Sekilas review theater generasi ketiga Minggu, 15 Juni 2014
Untuk kedua kalinya, gue nonton theater generasi ketiga. Pertama kali gue nonton adalah saat show sonichi mereka pada Sabtu, 24 Mei 2014 selama dua show, yaitu show merah dan putih. Hari ini pun, Minggu, 15 Juni 2014, gue nonton kedua tim tersebut. Banyak perubahan dari masing-masing member dari impresi pertama gue terhadap mereka, bisa dilihat di sini (maaf ya, hanya dua belas member saja, dikarenakan gue rada sibuk). Nina : Kenapa member pertama yang gue tulis adalah Nina Hamidah? Karena dia adalah alasan pertama gue untuk nonton show tim putih. Tadinya, sih, gitu. Gue request dia buat ponytail samping dan... dia ponytail samping (kemudian gesrek). Eits, tapi bukan berarti gue mengelu-elukan dia. Nina hari ini tampil berantakan dan sering membuat kesalahan. Beberapa kali menabrak member lain dan terlihat lemas. Di bagian "tapi tetap perhatikanku" di lagu Gokigen, Nina bener-bener kaku. Dengan postur tubuh tinggi ini keliatan banget. Yang paling buruk adalah seringkali tatapan matanya kosong. Namun, di unit Tenshino dia menonjol dan ekspresinya ngegemesin. Angel : Si Manis center Tenshino ini belum menonjol di grup song. Saat MC pun dia masih kalah dengan member lain. Matanya yang belo membuat setiap mimik wajahnya terlihat hidup. Tipikal member yang masih berhati-hati dalam bergerak. Di Tenshino, beberapa kali timing-nya telat dibandingkan Zebi dan Nina. Terutama, footstep. Zebi : Lincah. Salah satu member yang terlihat benar-benar hafal gerakan. Namun, ini membuat Zebi terlihat sangat antisipatif. Harusnya, Zebi memanfaatkan kehebatan menghafalnya dengan menikmati lagu. Mengalir saja, jangan terlalu menjadikan hal yang belum terjadi sebagai satu ketakutan. Harus belajar kontrol ekspresi. Sama kayak Nina, di Gokigen kaku pada bagian "tapi tetap perhatikanku". Di Tenshino, Zebi menunduk di saat bagian 'gosok muka'. Padahal, dia bisa terlihat 'cute' di bagian itu. Kei : Masih lemah di bagian kontrol ekspresi. Belum menonjol baik di grup song maupun MC. Kei harus melatih staminanya agar setiap gerakan terlihat powerfull. Belum ada perubahan berarti dari Kei. Gue berharap saat menonton theater selanjutnya, Kei lebih bersemangat. Michelle : Sooooo much better! Michelle itu cantik, lucu, ceria banget, dan polos-polos nyebelin. Yang bikin gue kagum adalah kemauan dia untuk memperbaiki kesalahan. Meskipun di Pajadora ekspresinya belum begitu sesuai, dari segi power, Michelle mengalami peningkatan drastis dari pertama kali gue nonton dia. Kei dan Farina memang lemas, tapi Michelle tetap menaruh power dalam setiap gerakannya, ya, walaupun beberapa kali timing gerakannya telat. MC-nya juga bikin mau geplak ini anak soalnya lucu banget, lucu-lucu nyebelin garing... aaaahhh! Farina : Belum menonjol di grup song dan MC, tapi gue tertarik ngeliat dia perform. Gue juga selalu neriakkin nama dia. Punya pribadi yang menurut gue manis, aja. Di unit song dia benar-benar tidak memiliki power. Ya, seperti orang yang dibangunin tidur, lalu dance. Hanya saja, semua gerakannya rapi dan benar. Farina harus bisa lebih enjoy jika ingin mengejar ketertinggalannya. Stefi : Telat timing, kurang kontrol ekspresi, tapi gerakan bagus. Luwes, enjoy, udah mulai eyecontact walau masih beberapa kali melemparkan tatapan kosong. Postur tubuh yang bagus seharusnya bisa menjadi satu keuntungan buat dia mengeksekusi gerakannya. Nadse : Center yang kaku dan... kaku. Gue terhibur karena Nadse ini cantik dan cute, bukan karena performance-nya. Nadse harus belajar bagaimana perform itu tidak hanya soal hafal dance dan lirik lagu, tapi juga menyeimbangkan seluruh tubuh, dari kepala hingga kaki, dari tatapan hingga ekspresi. Dan... makan yang banyak ya, dik. Cia : Gerakannya, sih, bagus, ekspresinya juga. Cuma, gue nggak terlalu suka member di unit song yang terlalu menonjol sendirian. Cia itu powerfull, stamina oke, bisa mengatur napas dengan baik, tapi dia memimpin center-nya. Harusnya, Cia membangun kekompakan dengan Nadse dan Stefi. Dan goyangan ngebor atau apalah itu yang diliatin Cia di lagu shiroisatsu itu nggak pantes untuk anak remaja kayak dia. So sorry, itu benar-benar buruk. Mungkin kalo lelaki ada yang suka ngeliatnya. Kalo gue, sih, kasian euy, masih abege. Menurut gue, Cia harus sesuai porsinya. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Kamu sudah cantik tanpa berlebihan. Andela : Andelaaaaaa! Temodemo yang perfect dari dia. Ampun deh, body wave-nya badai abis. Logat yang menjadi keuntungan buatnya di bagian MC, itu jadi entertain banget. Paket komplit pokoknya Andela. Dan lagi Andela terlihat sebagai sosok yang 'merangkul'. Image yang gue suka. Hihihi. Kekurangannya, eye contact. Ayo, tarik fans dengan eye contact! :p Yukka : Ini anak cantik dan putih banget. Kalo ngomong lucu. Postur badannya tinggi, tapi cara ngomongnya manja-manja gitu. Yukka harus sedikit menaruh goyangan di lagu Temodemo agar terlihat lebih enjoy. Ekspresi galau dan sedihnya udah dapet, tapi coba, deh, Yukka pake poni. Nyobain gaya baru aja, gitu. Kali aja keliatan tetap fresh. Sisca : Gue suka sebel sama fans yang masih manggil ini anak dengan 'Nabilah'. Sisca ya Sisca, hargai dia sebagai Sisca. Sisca yang punya kemauan untuk lebih maju dan semangat. Sisca beberapa kali keliatan tersalip oleh Chika di unit song. Tapi, di tengah lagu, semangatnya seakan-akan terbakar dan menjadi lebih powerfull. Coba lebih banyak pelajari Kagami-nya Kinal, deh. Indah : Belum menonjol di MC dan grup song, tapi benar-benar keren di unit song-nya. Emosi Indah nyampe banget buat gue. Walau nggak terlalu banyak yang meneriakkan namanya, gue akan teriakin dia setiap nonton dia. Ekspresinya juga dapet banget di kagami. Lincah! Oh ya, cobain poni samping deh kapan-kapan. Chika : Keren! Ini anak jam terbangnya paling tinggi. Ada di show putih dan merah. Di show tim putih, dia powerfull banget. Di show tim merah, walau keliatan lelah, dia nggak males-malesan. Dia tetap semangat dan itu bikin gue salut banget sama dia. Chika ini bawain kagami bukannya sangar tapi malah terkesan seksi. Chika benar-benar memanfaatkan jam terbangnya untuk mengeksplor improvisasi gerakan dan ekspresi. Kekurangannya... sangkin kerennya kadang memimpin center kagami. hehehehe. Anggi : Belum menonjol di MC dan grup song. Kekuatannya dia ada di power. Di saat yang lain keliatan lelah, stamina Anggi malah meningkat. Mungkin karena dia menyimpan tenaga dari awal. Anggi harus bisa eksplor agar dia memiliki karakter yang lebih kuat. Karena nggak ada waktu buat jadi biasa-biasa aja di JKT48. Semangat Anggi! Afa : Yailah, ini anak tenang banget dan bikin gemes. Gerakan tangan yang kacau tapi mukanya keliatan ceria-ceria aja. Gampang terlihat ngos-ngosan. Kalo liat tim putih dan member yang gerakan tangannya paling lucu dan lain sendiri, itulah Afa. Dan itu telah menjadi karakternya. Hihihihi. Rok Afa kebalik di lagu inochi, ketiup angin atau gimana nggak tau sih. Yang depan jadi belakang dan sebaliknya. Menurut gue, kostum adalah bagian performance. Hal-hal kecil seperti ini patut diperhatikan. Afa adalah salah satu member yang harus benar-benar meningkatkan kemauan belajar jika ingin bertahan. Grace : Tatapan kosong dan model rambut yang agak aneh menurut gue. Grace juga sering terlihat ingin menjadi pusat perhatian saat MC, tapi malah garing. Sebenernya Grace ini punya face yang lucu dan menarik buat gue, tapi dia sering terlihat lemas dan kosong banget. Eh, pas ada yang neriakkin dia jadi semangat lagi. Itu terjadi sering dan gue melihatnya kayak akting. Sorry to say... Secapek apapun kamu harus profesional dik. Hargain temen-temen kamu yang berusaha semaksimal mungkin. Feni : Paling lincah di Tenshino show merah. Ekspresif dan gemesin. Dia juga bagus dalam menggerakan ekor di unit song. Hanya saja, dia sering memasang ekspresi monyong yang menurut gue mengganggu. Gembungin pipi sih lucu, tapi keseringan monyongin bibir itu agak aneh. Tatapan matanya yang genit-genit lucu juga membuat pesan lagu Tenshino nyampe buat gue. Di grup song lumayan menonjol. Perubahan Feni adalah dia sudah tidak terlalu berlebihan dalam memasang ekspresi dan gerakan seperti yang ada di postingan gue sebelumnya, tapi adanya ekspresi monyong-monyong malah bikin aneh. Menurut gue sih ya... Gracia : Manis. Yang bikin dia terlihat adalah karena segi fisiknya menarik. Kalo soal performance, ini anak lempeng-lempeng aja. Gerakan bener, timing pas, sering senyum, tapi no power dan flat-flat aja. Anin Okta Elaine : Mereka bertiga di Pajadora punya gerakan bagus, tapi ya flat-flat aja. Gue nggak tau apa yang dipikirin Elaine, dia terasa 'ngambang'. Lebih bagus saat sonichi, padahal ini anak udah menambah power-nya dan footstep-nya jauh lebih bagus. Dia juga sudah mulai main ekspresi. Okta adalah salah satu member dengan tingkat kesalahan gerakan yang minim. Namun, dia seakan takut-takut menatap fans dan terlalu sering menatap soundman.Anin sendiri paling no power di antara ketiganya. Coba menonjolkan diri dari segi MC. Farin : Ekspresi flat bahkan beberapa kali cemberut. Why? Kamu ditonton banyak fans tapi kenapa memasang wajah seperti itu? Farin ini salah satu member yang memiliki fisik di atas rata-rata. Ditempatkan di lagu Junjou bersama Tya dan Manda harusnya membuat ia mengeksekusi performance-nya lebih baik lagi.
Tya : Tya masih menjadi member dengan gerakan paling rapi dan powerfull. Emosinya juga tersampaikan lewat lagu. Tidak pernah takut terlihat salah, enjoy dengan lagunya. Walau beberapa kali ditabrak member lain, Tya tidak lost kontrol ekspresi. Hanya saja Tya harus berhati-hati soal porsi performance. Jangan sampai berlebihan. Pembawaan yang dewasa ketika MC sangat membawa ketenangan.
Manda : Masih suka pasang ekspresi flat dan sering kaku. Padahal body wave-nya bagus. Jikou yang menghibur harusnya juga didukung dengan teknik MC yang baik. Ayo tingkatkan power biar bisa memimpin Junjou dengan lebih baik lagi. Desy : MC paling ngalir. Performance menonjol. Masih sering terlihat bungkuk. Overall, termasuk member dengan skor performance di atas rata-rata. Aurel : Sering mengacaukan unit song karena fokusnya mudah teralihkan oleh sesuatu. Tenggelam di grup song. Belum punya karakter. Cesen : Mungkin efek ulang tahun membuatnya terlihat lebih shiny. Sebagai center Kagami, Cesen memimpin ekspresi lebih baik dari Sisca (center kagami tim putih). Peningkatan emosi Cesen dari awal hingga akhir lagu di unit song juga stabil. Belum bisa memberi pendapatnya lebih dari ini, hehe. Sofi : Belum menonjol baik di MC maupun performance. Jadi, belum bisa gue beri pendapat. Milen : Berlebihan, sampai lupa, mengejar kesempurnaan tapi melupakan karakter. Milen adalah member yang mendapat spotlight, tapi bagi gue dia nggak berkarakter. Menjadi terlihat baik nggak selamanya membuat kamu terlihat baik. Di temodemo, bukannya keliatan sedih atau galau, Milen menyampaikan emosinya dalam lagu malah keliatan kayak lagi marah. Kelebihan power membuat banyak gerakannya keliatan berantakan. Gue bingung apa yang dipikirin Milen. Dari segi MC gue acungin jempol. Terutama dia konsisten untuk selalu menggunakan gimmick yang sama dalam memulai atau mengakhiri theater. Shani : Lebih menonjol saat sonichi. Hari ini gue merasa Shani masih flat-flat aja. Cheerful di grup song, tapi di unit song masih belum punya chemistry dengan Milen. Overall, tim putih dan merah sama-sama bagus. Tim putih memiliki kekuatan tim sedangkan, tim merah kekuatan individu. Lagi-lagi gue harus bilang seperti ini karena bagi gue masih inilah kenyataannya. Member generasi ketiga ini setengahnya sudah menemukan karakternya, setengahnya lagi belum. Banyak dari mereka yang belum bisa bermain ekspresi, eye contact, apalagi fan service. Menjadi performer yang baik bukanlah sekadar hapal gerakan, tempo, ritme, timing, footstep, akurasi, dll., tapi juga bisa menyampaikan isi dan emosi dari lagu. Unit song yang menurut gue saat ini bisa menyampaikan pesan lagu adalah Temodemo : Andela-Yukka. Secara individual, member yang bisa menyampaikan pesan dari lagu adalah Tya. Menyampaikan pesan dari lagu bukan harus menggebu-gebu atau menangis termehek-mehek. Tatapan mata yang dalam, detail gerakan, mimik wajah, apapun itu bisa membuat penonton merasakan apa yang sebenarnya dirasakan oleh performer. Beberapa member harus keluar dari comfort zone untuk tidak memasang poker face apalagi ekspresi datar di saat seharusnya mereka memainkan ekspresi. Kalian pernah baca tulisan yang membuat kalian terharu? Itu biasanya bukan hanya karena penulisnya memilih tatanan bahasa yang membuat sedih, tapi juga karena penulis itu menulisnya dengan 'hati'. Yep, member generasi ketiga harus ikut menggunakan hatinya dalam perform. Kalian bukan robot atau boneka yang diatur sedemikian rupa untuk menari di atas stage. Kalian ada di atas stage atas kemauan kalian sendiri. Kalian harus bisa enjoy di sana, sekeras apapun tekanan dan beban kalian.
Selain itu, untuk MC, buatlah lebih mengalir. Jangan terlalu memperlihatkan bahwa kalian telah menghapal jawabannya. Itu sangat terlihat canggung dan membuat MC jadi krik krik. Communication skill sebagai member JKT48 itu penting.
Anggaplah kami ini sebagai penonton tidak peduli dengan apa yang ada dibalik stage. Tunjukkan penampilan kalian dengan profesional, semuda apapun kalian, ini adalah jalan yang kalian pilih. Gue yakin, kalian bisa menjadi jauh lebih baik lagi. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Sebenarnya banyak yang pengin gue tulis, tapi banyak keterbatasan, baik dari ingatan dan sejujurnya minus mata gue nambah (curhat hehehe).














