
seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from Germany

seen from United States

seen from T1
seen from T1
Bicarakan saja. Katakan apa yang ingin kamu sampaikan. Menangislah jika itu yang kamu inginkan. Atau bahkan jika kamu ingin marah luapkan saja. Apapun itu aku terima asalkan jangan memilih diam.
Sangat mudah untuk terjebak dalam suatu kebiasaan yang sudah dilakukan bertahun-tahun. Hal ini bisa berlaku bagi siapa saja termasuk individu. Jika ingin ada yang berubah, kita harus melakukan sesuatu yang berbeda. Tapi melakukan suatu yang berbeda mungkin tidak terasa nyaman, dan penuh risiko. Tapi, jika ingin ada perubahan, kita harus berani mengambil risiko itu. Mulai sekarang atau tidak sama sekali. #jhosubhaenhaconcept #ridinggear #majuterus #janganmenyerah #jangandiam #melangkah #inovasi #investasi #menabung #aenhaconcept #aenhaconceptbahagia #aenhaconceptmanagement #entrepreneurship #indekost #pulutan #sidorejo #salatiga #bismillah #pastibisa #motivasibijak #quotesindonesia #shiwant_anto #bisnisonline #bisnismudah #catatanpebisnis #motivasibisnis (di Jakarta) https://www.instagram.com/p/Bxk0JptBqJI/?igshid=8wjqoyk6ll1u
Stop Bullying! Bullying kini sudah menjadi suatu hal yang makin biasa saat ini. Hal ini tidaklah baik karena dalam kondisi apa pun, sebenarnya bullying tidak diperbolehkan terutama terhadap remaja dan anak-anak. Bukan berarti hal tersebut menjadi lumrah untuk orang dewasa. Di rumah, orang tua juga bisa menjadi pelaku bully pada anak. Misalnya, dengan komentar kasar atau membandingkan dengan anak lain. Diam-diam, anak akan menyimpan memori itu hingga dewasa dan mengubah perilakunya perlahan. Efek bullying tak berhenti begitu saja. Korban bisa jadi pelaku bully saat dewasa. Di dunia kerja juga rentan bullying. Atasan & kolega yang kasar, suka menindas dengan tumpukan pekerjaan, atau justru Anda tak dianggap ada. Pendapat Anda diabaikan atau dicerca saat rapat, hingga tidak diberikan kesempatan berkembang karena dianggap tidak mampu. Di era digital ini, cyberbullying juga mengancam kita di timeline. Hati-hati, jarimu bisa jadi harimaumu! Tanpa sadar, lewat satu postingan status atau tweet, kita bisa jadi korban bullying atau justru malah jadi pelakunya. Jangan salah. Ketika Anda merasa sudah menjadi hal tidak biasa, walau hanya gurauan biasa, jika itu membuat Anda tidak nyaman & tertekan, itu sudah bentuk bullying. Berhenti menutup mata dari bullying. Diam saja ketika ada mereka yang mengalami kasus seperti itu, berarti sama saja ikut berpartisipasi. Apa pun alasannya dan apa pun wujudnya, bullying adalah kekerasan. Dibandingkan dengan apa yang kita bayangkan, dampak bullying bertahan lebih lama dan memiliki konsekuensi psikis jangka panjang. Diskusi tentang bullying harus masuk ke ruang publik kita dan tidak hanya sebatas ketika ada video yang viral. Ingat! Setiap orang punya hak yang sama untuk merasa aman, dihargai dan diterima di pergaulan mana pun. Mulailah dari diri sendiri, lalu bagikan semangat ini ke keluarga, komunitas, dan kantor. Selama kita saling berlaku adil satu sama lain, akan tercipta kenyamanan untuk berinteraksi. Hentikan bullying! #stopbullying #justiceforaudrey #keadilantanpapandangbuluh #jangandiam #jangantakut https://www.instagram.com/p/BwDyinCF7Jm/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=qlyftsxa2fqj
Bilang ke Dilan, "yang berat itu bukan rindu," tapi melawan penguasa yang merebut tanah rakyat atas nama pembangunan. Karena ini berat, mari datang dan berkumpul. Bersama-sama melawan ketidakadilan dan tetap melawan. . #aksikamisan #aksikamisanpdg #aksidiam #aksikamisanpdg3 #jangandiam #lawan #hidupkorban #hentikangeothermal #gunungtalangsumbar #gunungtalanglestari.
Anyway.. . . Kejadian jeritan anak di sebrang rumah saya terjadi lagi siang tadi, di jam yang sama. Saya mulai gerah dan merasa harus segera bertindak. Akhirnya saya menghampiri tetangga sebelah rumah yang sedang membangun rumah. Si tukang-tukang yang bekerja ternyata sering mendengar hal yang sama, bahkan mereka pernah melihat si anak yang katanya masih kecil. Para tukang itu cerita, si anak sering di hajar atau disiksa ibu nya. Wallahualam saya belom. Pernah lihat langsung. . . Akhirnya siang tadi saya langsung meluncur ke daerah sana, ke daerah tempat tinggal anak itu dan bertemu langsung dengan ketua RT setempat di daerah situ. Saya ceritain semua kejadian yang saya dengar dan alhamdulillah respon mereka baik. Mereka langsung berkoordinasi dengan keamanan setempat untuk menghampiri rumah itu. Saya pikir, saya ga mungkin langsung mengunjungi rumahnya, saya harus terlebih dahulu laporan ke RT. Akhinya saya diberi kontak pak RT itu agar ketika suatu saat saya mendengar lagi, saya bisa langsung menghubungi pak RT itu, karena jarak rumah RT dan kejadian agak jauh.. . . . Ya Allah berikan jalan terbaik. . . @komisiperlindungananak_ri #hentikankekerasanpadanak #jangandiam
Seumpama bunga Kami adalah yang tak kau hendaki tumbuh Seumpama bunga Kami adalah yang tak kau hendaki adanya ~ @simponi.id #AkuKamisan #AksiDiamKamisan #AksiKamisan500 #HidupKorban #JanganDiam #Lawan #BarisanMenolakLupa
Padang-Rapid Earthquake VS Unhuman human without humanity-made super comlpex Disaster (Palestine, Syiria, etc.)
Masih terasa flashback gempa menjelang maghrib kemarin sore (Senin, 9 Januari 2017). Padang diguncang 5,5 SR. Panik cari sesuatu yang bisa jadi penutup (IYKWIM), padahal di depan mata. Lari sprint gedebag-gedebug, turun tangga hampir ngejungklek. Sekilas mata celingak-celinguk ya satu gang panik keluar rumah, berhamburan. Ekkeh aja sampe takikardi, kaki lemes serasa gak sanggup bediri. Wah ini takut mati atau apa...Alhamdulillah berakhir dalam hitungan detik, gak sampe 30 detik, rasanya. Soalnya, gak sempet ngitung dan gak sempet nyari jam juga.
Jadi actual-topic gitu, apalagi temen kuliah. Soalnya siangnya kita abis ujian management bencana. Seandainya masuk kriteria bencana gempa itu, duh rasanya masih belum bisa langsung apply. Tapi, jangan sampe Ya Allah. Naudzubillah...
Kalau menurut sumber kuliah jadi gini...kalo rapid earthquake kemungkinan tsunami itu minor/1meter (ini terlintas pas lagi lari keluar rumah). Jadi pas lari mencoba meyakinkan diri kalo ini rapid earthquake dan InsyaAllah gak tsunami dan yang penting menjauh dari bangunan berpotensi runtuh. Berhubung ekkeh tinggal di salah satu kelurahan di Padang yang masih masuk zona merah kalo untuk tsunami. Jadi mikirin tsunami mulu kalo udah gempa.
Emang gak bisa disamain. Gak sebanding banget...dari berbagai aspek juga. Antara gempa 5,5 SR sama man-made disaster. Or unhuman-human-made disaster? The subjects are human but without humanity. So what should we call it? Human without humanity-made disaster? Kalo digabung, unhuman human without humanity-made super complex disaster?
Soalnya, itu dampaknya mengancam-mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat iya, korban jiwa banyak sekali, cacat fisik sangat banyak, dampak mental-psikologis sudah jelas, kerusakan lingkungan-infrastruktur nyata, semua sudah memenuhi aspek bencana sesuai defenisi bencana menurut UU no. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Kenapa bencana complex? Ya karna udah ada ancaman keamanan juga.
Mungkin kesamaan gempa sama Human without humanity-made disaster mungkin lebih rasa “terancam secara keamanan dan keselamatan”...menurut ekkeh siiih
Wah gak kebayang...bukan bukan...gak sanggup membayangkan mereka saudara seiman di Palestina dan Suriah khususnya. Kalau bukan bom roket-rudal dari langit, ranjau granat dari daratan, dan tak hinggu peluru dari segara penjuru siap menembus sisi tubuh manapun. Gak sebanding...ketakutan mereka yang bersembunyi khususnya para anak dan wanita. Betapa susahnya hidup dibawah ancaman keselamatan dan keamanan.Ancaman itu melekat di kehidupan sehari-hari, menyatu dengan raga, sepanjang hari, setiap waktu. Sedangkan ekkeh dan kita semua yang mengalami gempa kemaren hanya beberapa detik, gak sampe satu menit. Abis itu? Ya bubar, ngerjain apa yang perlu dikerjain minus ancaman dan ketakutan sebelumnya. Memang, mungkin masih terasa flashback, atau perasaan was-was beberapa jam setelah gempa atau kalo kayak ekkeh masih suka kaget kalo ada bunyi berdentum, ya tergantung mekanisme “coping” masing-masing. Adakah kita bersyukur?
Ekkeh juga gak bisa bantu apa-apa, tapi bisa kasih channel buat yang mau memberikan sebagian hartanya (percayalah, disebagian harta kita ada sebagian rezeki mereka, hak mereka yang termasuk golongan yang lebih mebutuhkan). Ini salah satunya...
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1075357115844196&set=a.714685288578049.1073741830.100001097546858&type=3&theater
#JANGANDIAM baiknya mereka diapakan ?
#JANGANDIAM baiknya mereka diapakan ?
Beberapa waktu yang lalu, karena dideru panasnya hati melihat tingkah FPI dan kroninya yang menabrak logika dan nalar,saya ikut menanda-tangani petisi bubarkan FPI. Tidak hanya sekali bahkan seingat saya dua kali. Dan nyatanya FPI malah tambah menjadi-jadi. Kalau memang kita tidak suka karena berbeda dan kemudian membenci apa bedanya dengan mereka ? Jangan ikuti permainannya
Yang mereka angkat…
View On WordPress