MUSIKAL PETUALANGAN SHERINA : 17 Tahun Menginspirasi
Tidak terasa sudah 17 tahun sejak pertama kali dirilisnya film musikal yang disutradarai oleh Riri Riza. Ya, Petualangan Sherina. Film yang dibintangi oleh Sherina Munaf dan Derby Romero ini diadaptasi menjadi sebuah drama musikal oleh sebuah organisasi pemuda yang bergerak di bidang edukasi, seni dan kreatifitas, Jakarta Movement of Inspiration (JKTMOVEIN).
Sejak awal diumumkannya tentang pembuatan Musikal Petualangan Sherina ini, terlihat antusias masyarakat yang amat tinggi, mengingat betapa suksesnya film ini.
Diawali dengan audisi terbuka melalui instagram untuk menjadi salah satu dari cast, musisi, kru, dan panitia dari Musikal Petualangan Sherina ini. Ada sekitar 2001 submisi untuk menjadi cast dari Musikal Petualangan Sherina. Saya juga termasuk satu dari 2001 orang yang ikut dalam audisi terbuka ini, namun sayangnya tidak lolos ketahap beriktunya (tidak apa-apa, ikut audisi online saja saya sudah cukup senang), karena itu saya memutuskan untuk membeli tiket Musikal Petualangan Sherina ini.
Setelah melewati beberapa tahap, akhirnya terpilihlah mereka yang akan memerankan drama musikal ini. Dari hasil penyaringan, dapatlah tiga tim yang akan bermain dalam Musikal Petualangan Sherina. Tim Canopus, Tim Capela, Tim Vega. Tim Canopus dan Capela merupakan tim yang berisi Sherina, Sadam dan teman -teman mereka, dan untuk Tim Vega sendiri berisikan Ayah dan Ibu Sherina dan Sadam, Para penculik, Kertarajasa, Zus Natasya dan para ensemble. Selama kurang lebih enam bulan mereka menjalani latihan demi keberhasilan Musikal Petualangan Sherina ini.
Akhirnya tibalah saat yang kita tunggu, pentas Musikal Petualangan Sherina. Saya menyaksikan pertunjukan di hari kedua jam 14.00 WIB dan merupakan pertunjukan dari Tim Canopus yang untuk tokoh Sherina diperankan oleh Caecilia Laura dan Sadam diperankan oleh Farell Irham. Ketika saya sampai di Taman Ismail Marzuki sekitar jam 12.30, suasana masih lumayan sepi, namun ketika memasuki jam 13.30 WIB tempat pertunjukan sudah mulai padat, banyak yang mengabadikan moment didepan photowall Musikal Petualangan Sherina ini. Lalu pada pukul 13.50 WIB kami pun sudah dipersilahkan untuk masuk kedalam teater.
Diawali dengan adegan Sherina menari dan menyanyikan lagu Menikmati Hari bersama teman-temannya di Jakarta, drama musikal ini mulai membangkitkan memori para penontonnya pada film yang dirilis 17 tahun yang lalu, dengan sedikit sentuhan 2017.
Setelah puas bernyanyi dan menari bersama teman-temannya, Sherina pulang kerumah dan mendapat kabar yang menurutnya kurang baik, Ia dan keluarganya akan pindah ke Bandung Utara, karena Ayahnya mendapatkan pekerjaan disana. Sherina pun merasa sedih karena harus berpisah dengan teman-temannya, lalu Ia mulai menyanyikan lagu “Lihatlah Lebih Dekat” disambung dengan Ibunya yang berusaha meyakini Sherina bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Di sekolah barunya di Bandung, Ia memiliki teman yang sangat tidak disukainya karena temannya ini suka menindas teman-teman disekolahnya, yaitu Sadam. Sama seperti apa yang ada di film, Sherina, Sadam dan teman-teman menyanyikan lagu “Jagoan” ditengah lapangan sekolahnya. Saya rasa scene dan lagu “Jagoan” ini salah satu ciri khas dari Petualangan Sherina. Kalian pasti kalau dengar ada yang bilang “dia pikir” akan langsung teringat dengan lagu yang satu ini.
Lalu Sherina dan keluarganya pergi kerumah Pak Ardiwilaga, dan keesokan harinya Sherina dan Sadam pergi kesekitar perkebunan milik ayah Sadam untuk membuktikan bahwa Sadam bukan jagoan palsu seperti apa yang dikatakan oleh Sherina. Di adegan ini Sherina meyanyikan lagu anak mami.
Hingga akhirnya sadam diculik oleh Pak Raden dan anak buahnya, yaitu Mister dan Mastur. Sherina yang terpisah dengan Sadam berusaha mencari Sadam. Sampailah di adegan yang berlatar di Boscha. Saya sendiri cukup terkesan dengan properti Boscha yang terlihat sangat real bahkan dapat dibuka sehingga bagian dalam “Boscha” ini terlihat. Sampailah kita pada bagian dimana saat Pak Ardiwilaga hendak menjual tanahnya kepada Zus Natasya, namun tiba-tiba Sherina datang dan mengatakan bahwa mereka berdua diculik dan Zus Natasya juga terlibat dalam penculikan tersebut.
Drama musikal ini diakhiri dengan Sherina dan teman-temannya bernyanyi dan menari dengan lagu “Persahabatan” dilapangan sekolah mereka.
Musikal Petualangan Sherina ini dibumbui dengan adanya penambahan unsur komedi di adegan dan dialog tertentu, yang berhasil membuat penonton tergelak.
Adanya beberapa lagu tambahan dalam Musikal Petualangan Sherina seperti “Rasi Bintang”, “Kebun”, “”Mencari Sadam” dan “Kaya Mendadak” ini menguatkan unsur musikal dalam drama ini.
Secara keseluruhan, Musikal Petualangan Sherina ini sangat luar biasa, dan benar-benar layak untuk ditonton. Rasanya nonton sekali kurang puas, tapi sayangnya saya hanya anak sekolah yang uangnya pas-pasan jadi ya nonton sekali saja cukup.
Teruslah berkarya untuk JKTMOVEIN dan semua yang terlibat dalam produksi Musikal Petualangan Sherina ini, teruslah menginspirasi.